Oleh: Siti Putri Nurmayani
PASTI Anda kenal dengan nama Suti Karno adik Rano Karno, pemeran Atun dalam sinetron Si Doel Anak Sekolahan, harus mengamputasi salah satu kakinya akibat diabetes. Penyakit metabolik yang ditandai dengan lonjakan kadar gula darah (glukosa) ini bikin luka sulit sembuh. Kerusakan saraf dan pembuluh darah akibat kadar glukosa yang tidak terkontrol jadi penyebabnya. Kondisi ini menghambat aliran darah, sehingga mempersulit proses penyembuhan luka. Luka yang tidak kunjung membaik menyebabkan infeksi dan pembusukan. Amputasi organ yang terdampak pun jadi pilihan.
Untuk mencegahnya, sejumlah perawatan luka diabetes sebenarnya bisa kamu lakukan, di antaranya:
- Bersihkan Luka Setiap Hari
Disebutkan oleh dr. Sepriani Timurtini Limbong, cara merawat luka diabetes agar tidak berujung komplikasi adalah dengan menjaga kebersihan luka. Jangan sampai luka tersebut kotor karena bisa menimbulkan infeksi, katanya. Luka diabetes perlu Anda bersihkan setiap hari menggunakan sabun dan air mengalir. Sebaiknya, hindari penggunaan hidrogen peroksida untuk membersihkan luka yang baru terbentuk.
Hidrogen peroksida adalah antiseptik yang umum digunakan untuk membersihkan luka diabetes. Namun, menurut penelitian dalam World Journal of Diabetes, antiseptik ini justru berbahaya bagi jaringan epitel luka yang baru terbentuk. Hidrogen peroksida bisa menjadi racun yang merusak sel-sel normal di sekitar luka. Hal lain yang perlu dihindari, yaitu jangan merendam luka di bak mandi. Aktivitas ini justru bisa membuat kulit kaki terlalu kering, sehingga menghambat proses penyembuhan luka dan meningkatkan risiko terjadinya infeksi.
- Tutupi Luka dengan Perban

Tutupi luka akibat diabetes (Foto: Ist)
Anda mungkin pernah mendengar nasihat soal pentingnya membiarkan luka diabetes terbuka dan tetap kering agar membantu proses penyembuhan. Faktanya, luka yang terbuka dan tidak ditutupi justru dapat meningkatkan peluang terjadinya infeksi. Lane Regional Medical Center menyarankan, untuk menutupi luka dengan perban dan menjaganya agar tetap lembap. Jika tidak ditutup, sel permukaan luka cenderung mengering sehingga bisa memperlambat proses penyembuhan.
Meski begitu, menurut dr. Sepriani, keputusan untuk menutup luka diabetes pakai perban tergantung dengan kondisi luka yang dialami. “Karena ada luka yang memang harus ditutup seluruhnya, ditutup sebagian menggunakan mesh, atau justru dibiarkan terbuka,” terang dr. Sepri.
- Ganti Perban Secara Teratur
Mengganti perban secara teratur sangat penting dalam proses pengobatan luka diabetes. Jika darah yang merembes pada perban cukup banyak, terasa basah, dan tidak nyaman, segera ganti dengan perban yang baru. Tujuannya adalah untuk mencegah infeksi. Mengganti perban dapat mengurangi jumlah bakteri dan mempertahankan kadar kelembapan area luka.
- Hindari Tekanan Berlebih pada Area Luka
Cara merawat luka diabetes agar cepat kering, terutama di kaki bagian bawah, yaitu dengan menggunakan alas kaki khusus, tongkat (kruk), maupun alat bantu jalan lainnya. Hal ini bertujuan untuk mengurangi tekanan di area luka dan mencegah terjadinya iritasi. Tekanan pada luka dapat merusak kulit yang baru terbentuk dan menyebabkan luka lebih dalam. Berkurangnya tekanan dan iritasi bisa membantu mempercepat proses penyembuhan luka diabetes.
- Gunakan Obat Oles yang Direkomendasikan Dokter
Cara mengobati luka diabetes bisa dengan mengoleskan obat topikal yang direkomendasikan oleh dokter. Anda bisa berkonsultasi kepada dokter terlebih dahulu untuk memperoleh obat yang tepat. Tanyakan pula kepada dokter mengenai takaran obat yang harus dioleskan dan seberapa sering Anda harus mengganti perban. Minta juga saran dokter mengenai rekomendasi cairan yang dapat bantu membersihkan luka.
- Jaga Gula Darah
Proses penyembuhan luka diabetes sangat dipengaruhi oleh kadar gula darah dalam tubuh. Karena itu, Anda harus disiplin mengontrol kadar glukosa. Salah satu caranya adalah dengan menerapkan pola makan sehat. Konsumsi makanan kaya vitamin C, zink, dan protein agar proses penyembuhan luka kian optimal, ya!
- Berhenti Merokok
Berhenti merokok sangat penting dalam proses perawatan luka diabetes. Dengan tidak merokok, sel tubuh Anda bisa berfungsi dengan baik dalam membawa oksigen dan meningkatkan daya tahan tubuh. Hal ini dapat mengurangi risiko memburuknya kerusakan pembuluh darah akibat diabetes.
- Gunakan Madu
Madu bisa digunakan untuk bantu menyembuhkan luka diabetes dengan cepat. Bahkan, menurut riset dalam Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine, madu diduga lebih efektif menyembuhkan luka diabetes daripada luka biasa. Pasalnya, kumpulan nektar yang diolah oleh lebah ini mengandung senyawa antibakteri yang kuat dan efektif untuk mengatasi luka akibat infeksi. Selain itu, efek antioksidan madu juga terbukti efektif memulihkan luka ketika dioleskan.
- Biarkan Darah Mengalir ke Kaki
Guna membantu proses penyembuhan luka, usahakan untuk meningkatkan aliran darah ke kaki. Anda bisa mengangkat kaki ketika duduk. Menggoyangkan atau menggerakan jari dan pergelangan kaki selama beberapa menit juga bisa dilakukan. Pastikan untuk tidak menggunakan kaus kaki yang ketat. Paling penting, usahakan aktif secara fisik dengan berjalan kaki, yoga, dan melakukan peregangan, ya!
Luka yang dialami pengidap diabetes, memang cenderung sulit disembuhkan. Namun, Anda bisa melakukan sederet perawatan luka diabetes di atas supaya tetap menjaga kesehatan dan mencegah terjadinya komplikasi. Perawatan diabetes yang berhasil ditandai dengan kemunculan ciri-ciri luka diabetes mau sembuh, seperti area luka mulai tertutup jaringan baru, berkurangnya rasa gatal, hingga diakhiri dengan kemunculan bekas luka.**(Tulisan sudah ditinjau oleh: dr. Sepriani Timurtini/Sumber: KlikDokter/jit)





