Kolom Mahasiswa

Memahami Konsekuensi Fast Fashion

233views

 

Oleh  Nasywa Putri Hairunisya

Di era sekarang ini industri fashion semakin berkembang pesat dan selalu mengikuti trend terbaru. Brand-brand besar industri fashion pun mengeluarkan fashion sesuai dengan berbagai musim.

Fast fashion diproduksi pada negara Asia dan negara berkembang, para pekerja digaji dengan sangat murah tanpa ada jaminan keselamatan kerja dan upah yang layak. Salah satunya di Indonesia.

Model fashion pun terus berganti dalam waktu yang singkat dan dijual dengan harga tinggi. Banyak orang akhirnya bersikap konsumtif bahkan rela menghamburkan uang demi membeli pakaian yang akhirnya hanya terpakai sekali dua kali.

Kebanyakan fast fashion diproses dengan menggunakan bahan baku yang berkualitas rendah, sehingga dampaknya akan membuat pakaian tersebut tidak akan bertahan lama. Pada akhirnya fast fashion akan mendorong konsumen untuk terus berbelanja.

Hasil produksi pakaian yang gagal akan berakhir dibuang dan menjadi limbah, nantinya akan menimbulkan permasalahan lain karena adanya zat kimia dalam pewarna yang berbahaya bagi kesuburan tanah dan ekosistem laut.

Sebaiknya kita menerapkan sistem capsule wardrobe, yaitu dengan menggunakan pakaian dengan warna- warna yang basic dan tidak terpaku dengan trend fashion namun dapat di mix and match dengan berbagai model untuk menghindari sikap konsumtif.

limbah fashion merupakan limbah yang sulit terurai, memiliki dampak negatif terhadap ekosistem air. Maka dari itu kita harus lebih peduli dengan kesehatan lingkungan dan memikirkan dampak buruk limbah pakaian bagi lingkungan. *

* Nasywa Putri Hairunisya, peminat fashion, mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Pasundan (Unpas) Kota Bandung, Jawa Barat.

Leave a Response