KOLOM MEDIA LAWAS

 Majalah Violeta Edisi Mei 1974: Camelia Malik Aduhai Aduh Seksinya

76views

 

Oleh Kin Sanubary 

Majalah Violeta terbitan Mei 1974, yaitu 50 tahun silam, tampil penghias sampul muka artis cantik Camelia Malik. Dia ditampilkan sebagai cover girl ketika berusia 19 tahun. Sedangkan penutup sampul belakang (back cover) ditampilkan pasangan bintang film pendatang baru Christine Hakim yang masih 16 tahun, pose bareng penyanyi ternama Bob Tutupoly, 35 tahun.

Majalah Violeta merupakan salah satu majalah hiburan yang cukup digemari di era tahun 70-an. Diterbitkan oleh PT Tiara Indonesia sejak 12 November 1971.

Kisah penghias sampul, Camelia Malik atau biasa dipanggil akrab Mia merupakan artis kelahiran Jakarta 22 April 1955. Mia adalah putri aktor dan tokoh perfilman Indonesia, Djamaluddin Malik dan adik dari penyanyi rock Achmad Albar. Kelak, di era tahun 90-an Mia dikenal sebagai Ratu Jaipong dan salah seorang Diva Dangdut Indonesia.

Memulai karir sebagai model dan peragawati, Mia aktif sebagai penyanyi juga bintang film. Beberapa film yang pernah dibintanginya yaitu : ~ Pendekar Bambu Kuning (1971) ~ Ratna (1971) ~ Lorong Hitam (1971) ~ Angkara Murka (1972) ~ Laki-laki Pilihan (1973) ~ Batas Impian (1974) ~ Mencari Nafkah (1974).

Dan di era tahun 1980-an Mia aktif di dunia musik Dangdut ketika berpasangan dengan Reynold Panggabean, sang suami. Beberapa albumnya hits di blantika musik Indonesia. Antara lain album Colak-Colek yang dirilis pada 1974. Saat itu sempat jadi viral kutipan lirik-liorik lagunya, seperti: aduhaai aduh manisnya, aduhai aduh seksinya.

Sedangkan sebagai sampul belakang, Christine Hakim merupakan bintang film pendatang baru dengan nama lengkap Herlina Christine Natalia Hakim. Dia kelahiran Kuala Tungkal, Jambi 25 Desember 1956. Setelah terpilih sebagai sampul Majalah Gadis, dia diajak main film oleh Teguh Karya dan membintangi Cinta Pertama (1973) berpasangan dengan Slamet Rahardjo.

Untuk pemotretan Violeta, dia berpasangan dengan penyanyi terkenal Bob Tutupoly yang saat itu baru berusia 35 tahun. Bob lahir di Surabaya, 13 November 1939, melesat di blantika musik tanah air lewat tembang Widuri. Dalam penampilannya Christine Hakim dan Bob Tutupoly terlihat tampil modis dengan celana jeans ciutbray-nya.

Di halaman dalam edisi ini, juga tersaji profil Maria Josepha Sri Sekartanti atau lebih populer dengan nama Tanty Josepha, masih berusia 24 tahun ketika ditampilkan majalah ini. Di layar perak dia dikenal lewat film-film yang dibintanginya yaitu: ~ Di Balik Pintu Dosa (1970) ~ Seribu Janji Ku Menanti (1972) ~ Timang-Timang Anakku Sayang (1973) ~ Ratapan Anak Tiri (1973) ~ Jembatan Merah (1973) ~ Belas Kasih (1973).

Tanty Josepha memiliki darah bangsawan. Dia putri dari Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Gondokusumo, bangsawan dari Keraton Surakarta. Selain sebagai bintang film Tanty juga mahir menyanyi dan sebagai seorang foto model.

Nama Fifi Young aktris senior kelahiran Banda Aceh, 12 Januari 1915 tak bisa dihapus dalam sejarah perfilman Indonesia . Film pertama yang dibintanginya Keris Mataram dirilis tahun 1939. Film ini diproduksi oleh Palembang Oriental dan disutradarai oleh sang suami, Nyoo Cheong Seng. Berkarier di dunia perfilman Indonesia sejak tahun 1929 setelah bergabung dengan rombongan sandiwara Miss Riboet. Fifi Young pernah terpilih sebagai salah seorang tokoh berpakaian terbaik dalam anugerah 10 Best Dressed Women ’75.

Fifi Young terpilih sebagai bintang film terbaik FFI 1955 untuk film Tarmina . Dia juga tampil dalam Senyum Jakarta program rutin di TVRI bersama Netty Herawati, Tan Tjeng Bok (Pak Item), Darussalam dan Mansyur Syah.

