Olahraga

Cabor Renang NPCI Jabar Konsisten Menjaga Kondisifitas

80views

Bandung, BANDUNGPOS.ID – Sebagai manajer cabang olahraga renang ke Pekan Paralympic Nasional (Peparnas) XVII di Medan, hal yang paling urgen, satu diantaranya adalah menjaga kondusifitas.

“Seperti kita ketahui, cabor renang adalah salah satu cabor pendulang emas bagi kontingen NPCI Jabar. Bersama cabor atletik, cabor renang merupakan barometer kekuatan Jabar di Peparnas nanti. Oleh karena itu kami konsisten menjaga kondisifitas tim” ujar manager cabor renang NPCI Jabar ke Peparnas XVII/2024, Hendri Indra Gumilar saat ditemui di Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) cabor renang di  Scarlet Dago Hotel Jalan Siliwangi, Kota Bandung, Sabtu (2/3/2024).

Hendri mengatakan, saat ini jumlah manajer, ofisial, pelatih dan asisten pelatih ada 15 orang. Sementara atlet berjumlah 39. Dengan demikian total di tim renang ada 54 orang. Soal nomor yang akan dipertandingkan di Peparnas, menurut Hendri masih menunggu hasil Rakernas NPCI yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini.

Rakernas pun nantinya akan menghasilkan tehnical handbok (TH) sebagai salah satu pedoman, nomor apa saja yang akan dipertandingkan.

“Jadinya kita belum tahu peta kekuatan karena belum diketahui satu atlet itu berapa nomor pertandingan. Tapi biasanya satu atlet tampil di tiga nomor. Intinya semua bisa diketahui usai Rakernas NPCI,” tutur Hendri.

Meski demikian di Peparnas nanti cabor renang membidik 28 atau 30 medali emas. Waktu di Peparnas Papua cabor renang menargetkan 22 emas, hasilnya mendapat 24 emas. Pesaing berat menurut Hendri bakal datang dari kontingen Jateng.

Henri mengatakan, salah satu kendala yang dirasakan cabor renang adalah sarana berlatih di kolam renang Sabuga, komplek ITB Bandung. Di Sabuga – tutur Hendri, minim akses untuk penyandang disabilitas.

“Nah sekarang mungkin timbul pertanyaan, kenapa tidak mengambil fasilitas kolam renang yang memiliki akses disabilitas, jawabannya karena memang sudah penuh. Kebetulan jadwal di Sabuga banyak kosongnya. Akhirnya kita ambil yang di Sabuga” ujar Hendri.

Dalam sehari atlet renang NPCI Jabar berlatih dua kali, pagi dan sore dibawah arahan pelatih kepala Ahmad Azwari yang didampingi 7 pelatih lainnya. Sementara Sabtu berlatih sekali dan Minggu istirahat.

“Kalau ditanya soal makanan minuman (mamin) cabor renang sejauh ini tidak ada kendala. Semua lancar. Kendala mungkin saat mengatur atlet renang yang masih muda. Usia merteka rata-rata dibawah 30 tahun, bahkan ada yang masih kelas 3 SMP. Jadi tingkat emosional dan keingintahuan mereka masih tinggi,” papar Hendri. (den)

 

 

 

 

Leave a Response