MIMBAR JUMAT

Dzikir dan Keutamaannya

682views

Oleh: Drs. H  Atus Ludin Mubarok, M.Sy

DZIKIR  merupakan ibadah yang sangat penting dilakukan  setiap manusia.  Dzikir adalah mengingat Allah dalam hati, kemana pun, di manap un, sedang apa pun tidak ada yang diingat kecuali Allah SWT. Menurut ulama tasawuf sebagaimana yang di sebutkan dalam kitab Jami’ul ushul fii al-auliya bahwa zikir itu terbagi tiga,  yakni pertama dzikir yang di ucapkan oleh lisan sementara hatinya lupa kepada Allah, disebit zikir adat. Kedua, dzikir yang diucapkan oleh lisan dan hatinya mengingat Allah, disebut zikir ibadah. Ketiga, dzikir yang diucapkan oleh lisan, hatinya mengingat Allah dan seluruh tubuhnya berzikir kepada Allah, disebut zikir mahabbah wal ma’rifah.

Jadi, dzikir yang baik bukan hanya diucapkan lisan (Jahar) tetapi sebaiknya diingat di dalam hati (Khafi) sehingga manusia akan senantiasa merasa diawasi dan dekat dengan Allah SWT. Pintu kebaikan dan syari’at Islam itu sangat banyak dan luas sehingga tidak mungkin semua manusia mampu melaksanakannya. sebagaimana pernah d sabdakan Rasulullah Saw.

وَعَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ بُسْرٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ : أَنَّ رَجُلاً قَالَ : يَا رَسُوْلَ اللهِ ، إِنَّ شَرَائِعَ الإِسْلاَمِ قَدْ كَثُرَتْ عَليَّ ، فَأَخْبِرْنِي بِشَيْءٍ أَتَشَبْثُ بِهِ قَالَ : لاَ يَزالُ لِسَانُكَ رَطْباً مِنْ ذِكْرِ اللهِ

Dari ‘Abdullah bin Busr RA bahwa ada seorang lelaki berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya syariat Islam ini telah banyak bagiku, maka beritahulah kepadaku sesuatu yang bisa aku pegang selalu (bisa dilaksanakan seluruh waktu).” Beliau menjawab, “Hendaklah lisanmu selalu basah karena berdzikir  kepada Allah.” (HR Tirmidzi di shahihkan al-Bani).

Secara logika bibir yang dipakai mengucapkan kalimat zikir makin banyak makin kering bukan makin basah. Hal ini diungkaplan  Abu Darda sebagai berikut.

عَنْ أَبُو الدَرْدَاء عَويَمِرْ بِنْ زَيِدْ رضي الله تعالى عنه قال وَالْمُرَادُ بِالرِطْبَةٍ عَدَمُ الْغَفْلَةٍ فَإِنَّ الْقَلْبَ إِذَا غَفِلَ يَبْسُ الِلسَانِ وَخُرُجُ عَنْ كَوْنِهِ رَطْباً،(مكاسفة القلوب 172) الطبقات الكبري للشعراني لوافح الانوار في طبقات الاخيار نویسنده : الشَّعْراني، عبد الوهاب    جلد : 1  صفحه : 21

Abu Darda auyamir bin Zayid berkata. Yang dimaksud dengan basah adalah hati tidak pernah lupa kepada Allah, karena sesungguhnya hati apabila lupa maka mengunci lisan (Mukasafatulqulub 172, Thabaqatul Kubra jilid 1 hal 21)

Jika ditelusuri dzikir mengandung keutamaan dan manfaat, diantara keutamaan dzikir sebagaimana disebutkan dalam al-Qur’an dan hadis  sebagai berikut.

Pertama, bahwa berdzikir  memiliki pahala yang besar. Dalam surat Al Ankabut ayat 45.

ٱتۡلُ مَآ أُوحِيَ إِلَيۡكَ مِنَ ٱلۡكِتَٰبِ وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَۖ إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ تَنۡهَىٰ عَنِ ٱلۡفَحۡشَآءِ وَٱلۡمُنكَرِۗ وَلَذِكۡرُ ٱللَّهِ أَكۡبَرُۗ وَٱللَّهُ يَعۡلَمُ مَا تَصۡنَعُونَ ٤٥

Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan

Kedua, berdzikir  Kepada Allah akan diingat Allh. Dalam Al Baqarah ayat 152 disebutkan:

فَٱذۡكُرُونِيٓ أَذۡكُرۡكُمۡ وَٱشۡكُرُواْ لِي وَلَا تَكۡفُرُونِ ١٥٢

Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat) Ku.

