
Bandung, BANDUNGPS.ID – Refleksi Kepengurusan NPCI Jabar Periode 2019-2024 dengan tema Lima Tahun Kebersamaan NPCI Jabar Dalam Meraih Prestasi Untuk Jabar Juara digelar Senin (22/1/2024) di Hotel Fabu Jalan Kebon Jati Kota Bandung.
Hadir pada acara refleksi, Kadispora Jabar Asep Sukmana. Sementara ketua umum NPCI Jabar Supriatna Gumilar hadir via zoom. Sesi awal refleksi dibuka dengan tausiah dari Ustadz Evie Effendi.
Di sesi via zoom, Supriatna mengucapkan terima kasih kepada pengurus NPCI Jabar yang telah membantunya selama periode lima tahun kebelakang di era kepemimpinannya. Dimasa kepemimpinannya, Supriatna mengatakan banyak pelajaran yang dipetik, diantaranya tentang bagaimana berorganisasi dengan baik.
“Inilah hal yang paling berharga yang saya dapat ketika memimpin NPCI Jabar. Lewat pelajaran berharga pula akhirnya saya berkiprah di dunia politik,” ujar Supriatna.
Akan halnya gelaran Musda NPCI Jabar yang akan dilaksanakan pada akhir Februari atau awal Maret, Supriatna menyerahkan sepenuhnya pada pengcab-pengcab sebagai pemilik hak suara.
“Saya memohon pada rekan-rekan semua jangan sampai di Musda ada rame-rame. Saya sudah beberapa kali pertemuan dengan ketua pengcab maupun pengurus di Jabar. Intinya jangan sampai gaduh,” ujarnya.
Supriatnapun persilahkan kalau ada yang maju jadi ketua umum dengan catatan harus menempuh mekanisme yang baik dan benar. Supriatna menegaskan seandainya Musda berlangsung gaduh, dirinya yang akan mengalah.
“Kalau menimbulkan kegaduhan, saya tidak akan maju mencalonkan diri (lagi) sebagai ketum. Saat ini saya menangkap sinyal ada dua kubu menjelang musda. Kalau kemudian efek dari dua kubu ini menimbukan kegaduhan, saya akan mundur dari pencalonan, Politik tidak saya pakai di organisai NPCI karena politik itu kejam.,” ucap Supriatna.
Supriatna mengatakan, kalau ada yang mau maju sebaiknya berkomunikasi dengan dirinya secara baik-baik. Jangan berbicara dibelakang kemudian timbul kegaduhan. Organisasi NPCI adalah kendaraan disabilitas. Jadi idealnya, beroranisasilah dengan dewasa.
“Saya tahu dinamika yang sekarang terjadi, mau ngumpet dimanapun saya tahu. Semalam ada kumpulan sayapun tahu, tapi saya diamkan karena saya tidak mau gaduh, jangan merasa tua di NPCI lantas bisa bersikap senaknya. Yang tua-tua itu harusnya berkumpul, ngobrol, bagaimana NPCI kedepannya. Jangan ada permusuhan. Ingat kekuasaan tidak ada yang kekal,”’ papar Supriatna.
Pada kesempatan itupun Supriatna mengucapkan terima kasih kepada jajarana pengurus NPCI Jabar peride 2019-2024 sekaligus memohon maaf bila ada ada kesalahan. (den)





