Kolom Mahasiswa

Nyaringnya Lagu Protes dari Grup Hiphop Asal Bandung

52views

 

Oleh M.Dapin Awaludin

Anggapan hiphop yang lekat dengan lagu-lagu protes dan seruan kritik sosial tampaknya tergambar dengan munculnya Homicide. Grup asal Bandung yang terbentuk tahun 1994 ini memang terkenal dengan liriknya yang tajam.

Mereka dianggap menyuarakan kegelisahan akan kondisi politik dengan tanpa rasa takut. Suara Homicide nyaring lewat lagu-lagu protesnya kala itu.

Lewat sebuah video berjudul ‘Aszy dan Ucok Membicarakan Awal Berdirinya Homicide (Retrospektif Homicide Bagian 1)’ yang diunggah oleh Ruang Tengah di YouTube, Ucok dan Aszy menceritakan sejarah Homicide.

Lucunya, band yang kerap menyuarakan protes terhadap kondisi politik dan pemerintah tersebut malah terbentuk lewat kompetisi hiphop yang diadakan oleh salah satu restoran cepat saji asal Amerika Serikat yang akrab dengan kapitalisme.

Untuk membuat album dan bertahan pada idealismenya, Homicide harus bersiasat dengan teknologi yang belum mendukung hingga kondisi sosio-politik saat itu.

Saat itu teknologi belum secanggih saat ini dan satu-satunya orang yang memiliki hardware untuk menggarap hiphop hanyalah Indra Lesmana dan sebuah label rekaman besar saat itu. Akan tetapi, Homicide memilih untuk tidak bergabung dalam label tersebut karena ingin mempertahankan idealismenya

Homicide nyatakan bubar pada 2007. Akan tetapi, karya-karya mereka masih kerap dirilis lewat format piringan hitam maupun kaset.

Lantas, di tengah-tengah kemudahan teknologi sekarang ini. Adakah pelaku musik hiphop yang berani selantang Homicide? *

* Oleh M.Dapin Awaludin, peminat masalah permusikan generasi milenial, mahasiswa FISIP Universitas Pasundan (Unpas), bermukim di Kota Bandung, Jawa Barat.

Leave a Response