
60views
Bandung, bandungpos.id —
Kecamatan Panyileukan memberikan apresiasi atau reward dalam bentuk stiker yang ditempelkan di rumah warga yang telah memilah sampah mandiri.
Inovasi ini diapresiasi Ketua Harian Satgas Darurat Sampah Kota Bandung, Ema Sumarna. Ia berharap inovasi ini dapat ditiru oleh kecamatan lainnya.
“Ini hal baru yang saya temukan selama berkeliling ke 24 kecamatan,” ujar Ema di Kantor Kecamatan Panyileukan, kemarin.
Ema juga menjelaskan, saat ini kemandirian pengolahan sampah sudah terlihat di Kecamatan Panyileukan.
Hal ini terlihat dari organisasi masyarakat yang mulai bergerak membentuk Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) yang akan bergerak di bidang pengelolaan sampah.
“Kemandiriannya sudah terlihat. Ini yang kita harapkan. Dengan begitu, tidak ada lagi sampah yang keluar dari wilayah Kecamatan Panyileukan,” ujarnya.
Ema menyebut di wilayah Kecamatan Panyileukan, ada satu titik yang menjadi perhatian bersama, yaitu Pasar Induk Gedebage yang setiap harinya menyumbang sampah hingga 16 ton.
Untuk menunjang proses pengelolaan sampah di kawasan ini, Pemkot Bandung rencananya akan memasang dua unit mesin Stungta (insenerator buatan PT. Pindad).
Ema optimis, dengan kolaborasi dan berbagai inovasi yang telah dilakukan, Kota Bandung dapat segera keluar dari status darurat sampah.
“Efektifnya alat Stungta ini bisa membakar dua ton per hari. Selain itu, alat ini sudah lolos dari uji apapun, kami rasa sudah sangat aman. Dengan begitu, kami juga berharap permasalahan sampah di wilayah kerja kota bisa segera terselesaikan,” ucapnya.*
add a comment