Ketiga, Allah akan mengampuni orang yang berdzikir  sebagaimana Allah mengampuni dosa Nabi Yunus dengan mengeluarkannya dari perut ikan. Dalam As Shaffat ayat 143-144:

فَلَوۡلَآ أَنَّهُۥ كَانَ مِنَ ٱلۡمُسَبِّحِينَ ١٤٣ لَلَبِثَ فِي بَطۡنِهِۦٓ إِلَىٰ يَوۡمِ يُبۡعَثُونَ ١٤٤

Maka kalau sekiranya dia tidak termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah. niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit.

Keempat, berdzikir  lebih baik dari sedekah dan jihad dalam aspek mengingat Allah SWT.

عن أبي الدَّرداء رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه: أَلَا أُنَبِّئُكم بِخَيْرِ أعمالِكُم ، وأَزْكاها عِندَ مَلِيكِكُم ، وأَرفعِها في دَرَجاتِكُم ، وخيرٌ لكم من إِنْفاقِ الذَّهَب والوَرِقِ ، وخيرٌ لكم من أن تَلْقَوا عَدُوَّكم ، فتَضْرِبوا أعناقَهُم ، ويَضْرِبوا أعْناقكُم ؟ ! ، قالوا : بَلَى ، قال : ذِكْرُ اللهِ

Abu Ad Darda meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda, “Tidakkah aku akan memberitahumu tentang tindakan terbaikmu, yang paling murni di hadapan Tuhanmu, yang menaikkan peringkatmu ke posisi tertinggi, yang lebih baik bagimu daripada menghabiskan emas dan perak, lebih baik daripada bertemu musuhmu sehingga kau menyerang di leher mereka dan mereka menyerang Anda? ‘Mereka menjawab, ‘Ya, memang’, lalu Nabi bersabda, Itu adalah mengingat Allah.” (HR At Tirmidzi)

Kelima, dzikir  dapat menghidupkan hati dan makanan yang tepat untuk jiwa.

عَنْ أَبِي مُوسَى رضي الله عنه قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ ﷺ: مَثَلُ الَّذِي يَذْكُرُ رَبَّهُ وَالَّذِي لا يَذْكُرُ رَبَّهُ مَثَلُ الحَيِّ وَالمَيِّتِ

Abu Musa Al Asy’ari meriwayatkan bahwa Nabi bersabda, “Persamaan seseorang yang mengingat Tuhannya dan seseorang yang tidak mengingatnya adalah seperti orang hidup dan mati.” (HR Al Bukhari)

Keenam, berdzikir   bisa mendapatkan seribu kebaikan dan menghapus keburukan.

عن سعد بن أبي وقاص رضي الله عنه قال: كنا عند رسول الله صلى الله عليه وسلم، فقال: أيَعجِزُ أحدُكم أن يكسِبَ في كل يوم ألفَ حسنةٍ؟، فسأله سائل مِن جلسائه: كيف يكسِبُ ألف حسنة؟ قال: (يُسبِّحُ مائةَ تسبيحةٍ، فتُكتب له ألف حسنة، أو تُحَط عنه ألف خطيئة

Dari Saad bin Abi Wawash RA, dia berkata, “Suatu saat kami bersama Rasulullah SAW, beliau bersabda, “Apakah seseorang di antara kamu tidak mampu mendapatkan seribu kebaikan tiap hari?” Salah seorang di antara yang duduk bertanya, “Bagaimana di antara kita bisa memperoleh seribu kebaikan (dalam sehari)?” Rasul bersabda, “Hendaklah dia membaca seratus tasbih (subhaanallaah), maka ditulis seribu kebaikan baginya atau seribu kejelekannya dihapus.” (HR Muslim)

Ketujuh, dzikir adalah harta surga.

عن أبي موسى الأشعري رضي الله عنه قال: قال لي النبي صلى الله عليه وسلم: ألا أَدُلُّك على كَنزٍ مِن كنوز الجنة؟، فقلت: بلى يا رسول الله، قال: قل: لا حول ولا قوة إلا بالله

Dari Abu Musa Al Asy’ari, dia berkata, “Nabi, berkata kepadaku, “Maukah aku membimbingmu ke harta karun di antara harta surga?” Aku berkata, ‘Ya, wahai Rasulullah. Dia berkata, “Katakanlah: Tidak ada daya dan kekuatan selain Allah.”

