
Bandung, BANDUNGPOS.ID- Gelaran acara Refleksi Kepengurusan NPCI Jabar Periode 2019-2024 dengan tema Lima Tahun Kebersamaan NPCI Jabar Dalam Meraih Prestasi Untuk Jabar Juara digelar Senin (22/1/2024) di Hotel Fabu Jalan Kebon Jati Kota Bandung.
Menurut Sekretaris Umum NPCI Jabar Agung Fajar Bayu Adjie, acara ini dilaksanakan untuk refleksi program selama kepengurusan 2019-2024. Dan dalam waktu dekat ini NPCI Jabar akan melaksanakan Musyawarah Daerah (Musda).
Adapun waktu pelaksanaan Musda, antara Febuari akhir atau di awal Maret sehingga pada saat Musda sudah tidak ada lagi pembahasan program kerja kegiatan tahun lalu, jadi yang dibahas hanya tata tertib, pembahasan program kerja kedepan dan pemilihan ketua umum.
“Dalam rapat tadi kita mendengar keluh kesah pengcab dalam hal ketidaksenangan program kita. Yang jelas, masih banyak hal-hal yang belum bisa kita selesaikan. Masih banyak juga program yang ingin kita capai dimasa kepengurusan Pak Supriatna Gumilar,” ujar Agung Fajar Bayu Adjie.
Usai refleksi, Agung mengatakan akan ada beberapa kegiatan lagi, antara lain rapat internal untuk pembentukan OC dan SC. Soal penentuan tempat lokasi – ujar Agung, biasanya yang kira-kira pengcabnya belum maksimal, sehingga memotivasi daerah tersebut mengajukan diri menjadi tuan rumah ketika NPCI Jabar menggelar Musda.
“Dalam pelaksanaan Musda nanti yang memiliki hak suara adalah pengcab ditambah OC dan SC. Berarti hanya 27 pengcab dan 2 panitia. Itupun dengan catatan SK pengcabnya aktif. Ada beberapa pengcab yang SK nya akan habis. Secara AD/ART NPCI Jabar, pengcab yang SK habis mutlak tidak memilki hak suara,” ujar Agung seraya menambahkan bahwa saat ini ada 2 pengcab yang baru dibentuk yaitu kota Bandung dan Kabupaten Kuningan.
Soal kegaduhan yang disinggung Ketum NPCI Jabar, Agung menila adalah hal yang lumrah dalam pergantian kepengurusan. Ada beberpa pengcab yang ingin suasana baru dengan pergantian pimpinan.
“Lumrah, silahkan saja kalau ada kegaduhan. Tapi Pak Ketua Umum mengatakan, daripada gaduh, mari duduk bareng, Misalnya ada penyampaian aspirasi langsung ke ketum, sudah pasti ada solusi dan titik temunya. Ketum juga tidak mempertahankan jabatan sebagai ketum NPCI Jabar, silahkan saja kalau ada yang berminat,” ungkap Agung.
Agung mengatakan, satu hal yang belum tuntas dimasa kepengurusan Supriatna Gumilar adalah belum memiliki kantor sendiri. Sekarang ini kantor masih mendompleng di Komplek SPOrT Jabar Acamanik.
“Diluar masalah itu (fasilitas kantor sendiri), seperti misalnya masalah prestasi dan atlet semua sudah terpaparkan di penyampain pengcab . Juga masalah pemerintahan, semua sudah suport dan hadir langsung diacara refleksi tadi,” ujar Agung.
Agung mengucapkan terima kasih kepada stake holder, Dispora, Pemprov Jabar, Anggota Dewan khususnya komisi V, Inspektorat dan BPKAD atas sinergitas yang selama ini dibangun bersama NPCI Jabar. (den)





