Kolom Sosial Politik

Awas, VIRUS SENIN!

15views

 

Oleh Ridhazia

Hari Senin menjadi momok. Sejumlah orang tak menyukainya. “I hate Monday” — disebut juga Monday Disease atau Virus Senin — telah berubah menjadi satu-satunya hari dalam seminggu yang kerap dianggap paling menyebalkan.

“Dear Monday, I want to break up. I’m seeing Tuesday and dreaming about Friday. We better stay away from each other!”

Sama saja

Ketetapan 7 hari dalam seminggu yang berawal dari sistem penanggalan Babilonia yang didasarkan pada sistem kalender Sumeria sudah berlaku sejak abad ke-21 SM. Kemudian Kaisar Konstantinus pada 321 M mengadopsinya. Dan, hari minggu sebagai hari pertama. Tidak ada cerita yang membedakan dengan hari lainnya. Tak terkecuali hari Senin.

Diduga…

Kebencian pada Senin diduga hanya urusan psikologis yang bersumber dari ketakutan dan kecemasan pada akhir pekan dengan sebutan “sunday scaries” atau disebut pula “sunday syndrome” atau “sunday evening feeling” yang bermuara pada perasaan yang dipicu oleh bayang-bayang pekerjaan Senin hingga yang memicu penurunan suasana hati (bad mood) yang ditandai cemas, murung, dan sedih.

Apa sebab

Jika dijelaskan melalui sebuah fenomena psikologis yang disebut Pygmalion Effect semua kegelisahan bersumber dari ekspektasi yang diterima atau diberikan seseorang.

Semakin baik ekspektasi semakin baik pula performa yang ditunjukkan oleh orang tersebut. Dan, ekspektasi itu menjadi kenyataan jika meyakini hal tersebut akan terjadi.

Pygmalion, seorang pematung mitos Yunani yang mengukir patung seorang wanita dan kemudian ia terpikat pada patung yang dibuatnya. *

* Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, Kota Bandung, jurnalis dan kolumnis, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Vila Bumi Panyawangan, Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Leave a Response