Luar Negeri

Empat Negara Tanpa Indonesia Patenkan Kebaya Ke -UNESCO

242views

Singapura, BANDUNGPOS.ID:  Empat negara yakni Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam dan Thailand. Negara-negara tersebut melakukan pengakuan “paten” hak unuk  busana kebaya, aksi itu dilakukan melalui upaya multinasional bersama. Dikutip Strait Times, penyerahan pendaftaran akan dilakukan Maret 2023.

 

Kisah kebaya merah Surabaya tidak  komperhensip lagi kancah internasional, padahal Indonesia kaya dan beragam kebaya, sesuai suku bangsa yang ada. Aceh memiliki kebaya khas Aceh, begitu pula  Sumatera Utara (Batak), Sumatra Barat ( Padang), Lampung, Kebaya Betawi,  Kebaya Sunda, Kebaya Banyumasan, Kebaya Mataraman (Jogya), Kebaya Sukarta, Kebaya Surabayan, Kebaya Banyuwangi, Kebaya Bali, dan lain-lain. Bagaimana nasib kebaya Nusantara? Kita tunggu keputusan Unesco.

 

“Kebaya adalah pakaian tradisional wanita yang populer di wilayah tersebut,” kata Dewan Warisan Nasional (NHB), dikutip di laman itu.

“Mewakili dan merayakan sejarah bersama di wilayah tersebut, mempromosikan pemahaman lintas budaya dan terus hadir dan secara aktif diproduksi dan dikenakan oleh banyak komunitas di Tenggara Asia,” tambah lembaga tersebut.

 

Hal sama juga ditegaskan CEO NBH Chang Hwee Nee. Dia mengatakan bahwa “nominasi bersama” itu menggaris bawahi multikulturalisme dan akar bersama negara-negara tersebut.

“Kebaya telah, dan terus menjadi, aspek sentral dalam representasi dan tampilan warisan budaya dan identitas Melayu, peranakan dan komunitas lainnya di Singapura, dan merupakan bagian integral dari warisan kami,” jelasnya.

Nanti kalau

 

“Sebagai kota pelabuhan multikultural, dengan hubungan lintas Asia Tenggara dan dunia,” tambahnya.

 

Sebelumnya keinginan untuk ini sudah muncul diawal tahun 2022. Kala itu Singapura menginventarisasi 102 elemen budaya lokal terkuat, termasuk budidaya anggrek dan pembuatan kecap. Lalu diskusi juga sudah dilakukan di Agustus dan Oktober. NHB mengadakan enam diskusi kelompok terarah dengan 48 peserta untuk mencari pandangan tentang nominasi tersebut. “Empat negara itu berjanji akan memastikan promosi dan transmisi praktik terkait kebaya,” lanjut NBH. **( rm/berbagai sumber)

 

 

Leave a Response