
BANDUNG – Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) Persatuan Olahraga Layar Seluruh Indonesia (Porlasi) Jawa Barat yang untuk pertama kalinya dilaksanakan di tahun 2024 digelar Sabtu (20/1/2024) di Gedung KONI Jabar Jalan Pajajaran Kota Bandung.
Sebanyak 13 Pengcab Porlasi se Jabar hadir pada Rakerprov yang dibuka oleh Bidang Organisasi KONI Jabar Aceng Roni mewakili Ketua Umum KONI Jabar.
“Mewakili Ketua Umum KONI Jabar saya menyampaikan selamat dan sukses atas terselenggaranya Musorprov Porlasi Jabar. Lewat Musorprov ini djharapkan bisa merumuskan dan merencanakan program kerja Porlasi. Dan utamanya tentu konsolidasi yang lebih intens menjelang PON XXI mendatang,” ujar Aceng Roni.
Aceng mengatakan selain program kerja, ada rumusan yang lebih spesifik, yaitu bagaimana harapan Porlasi Jabar ikut bersama KONI Jabar mewujudkan Jabar Hattrick. Saat pelatda — ujar Aceng, idealnya harus ada rumusan yang kongkrit agar bisa direalisasikan menjadi juara.
“KONI Jabar berkomitmen untuk mensuport secara maksimal seluruh cabor, misalnya membantu suplemen atlet dan peralataran berlatih. Hal ini menjadi skala prioritas KONI Jabar,” ujar Aceng,
Sementara itu ditempat yang sama, Ketua Umum Porlasi Jabar Arief Prayitno mengatakan Rakerprov Porlasi Jabar tahun ini adalah yang pertama dilaksanakan. Tujuan utamanya adalah mempererat silaturahmi. Kedua, melaporkan kepada Pengcab rencana Porlasi Jabar dalam menghadapi PON XXI di Aceh dan Sumut.
“Berbicara atlet, secara umum Porlasi Jabar mengalami peningkatan secara kuantitatif dan kualitatif . Sebanyak 15 atlet Porlasi Jabar lolos babak kualifikasi. Saat di PON XX Papua, KONI Jabar memberi peluang untuk juara 1 sampai 5 bertanding di PON. Sekarang KONI Jabar menentukan juara 1 sampai 3 yang bisa bertanding di PON XXI. Dengan demikian dari 15 atlet yang lolos BK, ada 6 atlet yang akan bertanding di PON XXI ,” ungkap Arief.
Dari 6 atlet yng akan tampil di PON nanti, Porlasi Jabar membidik 2 atau 3 medali emas. Arief mengatakan, Porlasi Jabar selalu berprinsip pada hal yang sederhana, yaitu kecil tapi efisien, efektif dan optimal.
“Aktif di organisasi bukan berarti mencari hidup disitu. Yang paling penting di organisasi itu adalah loyalitas sebab mencari orang yang dipercaya itu susah. Kepada semua pengcab Porlasi se Jabar, saya berharap selalu berpikir positif, mampu mengcounter isu yang tidak baik dan tetap memiliki interitas,” tegas Arief. (den)





