Kolom Sosial Politik

Saatnya BERPRASANGKA

61views

 

Oleh Ridhazia

Menjelang pileg dan pilpres 2024 prasangka bakal meramaikan perpolitikan Tanah Air. Kekelompokan partai dan seluruh derivasi kekuatan politik yang mendukungnya akan “berperang” opini.

Aroma persaingan busuk dalam kontestasi politik limatahunan sebagai hal yang tak semestinya. Tapi tak bisa dihindari.

Saling menguliti dan membongkar masa lalu yang serba buruk hingga saling mengejek di antara para kontestan untuk memberi kesan negatif yang pada gilirannya berpengaruh pada keterpilihan dan ketenaran lawan politik.

Apa itu prasangka..

Prasangka itu intinya penilaian. Tapi kerap dilakukan dengan sangat tergesa-gesa sehingga tidak berdasar data-data dan fakta-fakta objektif.

Prasangka identik dengan sikap dan pikiran yang terlalu menyederhanakan masalah. Menilai tapi tidak berdasar informasi yang layak dan benar.

Meminjam pendapat Allport (dalam Zanden, 1984) prasangka itu lebih tepat sebagai generalisasi yang cenderung berat sebelah. Bahkan berpeluang selalu didahului sikap yang membenci tanpa adanya alasan yang objektif.

Studi psikologi lainnya membenarkan kalau tendensi buruk dari kompetisi sosial, katagori sosial, komformitas memberi andil meluasnya prasangka. Semua itu lambat laun membentuk kebiasaan bersikap yang yang kerap tidak masuk akal. *

* Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, jurnalis dan kolumnis, pemerhati komunikasi sosial politik, bermukim di Vila Bumi Panyawangan, Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Leave a Response