Tips Mudik Aman Versi Brigadir Lery Polres Sumedang
Memastikan keadaan rumah dalam kondisi aman. Pastikan semua peralatan elektronik listrik sudah tercabut dari saklar. Pastikan regulator sudah lepas dari tabungnya.
Sumedang, BANDUNGPOS.Id : Pemudik pada Hari Raya Idul Fitri -1444 H (lebaran tahun -2023) diperkirakan meningkat 40 % lebih banyak dari tahun sebelumnya. Menurut catatan Bandung Pos seperti diberitakan sejumlah media, jumlah pemudik akan mencapai 120 juta orang. Tahun lalu hanya 80 jutaan. Dari jumlah tersebut, sebagian besar menggunakan mobil pribadi sebagai alat transportasi. Kedua menggunakan kendaraan roda dua dan terakhir menggunakan bus atau kereta api.
Menghadapi potensi macet total diberbagai ruas jalan, Polres Sumedang membagikan sejumlah tips agar pemudik terhindar dari stress ketika terjebak kemacetan. Polres Sumedang juga memberikan beberapa tips agar pemudik aman nyaman ketika harus meninggalkan rumah.
Menurut Polres Sumedang yang disampaikan Brigadir Lery, tips mudik aman dari Polres Sumedang itu antara lain : Memastikan keadaan rumah dalam kondisi aman. Pastikan semua peralatan elektronik listrik sudah tercabut dari saklar. Pastikan regulator sudah lepas dari tabungnya.
“Jangan sungkan untuk menitipkan rumah kepada Bhabinkamtibmas setempat,” ujar Lery.
Tips kedua adalah memeriksa kondisi kendaraan agar dalam kondisi baik dan siap menempuh berbagai medan jalan.
“Utamakan keselamatan, bukan kecepatan. Ingat ada banyak keluarga dan orang orang yang menyayangi anda. Jadi jangan biarkan emosi menguasai tubuhmu,” terang Lery.
Sebaiknya menurut Polres Sumedang gunakanlah kendaraan umum agar lebih fokus menikmati suasana jelang lebaran di berbagai kota yang disinggahi. Jangan gunakan sepeda motor.
Sebelum melakukan perjalanan, tips terakhir dari Polres adalah istirahat yang cukup. Lakukan istirahat sebelum melakukan perjalanan dan ditengah perjalanan agar tetap fit dan fokus dalam mengemudi.
Standar keamanan berkendara dari Australia menyebutkan jika batas lelah mengendarai untuk mobil sekitar 8 jam perjalanan. Untuk motor 2 jam.
“Jadi anda harus istirahat ketika mencapai limit tersebut. Untuk mobil setelah 8 jam, motor 2 jam. Dan jangan lupa untuk berdoa,” pungkas Brigadir Lerry. ** (Laila/BP)





