Selebritis

Kabar Duka, Aminah Cendrakasih Meninggal Dunia di Usia 84 Tahun

289views

KABAR duka datang dari dunia hiburan Indonesia, pasalnya Aminah Cendrakasih meninggal dunia pada 21 Desember 2022. Kabar duka tersebut disampaikan oleh akun Instagram Si Doel Anak Sekolahan. “Innalillahi wainna ilaihi rojiun, telah wafat Mak Nyak (Aminah Cendrakasih) pukul 20.00. Semoga Almarhumah diterima seluruh amal ibadahnya, dan diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT Aaminn YRA (alfatihah) 🤲🏻🤲🏻,” tulis akun @sidoelanaksekolahan.

Kabar meninggalnya Aminah Cendrakasih ini pun langsung mendapat tanggapan dan berbagai ucapan duka dari netizen dan beberapa artis Indoensia. “Turut Berduka cita sedalam-dalamnya.” ujar Marsha Timothy. “Innalilahi wa Inna ilaihi Raji’un,” ucap Pak Tarno. “Turut berdukacita,” kata seorang netizen.

Rencana akan Dimakamkan Satu Liang dengan Ibunya 

Rencananya, jenazah pemeran karakter Mak Nyak dalam cerita Si Doel Anak Sekolahan itu akan dimakamkan di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat pada Kamis (22/12/2022). Hal itu disampaikan Lala, salah satu putrinua pada awak media. Jika tidak ada halangan, proses pemakaman akan berlangsung seusai ibadah sholat zuhur. “(Dimakamkan) Besok kayaknya di Karet (Bivak), dimakamnya Mak Uwok (Ibunda Aminah Cendrakasih),” kata Lala pada awak media Rabu malam.

Aktris Aminah Cendrakasih saat masih muda (Foto: Istimewa)

Karier

Nama Aminah Cendrakasih dikenal publik melakukan perannya sebagai Mak Nyak di sinetron Si Doel Anak Sekolahan. Perempuan kelahiran Magelang ini sudah terjun di dunia hiburan Indonesia sejak 1950-an. Bermula ketika ia aktif di sebuah pentas sandiwara pada 1955 sebagai pemain dan penyanyi.

Pada tahun yang sama, ia mendapat kesempatan dalam film Oh, Ibuku dan Gadis Tiga Djaman. Setelah itu, ia bermain dalam film Ibu dan Putri, pada film tersebut ia dipercaya sebagai pemeran utama. Sejak itu, Aminah pun banyak membintangi film era 1950-an, 1970-an, dan 1980-an.

Perempuan kelahiran Magelang ini, sudah terjun di dunia hiburan Indonesia sejak 1950-an. Bermula ketika ia aktif di sebuah pentas sandiwara pada 1955 sebagai pemain dan penyanyi. Pada tahun yang sama, ia mendapat kesempatan dalam film Oh, Ibuku dan Gadis Tiga Djaman. Setelah itu, ia bermain dalam film Ibu dan Putri, pada film tersebut ia dipercaya sebagai pemeran utama. Sejak itu, Aminah pun banyak membintangi film era 1950-an, 1970-an, dan 1980-an.

Berkat dedikasinya di dunia aktingAminah Cendrakasih mendapat Penghargaan Kesetiaan Profesi Keartisan dari Dewan Film Nasional pada 1992. Terlepas dari hal tersebut, tidak ada salahnya jika kita sedih membahas fakta-fakta menarik soal Aminah Cendrakasih. Sepeti diketahui, Aminah Cendrakasih merupakan anak dari Husin Nagib dan Wolly Sutinah. Ibunda Aminah merupakan seorang aktris. Bahkan mereka pernah bermain bersama dalam film Gambang Semarang pada 1955. Aminah sudah bermain dalam 101 judul film sejak ia memulai kariernya pada 1955. Sudah berbagai macam judul film yang ia mainkan, sebut saja seperti Asrama Dara, Oh Ibuku, Betty Bencong Slebor, Bertjinta dalam Gelap, Komedi Lawak 88, dan Persaingan Remaja.

Prestasi

Berkat dedikasinya di dunia akting, Aminah Cendrakasih mendapat Penghargaan Kesetiaan Profesi Keartisan dari Dewan Film Nasional pada 1992. Pada 1994, namanya kembali melambung lewat sinetron Si Doel Anak Sekolahan.

Selain Rano Karno, aktor dan aktris yang terlibat dalam sinetron tersebut adalah Benyamin S, Cornelia Agatha, Mandra, Basuki, Maudy Koesnaedi, dan Suti Karno.

Puluhan Tahun Berjuang Melawan Glaukoma

Sebelum akhirnya meninggal dunia, Aminah diketahui mengidap penyakit glaukoma. Dari beberapa sumber, Glaukoma merupakan gangguan penglihatan yang disebabkan oleh kerusakan saraf optik yang biasanya diakibatkan karena adanya tekanan di dalam mata. Glaukoma sendiri merupakan penyakit yang tidak dapat diobati atau diperbaiki kembali. Demikian pula dengan Aminah Cendrakasih yang mengalami penurunan daya penglihatan sampai akhirnya tak bisa melihat atau mengalami kebutaan.

Selain mengalami kebutaan, Aminah Cendrakasih juga menderita kelumpuhan. Perempuan kelahiran 29 Januari 1938 itu tak bisa lagi beraktivitas dan hanya bisa berada di tempat tidur. Di samping harus berjuang melawan glaukoma.**(Fimela/musa ade/anto karibo/rivan yuristiawan/jit)

Leave a Response