Seks

Memahami ‘Squirt’ pada Wanita dan Cara Mencapainya

431views

PADA pria, orgasme ditandai dengan pelepasan hormon, keluarnya sperma, diikuti dengan otot-otot di sekitar Mr. P dan panggul yang berkontraksi. Sementara pada wanita, orgasme sering digambarkan dengan perasaan ingin buang air kecil, diikuti keluarnya cairan muncrat dari Miss V. Kondisi ini dikenal dengan sebutan squirt.

Penasaran ya mengenai hal ini? Yuk, simak selengkapnya pada ulasan di bawah ini!

Apa Itu Squirt?

Squirt adalah kondisi saat wanita mengeluarkan cairan bening dan tidak berbau dari uretra atau saluran kencing selama atau sebelum orgasme. Kondisi ini normal terjadi dan dialami sekitar 10 persen wanita di dunia ini. Jadi, Anda bisa menyebut bahwa squirt ini sebagai ejakulasinya perempuan, yang biasanya terjadi ketika Anda sedang berada di puncak kenikmatan seksual. Cairan yang keluar ini mirip dengan cairan yang dihasilkan oleh kelenjar prostat laki-laki.

Pada wanita, squirt dihasilkan oleh kelenjar skene yang berlokasi di vulva dekat uretra. Kelenjar ini berukuran lebih kecil dari kelenjar prostat yang dimiliki laki-laki, namun memiliki fungsi yang sama. Para ilmuwan menamakan kelenjar ini sebagai prostat wanita. Menurut dr. Dyah Novita Anggraini, squirt memiliki manfaat saat berhubungan seks. “Cairan squirt dapat bermanfaat untuk membantu membuat area Miss V menjadi lebih basah, sehingga pada saat berhubungan, tidak timbul rasa nyeri,” tutur dr. Dyah.

Banyak orang menganggap squirt adalah cairan yang sama dengan air kencing. Hal ini tidak sepenuhnya salah. Beberapa orang mungkin merasa ingin buang air kecil dan mengeluarkan cairan squirt bersamaan dengan air kencing tersebut. Munculnya sensasi ingin buang air kecil ini disebabkan oleh jaringan di sekitar uretra yang dipenuhi oleh darah. Ketika jaringan tersebut berkontraksi, kantung kemih akan mendapatkan tekanan dan rangsangan sehingga menyebabkan perasaan kebelet pipis.

Berdasarkan studi yang dimuat dalam International Urogynecology Journal, wanita dapat mengeluarkan cairan ketika melakukan aktivitas seksual, baik dari vagina, kantung kemih, dan prostat wanita. Lendir pelumas keluar dari vagina, dan squirt dapat keluar dari kantung kemih dan prostat wanita. Jumlah cairan squirt yang keluar bervariasi, mulai dari 15 mililiter (ml) hingga 110 ml dan tidak berwarna (jernih) seperti air.

Tips Membuat Wanita Squirt Saat Berhubungan Seks

Terjadinya squirt saat berhubungan badan, bisa menandakan wanita mencapai orgasmenya. Lantas, bagaimana cara membuat wanita mengalami squirt (squirting)? Untuk mencapainya kenikmatan seksual, mintalah pasangan Anda untuk menstimulasi bagian genital Anda. Dokter Dyah mengatakan, “Cairan squirt dapat keluar saat terjadi rangsangan seksual pada wanita.”

Bermain di area G-spot dapat menjadi titik awal untuk merangsang keluarnya squirtG-spot terletak pada lima sampai tujuh sentimeter di dalam vagina dan terasa menonjol. Ketika hasrat kamu terangsang, G-spot akan membengkak dan squirt mungkin akan keluar. Biasanya, G-spot akan terangsang dengan diberikan sentuhan, baik mencoba untuk memasukkan jari, menjilat daerah tersebut beberapa kali, atau menggunakan mainan seks (sex toys).

Namun, beberapa orang justru menutupi atau menahan keluarnya squirt secara tidak sadar karena sensasi yang muncul adalah rasa ingin buang air kecil. Untuk menghindari hal ini, Anda bisa menyelesaikan buang air kecil sebelum melakukan seks. Bila saat berhubungan seks perasaan itu muncul lagi, jangan khawatir dan keluarkan saja. Jika Anda khawatir cairan squirt mengenai kasur yang basah, Anda bisa mengakalinya dengan melapisi handuk di bawah tubuh Anda, sehingga cairan yang keluar tidak langsung mengenai kasur.

Nah, demikianlah ulasan mengenai squirt dan cara membuat wanita squirt. Pada dasarnya, mengalaminya squirt atau tidak bukan tolok ukur kesuksesan hubungan seksual. Yang terpenting dari hubungan seks adalah kenyamanan dan kepuasaan bersama. Jika Anda memiliki keluhan terkait aktivitas seksual, Anda bisa berkonsultasi langsung kepada dokter.

Perlu Anda ingat, untuk mencapai kualitas hidup yang baik, tidak cuma menjaga kesehatan diri Anda saja yang perlu diperhatikan. Anda juga perlu menjaga kualitas hubungan Anda dengan pasangan.**(Penulis:  Fatin Nurjauhara/Tulisan sudah ditinjau oleh: dr. Dyah Novita/Sumber: Klikokter)

 

Leave a Response