Oleh: dr. Adeline Jaclyn
BUKAN hanya nikmat, konsumsi teh dengan cara dan porsi yang tepat juga bisa mengundang banyak manfaat kesehatan. Sayangnya, wanita yang sedang dating bulan tidak dianjurkan untuk minum teh, apalagi dalam jumlah berlebihan. Bukannya bermanfaat, minum teh saat haid malah dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan. dari sisi medis wanita haid tidak dianjurkan untuk minum teh guna menghindari efek samping merugikan yang bisa timbul setelahnya.
Penasaran apa saja bahaya minum teh saat haid? Berikut ini beberapa di antaranya:
- Anemia
Darah yang keluar saat haid perlu diganti alias diproduksi ulang oleh tubuh. Satu-satunya cara agar tubuh mampu memproduksi sel darah merah adalah dengan memenuhi kebutuhan zat besi harian. Jika Anda minum teh saat haid, penyerapan zat besi dari makanan ke tubuh akan terganggu akibat zat tanin di dalamnya. Akibatnya, pembentukan sel darah merah yang baru pun ikut terganggu. Apabila dibiarkan, risiko kamu terkena anemia atau kurang darah akan meningkat.
- Gangguan Suasana Hati
Teh mengandung kafein yang cukup tinggi. Terlalu banyak mengonsumsi kafein saat haid dapat meningkatkan risiko gangguan kecemasan, stres, dan gelisah. Dengan kata lain, konsumsi teh saat haid malah bikin suasana hati atau mood Anda semakin berantakan.
- Perut Kembung
Kadar hormon yang naik turun saat haid dapat menyebabkan perut kembung dan mual.
Ini karena hormon estrogen yang meningkat turut mempengaruhi reseptor estrogen di perut, sehingga menghasilkan banyak gas. Minum teh dapat memperparah kondisi tersebut.
- Mual
Jika Anda minum teh saat haid, kandungan tanin di dalamnya dapat mengiritasi jaringan saluran pencernaan. Alhasil, rasa tidak nyaman di perut akan semakin bertambah. Selain itu, minum teh saat haid juga bisa keluhan mual, lho.
- Hipotensi
Teh memiliki efek samping menurunkan tekanan darah. Hal ini utamanya jika Anda mengonsumsi jenis teh hijau dan hitam. Dengan kata lain, jika Anda mengonsumsi the tersebut saat haid, tekanan darah di dalam tubuh bisa sangat rendah (hipotensi). Kondisi ini bisa mencetuskan keluhan pusing, bahkan hingga penurunan kesadaran.
Bila Anda memaksakan diri untuk tetap minum teh saat haid, berikut ini beberapa tips yang perlu dilakukan guna menurunkan risiko bahaya minum teh saat haid:
Batasi porsi teh hanya 1 atau 2 cangkir (240‒480 mililiter) per hari saat haid.
Jangan minum teh bersamaan dengan makanan yang mengandung zat besi, seperti sayuran hijau, daging sapi, hati ayam, dan lainnya.
Hindari minum teh saat perut kosong.
Hindari mengonsumsi minuman lain yang juga mengandung kafein, seperti kopi, soda, atau alkohol.
Lebih baik konsumsi teh dari bunga, seperti chamomile atau chrysanthemum saat haid agar lebih aman.
Itulah beberapa efek minum teh saat haid yang mesti Anda waspadai. Perhatikan hal tersebut dengan saksama, agar keluhan datang bulan yang Anda rasakan tidak semakin parah.
Satu hal yang perlu diingat, beberapa orang mungkin akan langsung mengalami efek samping meski hanya mengonsumsi sedikit teh saat haid. Oleh karena itu, akan lebih baik jika kamu menghindari dan menggantinya dengan air putih.*(Sumber: KlikDokter.com)





