Daerah

Penjual Es Krim Garut Diburu Polisi

194views

Garut, BANDUNGPOS.ID: Sedikitnya 66 siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kersamenak di Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat mengalami keracunan  usai menyantap jajanan es krim, Selasa lalu. Pasca kejadian, mereka langsung ditangani oleh tim dari puskesmas setempat.

Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut Leli Yuliani, mengonfirmasi bahwa kejadian tersebut berlangsung pada jam istirahat, dengan indikasi keluhan sama yakni pusing, mual hingga muntah. Pihak kepolisian turun tangan setelah mendapat laporan kasus keracunan.

Menurut Leli, kondisi puluhan siswa itu rata-rata bisa ditangani dengan baik oleh petugas Puskesmas Kersamenak, sehingga sebagian besar sudah diperbolehkan kembali ke rumah. Namun, tersisa satu pasien yang masih menjalani perawatan dengan kondisi yang agak parah.

Kejadian itu berlangsung saat jam istirahat setelah mereka mengonsumsi jajanan es krim yang dijual pedagang keliling. Puskesmas yang mendapat laporan langsung mendatangi lokasi untuk menangani para siswa.

“Ada 66 orang, satu orang masih menjalani perawatan di puskesmas tidak parah, sisanya 65 orang sudah pulang,” kata Leli.

Pengawasan Puskesmas:

Puskesmas terus melakukan pemantauan kepada para korban keracunan itu, sebagai cara mengetahui efek pasca pemulihan.

“Diperbolehkan pulang namun tetap dalam pengawasan kami,” katanya.

Sebelumnya, Leli menyebut jika rata-rata gejala yang dialami serupa yakni pusing, mual, sakit perut sampai muntah. Sampel es krim tersebut juga sudah diamankan pihaknya dan akan dibawa ke laboratorium untuk diuji kandungannya.

“Ada yang merasa pusing, sakit perut, dan muntah, selanjutnya pihak sekolah melapor via telepon ke Puskesmas Kersamenak, tidak lama kemudian petugas PKM Kersamenak datang ke lokasi dan memberikan pertolongan medis,” lanjutnya.

Sementara, pihak ke polisian dari Polsek Tarogong Kidul masih menyelidiki kasus keracunan massal di SDN Kersamenak itu.

Polisi juga melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi seperti warga setempat, guru, pedagang termasuk korban. Sampel es krim juga telah dibawa ke kantor polisi untuk diamankan sebagai barang bukti.

Untuk saat ini, polisi masih memburu penjual es krim yang menurut para saksi tidak berjualan tetap di sana, dan merupakan pedagang keliling.

“Untuk penjual es krim sedang kami cari, diketahui jualannya keliling,” kata Kepala Polsek Tarogong Kidul Kompol Alit Kadarusma.

Ia menambahkan, dari hasil pemeriksaan di lokasi, tercatat ke-66 siswa tersebut terdiri dari 16 laki-laki dan 50 perempuan.

Kejadian ini bermula dari sejumlah siswa yang langsung merasakan mual, pusing, sakit perut dan muntah setelah mengonsumsi es krim tersebut. Keseluruhannya lantas ditangani oleh petugas puskesmas.

Satu di antaranya bernama Marsya, yang harus dirujuk ke balai rawat Puskesmas Kersamenak, lantaran mengalami gejala yang cukup parah dibanding yang lain.

“Jadi sudah diperbolehkan pulang semua, cuma tadi sempat ada satu anak atas nama Marsya, gejalanya lumayan lebih parah dibanding yang lain karena muntah berlebih, namun sampai saat ini sudah stabil kondisinya,” tandasnya.**(rm/bp)

Leave a Response