Oleh Ridhazia Menghasut menjadi strategi paling ampuh menghancurkan negara. Bahkan untuk menggulingkan kekuasaan. Apalagi jika pesan-pesan pertikaian itu dihidangkan...
Oleh Ridhazia Studi yang menelaah fenomena relasi eksekutif-legislatif dalam sebuah sistem presidensial sebagaimana di Indonesia tidak terlalu jelas. Padahal...
Oleh Ridhazia Inilah ideologi varian baru. Lazim dikembangkan oleh kekelompokan sempalan kecil yang usianya relatif muda. Lebih menyukai independensi dan gagasan yang nyeleneh. Kekelompokan ini mewakili kegamangan atas ideologi mainstream yang dianggap tidak cocok lagi untuk perubahan zaman. Do it yourself (DIY) lazim diminati individu yang menyukai gerakan perlawanan yang merasa muak dengan kemerosotan penguasa moral yang dinilai menindas dan mengakibatkan kehancuran negara. Terutama kehancuran ekonomi dan keuangan yang berimbas pada pengangguran dan tingkat kriminalitas yang tinggi. Percaya diri? Ideologi ini terkait erat pertumbuhan psikologi kepercayaan diri yang tangguh....
Oleh Ridhazia Itulah dunia maya. Dunia media sosial. Bebas sebebas-bebasnya. Dunia baru ini hadir tanpa kelas. Siapa saja, kapan saja dan dimana saja boleh menumpangkan pikiran dan perasaan. Bahkan gambar atau foto diri yang tak penting dipublikasi pun. Pendek kata, menulis di media sosial itu senyaman- nyamannya pikiran dan perasaan untuk bisa dibagi ke ruang publik. Bisa lebih ekspresif memenuhi kebutuhan fantasi dan informasi.Terbuka dan terluas peredarannya. Juga terbuka tanpa sekat-sekat aturan. Terluas karena bisa dibaca siapa saja tanpa sekat tempat dan kebangsaan. Lebih merdeka lagi, menulis di media...
Oleh Ridhazia Pemecatan aktivis politik Budiman Sudjatmiko dari PDIP dan kasus serupa sebagaimana pernah dialami Fachry Hamzah dari PKS dan politisi lain yang harus terpental karena tidak tegak lurus dengan kebijakan partai politik. Peristiwa ini mengingatkan kembali tentang partai dan politisi yang dianalogikan berkacamata kuda. Kacamata kuda (horse blinders atau blinkers) berfungsi untuk mencegah kuda melihat hal yang ada di belakang dan di sampingnya. Kuda harus mengenakan kacamata agar perhatiannya tidak teralihkan atau panik saat melihat yang ada di sekitarnya. Dengan memakai kacamata kuda atau penutup mata, pandangan fokus...
Oleh Ridhazia Peneliti Sekolah Sejarah, Budaya dan Komunikasi Erasmus Departemen Media dan Komunikasi Daniel Trottier menduga media sosial digunakan para penggiat politik untuk berbalas dendam. Lebih jauh main hakim sendiri untuk membuat citra buruk. Pendek kata platform media sosial berubah menjadi media teror dan hukuman sosial secara virtual untuk lawan politik. Alih-alih bisa berdiskusi inter subyektif secara inten dan tidak monolitik. Menjauh dari keharusan berargumentasi yang berpangkal dari akal sehat. Sang peneliti juga membaca kecenderungan yang sama buruknya ketika ruang digital yang sejatinya terbuka justru dikondisikan tidak netral lagi....