Daerah

Gunaryo:”Tak Ada Keribetan Soal Pengajuan Peralatan”

46views

KARAWANG, bandungpos.id – Kegiatan di bidang III yang merupakan tugas dan fungsi merupakan suporting tugas kegiatan di KONI Jabar

“Saat ini kita memang terkonsentrasi untuk peralatan kegiatan PON XXI September mendatang di Aceh dan Sumut sehingga apapun yang kita kerjakan senantiasa mengacu pada kegiatan Binpres,” ujar wakil ketua III KONI Jabar bidang sarana dan prasarana Gunaryo di venue cabor dayung di situ Cipule Kabupaten Karawang, Rabu (1/5).

Menurut Gunaryo ada dua tahapan yang dikerjakan bidang III. Yang pertama penyiapan sarana dan prasarana logistik untuk persiapan dan kedua penyiapan sarana dan prasarana untuk pelaksanaan.

“Persiapan ini tidak kalah pentingnya karena ujung tombaknya ada dipersiapan untuk menyiapkan peralatan latihan untuk atlet. Binpres menyiapkan pelatihan mulai Januari 2024. Disinilqh kamj mulai turun menyiapkan peralatan latihan, logistik, makan minum dll,” tutur Gunaryo.

Yang sekarang masih dalam proses — tutur Gunaryo –  adalah peralatan latihan dan pertandingan.

“Peralatan ini masih dalam proses dalam arti memang kita mendistribusikan atau mengalokasikan peralatan itu sesuai dengan kontribusi atlet,” ujar Gunaryo.

Menurutnya, cabor yang berpotensi emas di PON XXI tentu ada skala prioritas untuk hal pengalokasian peralatan, logistik dll.

“Saat ini pengalokasian terbesar ada di cabor dayung dan menembak karena memang banyak medalinya. Di PON Papua dayung mendapat 20 emas sementara menembak menyabet 18 emas,” ujar Gunaryo.

KONI Jabar sebagai penerima hibah harus mempertanggungjawabkan APBD sedangkan cabor dibebankan harus mendapat medali.

Namun di tengah hal itu tentu ada penyelesaian bersama.

“Dana sebetulnya sudah ada, justru kita mengejar cabor untuk cepat cepat mengajukan permasalahan administrasi. Apa yang sudah disepakati antara ketua cabor dengan komandan satlak pak Yunyun bisa cepat direalisasikan. Dan bidang III membantu secara administrasi,” papar Gunaryo.

Gunaryo mengatakan, alokasi cabor sudah ada angkanya. Memang disatu sisi ada cabor yang membutuhkan peralatan spesial untuk barang barang yang memang mahal.

“Saya menepis anggapan bahwa ada semacam keribetan soal administrasi. Kita bicara soal peraturan yang harus dipertanggungjawabkan kepada negara soal uang yang kita pakai. Kita diatur sesuai dengan pertanggungjawaban APBD,” tegas Gunaryo.

KONI Jabar terbuka 24 untuk pendampingan kepada setiap cabor. Menurut Gunaryo hal ini dilakukan untuk memperlancar pengadaan soal peralatan, logistik dll. (den)

Leave a Response