
Oleh Ridhazia
Presiden terpilih Prabowo Subianto ingin mengubah kesejarahan relasi politik antarmantan presiden.
Ia berencana membentuk Presiden Club beranggotakan para mantan presiden yang mendahuluinya berkuasa.
Apa itu Presidential Club
Presidential Club dalam kesejarahannya digagas di Amerika Serikat. Sebuah forum komunikasi informal para mantan presiden yang pernah hidup di Gedung Putih.
Disebutkan, klub ini mengubah potret persaingan, atau aliansi menjadi persahabatan sejati sebagaimana diceritakan dalam buku ” The Presidents Club” (2012).
Buku karya profesor jurnalisme di Universitas Princeton Nancy Gibbs disebutkan klub presiden sebagai sebuah realitas yang kompleks antara para presiden yang terikat oleh pengalaman di Ruang Oval.
Bukan sebatas relasi politik antarpribadi untuk menjaga kerukunan saja setelah sebelumnya menjari rival abadi demi keunggulan sejarah, secara intens melakukan dialog informal terkait isu-isu politik yang strategis.
Faktor Mega
Inisiatif Presiden Club di Indonesia menarik perhatian publik karena sebelumnya terjadi fenomena “pecah kongsi” antara mantan Presiden Megawati dengan dengan Presiden Jokowi.
Keduanya tokoh nasional ini menghadirkan atmosfir perpecahan kepentingan menjelang pilpres 2024. Dan, masing-masing pihak engga berinisiatif bertemu.
Selain konflik lama yang tak berkesudahan antara Presiden Megawati dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang juga terkait pilpres 2014. Hingga sekarang tidak ada tanda-tanda rukun kembali.
Dibedakan dengan relasi politik Presiden Jokowi dengan mantan presiden SBY yang telah pulih. Kini giliran Megawati untuk memilih. *
* Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, Kota Bandung, jurnalis dan kolumnis, pemerhatii psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Vila Bumi Panyawangan, Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.