Di usia 26 tahun Idris Sardi telah dikenal sebagai seorang komposer, konduktor dan musisi yang kemudian dijuluki sebagai “Si Biola Maut” karena keahliannya dan kepiawaian memainkan biola. Idris Sardi kelahiran 7 Juni 1938, dikenal sebagai seorang illustrator musik film yang karya-karyanya banyak menghiasi film-film nasional.

Idris Sardi kemudian mendapat kepercayaan dari Presiden Soeharto dan para Jenderal TNI Angkatan Darat untuk memimpin korps musik Satuan Musik Militer (Satsikmil). Dan Idris Sardi mendapatkan pangkat kehormatan dan berhak menyandang nama Letnan Kolonel CAJ Tituler Muhammad Idris Sardi.

Duo Koes Bersaudara, Nomo Koeswoyo dan Tony Koeswoyo . Beda pendapat, Tony membentuk Koes Plus, Nomo membentuk No Koes.
Terungkap pengakuan dari Nomo Koeswoyo, bahwa bubarnya band Koes Bersaudara dan terbentuknya Koes Plus merupakan akibat dari perselisihan antara Nomo (drummer) dengan Tony Koeswoyo. Selanjutnya Tony memimpin Koes Plus dan Nomo vakum dari dunia musik.

Nomo Koeswoyo sempat tinggal lama di kota Bandung dan berbisnis jual beli mobil.

Setelah beberapa lama akhirnya Nomo kembali ke dunia musik sebagai pedagang kaset dan mendirikan studio rekaman. Nomo mendirikan Yukawi studio yang merekam kaset-kaset dan piringan hitam. Nomo juga membentuk grup band baru bernama No Koes dan merekam album pertamanya dengan judul Sok Tahu dan merilis album kaset PATAS Tanpa Murry.

Murry merupakan drummer Koes Plus yang keluar dari grup band sebelumnya yang bernama PATAS.

Vokalis Iin Parlina memiliki perawakan kecil, ramping dan masih remaja ketika terlihat tampil diantar tiga pemuda tampan yang notabene kakak-kakaknya, Syam, Acil dan Jaka yang terkenal dengan kelompok Trio Bimbo asal Kota Kembang Bandung. Sejak tahun 1972 bergabung dengan Bimbo, Iin telah merekam 4 album piringan hitam.

Di tahun 1974 itu, Iin Parlina dikenal juga sebagai mahasiswi jurusan Sastra Prancis Unpad Bandung (Universitas Padjadjaran) dan tergabung dengan kelompok paduan suara Volksong Unpad yang dipimpin oleh Iwan Abdurachman, yang juga seorang musisi Bandung.

Dari perfilman Hollywood, sosok macho yang tampil dalam film-film cowboy, Charles Bronson terpilih sebagai aktor yang paling populer di Eropa dan digelari sebagai Aktor Paling Seksi di Dunia. Charles Bronson memulai karirnya di dunia film ketika berusia 27 tahun sebelumnya Bronson hanya sebagai buruh tambang di Pensylvannia, Amerika Serikat.

Film-film Bronson yang cukup terkenal dan menjadikan Bronson menjadi bintang film top yaitu: The Dirty Dozen dan The Magnificent Seven“. Di Indonesia wajahnya populer berkat iklan kosmetik pria, Mandom.

Dari perfilman Mandarin, dikabarikan aktor laga Wang Yu diboikot oleh para produser film. Shaw Brothers (SB) menuntut ganti rugi dan memboikot Wang Yu dikarenakan keluar dari SB sebelum masa kontrak habis. Persatuan Produser Film Taiwan telah mengedarkan surat kepada para anggotanya agar memboikot segala kegiatan Wang Yu di film dan untuk menyelesaikan sengketa terlebih dahulu dengan Shaw Brothers (SB).

Selain menampilkan artis artis yang eksklusif, Majalah Violeta memiliki rubrik tetap yaitu : ~ Horoskop: Hidup, Cinta dan Karier ~ Mode & Pola ~ Kriminil ~ Humor ~ Teka Teki Silang ~ Cerpen.

Rubrik cerita pendek menampilkan kisah : Kribo karya Motinggo Busye ~ Dahlia Sayangku karya Jusuf Lubis dan Cerita Silat Wiro Sableng 212 dalam Kisah Rahasia Patung Dewi Kwan Im karya Bastian Titto.

Semoga dengan membaca dan mengulas kembali majalah Violeta edisi Mei 1974 bisa membuka kembali kenangan lama, yang mungkin terlupakan. *

* Kin Sanubary, kolektor, pendiri dan pengelola Rumah Media Lawas, penetima Penghargaan PWI Jawa Barat 2023 kategori pelestari media massa nasional, bermukim di Tanjungwangi, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Leave a Response