Kedelapan, membasahi lidah dengan dzikir  adalah ibadah yang ringan namun pahala besar.

وَعَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ بُسْرٍ  رَضِيَ اللهُ عَنْهُ  : أَنَّ رَجُلاً قَالَ : يَا رَسُوْلَ اللهِ ، إِنَّ شَرَائِعَ الإِسْلاَمِ قَدْ كَثُرَتْ عَليَّ ، فَأَخْبِرْنِي بِشَيْءٍ أَتَشَبْثُ بِهِ قَالَ : لاَ يَزالُ لِسَانُكَ رَطْباً مِنْ ذِكْرِ اللهِ

Dari ‘Abdullah bin Busr RA bahwa ada seorang lelaki berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya syariat Islam ini telah banyak bagiku, maka beritahulah kepadaku sesuatu yang bisa aku pegang selalu.” Beliau menjawab, “Hendaklah lisanmu selalu basah karena berddzikir  kepada Allah.” (HR Tirmidzi).

Kesembilan, berdzikir  adalah cara berdagang dengan Allah

مِن أحدكم صدقةٌ: فكلُّ تسبيحةٍ صدقةٌ، وكلُّ تحميدةٍ صدقةٌ، وكلُّ تهليلةٍ صدقة، وكل تكبيرة صدقة، وأمرٌ بالمعروف صدقة، ونهي عن منكر صدقةٌ، ويجزئ من ذلك ركعتانِ تركَعُهما مِن الضحى

Riwayat Abu Dzar RA. ”Rasulullah SAW bersabda, ”Hendaklah masing-masingmu setiap pagi bersedekah untuk setiap ruas tulang badannya. Maka, tiap kali bacaan tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kebaikan adalah sedekah, melarang keburukan adalah sedekah dan sebagai ganti dari semua itu, cukuplah mengerjakan dua rakaat sholat dhuha.” (HR Ahmad, Muslim, dan Abu Daud)

Kesepuluh, berdzikir  adalah sifat orang mukmin. Dalam Alquran surat An Nur ayat 36-38 disebutkan.

فِي بُيُوتٍ أَذِنَ اللَّهُ أَنْ تُرْفَعَ وَيُذْكَرَ فِيهَا اسْمُهُ يُسَبِّحُ لَهُ فِيهَا بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِ.رِجَالٌ لَا تُلْهِيهِمْ تِجَارَةٌ وَلَا بَيْعٌ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ ۙ يَخَافُونَ يَوْمًا تَتَقَلَّبُ فِيهِ الْقُلُوبُ وَالْأَبْصَارُ.لِيَجْزِيَهُمُ اللَّهُ أَحْسَنَ مَا عَمِلُوا وَيَزِيدَهُمْ مِنْ فَضْلِهِ ۗ وَاللَّهُ يَرْزُقُ مَنْ يَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ

(Cahaya itu) di rumah-rumah yang di sana telah diperintahkan Allah untuk memuliakan dan menyebut nama-Nya, di sana bertasbih (menyucikan) nama-Nya pada waktu pagi dan petang. orang yang tidak dilalaikan perdagangan dan jual-beli dari mengingat Allah, melaksanakan salat, dan menunaikan zakat. Mereka takut kepada hari ketika hati dan penglihatan menjadi guncang (hari Kiamat), (mereka melakukan itu) agar Allah memberi balasan kepada mereka dengan yang lebih baik daripada apa yang telah mereka kerjakan, dan agar Dia menambah karunia-Nya kepada mereka. Dan Allah memberi rezeki kepada siapa saja yang Dia kehendaki tanpa batas.”

Masih sangat banyak keutamaan zikir yang dijelaskan dalam al-Qur’an dan hadis Rasulullah Saw. semoga kita menjadi hamba Allah yang ahli zikir. wallahu’alam bishawab. @ahungmatahati creative

*Penulis adalah Ketua Da’i Polresta Bandung, Wakil LDNU Jawa Barat, Wakil DMI Kab. Bandung, Wakil Asosiasi BPD Kab. Bandung dan tiap Kamis dan Jum’at mengisi tausih TVRI Jawa barat

Leave a Response