Turun dari Jabatannya Sebagai Gubernur Jabar, Ridwan Kamil Sisakan Hutang Rp 4 Triliun
Turun dari Jabatannya Sebagai Gubernur Jabar, Ridwan Kamil Sisakan Hutang Rp 4 Triliun
Politisi Partai Gerindra itu menilai pinjaman tersebut dilakukan Ridwan Kamil untuk menjalankan Program Pemulihan Nasional (PEN) pasca Pandemik Covid-19. Sayangnya, alokasi dana pinjaman tersebut lebih banyak dipakai untuk proyek infrastruktur. Padahal, Jawa Barat masih memiliki banyak persoalan mulai dari kemiskinan hingga pertanian.
“Apalagi pinjaman PEN ini banyak dipakai untuk infrastruktur. Itu yang banyak diprotes kawan-kawan dewan. Padahal, misalnya, dana PEN ini bisa dipakai untuk menaikkan Nilai Tukar Petani (NTP). Karena rasio indeks harga yang diterima petani dengan indeks harga yang dibayar oleh petani masih diangka 99,75. Itu artinya petani kita masih merugi,” terangnya.
Daddy mengakui bahwa pinjaman PT SMI tak memberatkan karena gak dikenakan bunga. Namun, meski begitu, hutang itu tetap harus mengeluarkan biaya provisi sebesar 1 persen dari nilai pinjaman.
“Pinjaman itu dicicil selama 8 tahun. Untungnya gak kena bunga, hanya biaya provisi sebesar 1 persen atau Rp40 miliar. Tapi jumlah itu terbilang gak sedikit, kalau dipakai bisa untuk pembangunan berbagai infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat,” tandasnya.
Sebelumnya, Gubernur Jabar lmemang kerap menyampaikan pamit dan salam perpisahan kepada masyarakat di berbagai kunjungannya ke daerah. Dia akan turun dari jabatannya bersama Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum pada September mendatang.
Selama menjabat, Ridwan Kamil mengeklaim telah menorehkan 528 penghargaan dari tingkat nasional hingga internasional. Dengan capian itu, dirinya menyebut bisa jadi tolak ukur bahwa ada banyak perubahan positif di Jabar.
“Sekaligus saya mohon pamit karena jabatan tinggal dua bulan lebih. Yang baik mohon diterima yang kurang kurangnya kita evaluasi,” ujarnya di depan awak mediasaat di Cimahi, pekan lalu. **(rm/BNN)
GubernurTeks Khutbah Jumat, 7 Juli 2023 Singkat dan





