BANDUNGPOS.ID, JAKARTA – Pemerintah terus mewujudkan bahan bakar pengganti pertalite dan pertamax ataupun solar. Energi alernatif yang terus dikembangkan itu bernama CNG atau Compressed Natural Gas. Ini sebuahb kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang semakin tinggi. Hal ini seiiring dengan semakin banyaknya mobil dan sepeda motor yang mengaspal di Indionesaia. Segingga menyebabkan harga BBM semakin naik. Harga Pertalite dan Pertamax setiap tahun terus beranjak naik.
Di Indonesi, CNG dikenal juga sebagai bahan bakar gas (BBG). Saat ini CNG atau BBG sudah semakin dikenal sebagai sumber energi moda transportasi umum yang dimiliki pemerintah. Salah satu prototipe yang sukses menggunakan CNG atau BBG sebagai sumber energi mesin penggerak adalah moda transportasi Busway.
CNG selama ini dikenal sebagai salah satu energi alternatif yang terus dikembangkan pemerintah, selain energi listrik.
Dari segi harga, bahan bakar pengganti BBM ini disebutkan lebih murah dan lebih irit dari Pertalite, solar ataupun pertamax. CNG dihargai Rp3 ribu perliter.
Selain murah dan irit, CNG atau BBG juga memiliki buangan emisi yang lebih ramah lingkungan dibandingkan bahan bakar bensin ataupun solar.
Kabar itu menjadi angin segar bagi masyarakat, ditengah kondisi harga BBM yang terus naik. Selain murah dan irit, masyarakat bisa turut menjaga lingkungan.
Meskipun begitu, masyarakat menantikan keseriusan pemerintah menghadirkan bahan bakar baru pengganti BBM itu.**(rm/bp)





