Daerah

Penjabat Bupati Garut Barnas Adjidin Dorong Produk Kulit dan Batik Lokal

Penjabat Bupati Garut Barnas Adjidin Dorong Produk Kulit dan Batik Lokal

46views

 GARUT, BANDUNGPOS.ID– Pejabat (PJ) Bupati Garut, Barnas Adjidin, memimpin Apel Pagi di Kantor Kecamatan Tarogong Kaler pada Jumat (26/1/2024). 

Barnas Adjidin menyampaikan pentingnya peningkatan kinerja pegawai dan berharap agar Kabupaten Garut terus berkembang menjadi daerah yang aman dan nyaman, khususnya dalam sektor pariwisata. Lebih lanjut, ia menghimbau masyarakat, terutama pegawai, untuk mendukung produk lokal dengan menggunakan produk asli Garut, seperti kulit dan batik.

 hal. Bupati Garut merencanakan penyelenggaraan sebuah fashion show di Area Pendopo atau Alun-Alun Garut, yang akan menampilkan pakaian kulit dan batik khas Garutan.

Kehadiran Pj Bupati dalam apel ini tidak hanya menegaskan komitmennya terhadap peningkatan kinerja pemerintah daerah, tetapi juga dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui promosi pariwisata dan produk khas daerah. 

Turut dihadiri Camat Rahmat Alamsyah, UPT Kepala di lingkungan Kecamatan, Pegawai Kecamatan Tarogong Kaler, Kepala KUA Kecamatan, serta para Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan

Sementara itu Kampung Paledang, Kelurahan Kota Kulon, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, kini memiliki wajah baru, Gapura Kampung Batik, yang diresmikan oleh Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Garut, Diah Kurniasari. 

Peresmian yang berlangsung pada Jumat 19 Januari 2024 ini ditandai dengan berdirinya replika canting raksasa di samping kiri gapura. Dalam peresmian tersebut, Diah Kurniasari menyampaikan pentingnya pembangunan gapura sebagai langkah untuk memperkenalkan dan mengemas Kampung Paledang sebagai Kampung Batik. 

Hal ini diharapkannya dapat meningkatkan regenerasi pengrajin batik, khususnya di kalangan generasi muda. Diah juga menyampaikan, pemerintah daerah telah memberikan berbagai bentuk dukungan, termasuk pembentukan koperasi, pelatihan, dan sertifikasi profesi bagi pembatik.

“Jadi sekarang kami ingin menunjukkan bahwa para perajin ini sudah bersatu, dan kami juga mengharapkan ada regenerasi jadi anak-anak mudanya dengan adanya keadaan batik ini maju, maka anak muda pun akan mau belajar untuk membatik,” ucapnya.

Diah menambahkan, motif Batik Garutan sejak zaman dahulu terkenal dengan warna-warna alam, serta tidak memiliki warna yang mencolok. Menurutnya, hal inilah yang harus dilestarikan di Kabupaten Garut.

Dengan adanya Kampung Batik ini, juga menjadi sarana edukasi kepada anak-anak sekolah dengan belajar mengenai batik khususnya batik Garutan.

“Udah ada beberapa anak sekolah mereka ekskulnya belajar membatik, mereka langsung ke sini, jadi tinggal dijadwal,” ucapnya.

Ia berharap, dengan adanya Gapura Kampung Batik ini dapat menjadi sebuah branding terhadap para pembatik garutan yang berada di Kampung Paledang. 

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi Sumber Daya Mineral (Disperindag) ESDM Garut, Ridwan Effendi, menyatakan, dengan branding ini diharapkan dapat menjadikan Kampung Batik sebagai destinasi wisata kerajinan baru di Kabupaten Garut. 

Dengan kerja sama lintas sektoral, Ridwan berharap Kampung Batik Paledang dikenal tidak hanya di skala lokal, tetapi juga regional, nasional, bahkan internasional.

“Harapannya ini bisa menjadi paket kunjungan wisata di Kabupaten Garut berbasis kerajinan,” imbuhnya.

Ridwan Effendi menambahkan, pemerintah daerah akan terus berupaya meningkatkan dukungan infrastruktur dan fasilitas untuk pertumbuhan industri batik di Kabupaten Garut. Gapura ini dianggap sebagai simbol pengakuan dan motivasi bagi perajin batik untuk terus berkembang dan berinovasi.

Senada dengan Ketua Dekranasda Garut, Ridwan menyampaikan, pemerintah daerah telah memberikan fasilitasi dalam berbagai hal, salah satunya yaitu sertifikasi profesi kepada perajin batik di Kabupaten Garut yang telah diserahkan pada momen Hari Batik Nasional.

“Walaupun memang belum maksimal tentu ini menjadi pekerjaan rumah kami ke depan bagaimana pemerintah daerah dengan segenap pihak bisa lebih mendorong dukungan sarana prasarana dan fasilitas bagi pertumbuhan kerajinan batik khususnya Kabupaten Garut,” katanya.

Ia berharap dengan adanya Gapura Kampung Batik ini dapat mengenalkan masyarakat terhadap eksistensi pengrajin batik Garutan. Selain itu, gapura ini juga merupakan sebuah pengakuan dari pemerintah serta bentuk motivasi bagi para pengrajin batik untuk bisa lebih eksis, lebih kreatif, serta lebih produktif untuk mengembangkan batik Garutan.

“Jadi kita ingin memberikan nilai tambah, tidak hanya batik Garutannya, tapi edu wisatanya, kemudian lingkungannya, pendidikannya kemudian kesehatannya pun kita saling mendukung,” katanya.

Dengan peresmian Gapura Kampung Batik ini, diharapkan akan terjadi peningkatan nilai tambah, tidak hanya pada batik Garutan, tetapi juga pada aspek pendidikan, kesehatan, dan lingkungan di sekitar kampung batik tersebut. (Adem/BNN)

 

 

Leave a Response