AgamaMIMBAR JUMAT

Gambaran Ngerinya Hari Kiamat

Gambaran Ngerinya Hari Kiamat

230views

Oleh H. Dadang Suherman,. SH ( Penggiat Pokja Literasi Kota Bandung)

Kumpukan hadis Nabi Muhammad SAW, untuk refensi dan kajian Ummat Islam , kita mulai dari Abdullah bin Umar radhiyallahu anhu Rasulullah ﷺ bersabda,

إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ لَا يَخْسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلَا لِحَيَاتِهِ وَلَكِنَّهُمَا آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمَا فَصَلُّوا

“Sesungguhnya matahari dan bulan tidak akan mengalami gerhana disebabkan karena mati atau hidupnya seseorang akan tetapi keduanya adalah dua tanda dari tanda-tanda kebesaran Allah. Maka jika kalian melihat gerhana keduanya, shalatlah”. HR. Bukhari no.2962

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu Rasulullah ﷺ bersabda,

يَقْبِضُ اللَّهُ الْأَرْضَ وَيَطْوِي السَّمَاءَ بِيَمِينِهِ ثُمَّ يَقُولُ أَنَا الْمَلِكُ أَيْنَ مُلُوكُ الْأَرْضِ

“Allah menggenggam bumi dan melipat langit dengan tangan kanan-Nya seraya berfirman, ‘Akulah Sang Raja, mana orang-orang yang mendakwakan dirinya sebagai raja-raja bumi?”
HR. Bukhari no. 6038

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُصَلِّي جَالِسًا فَيَقْرَأُ وَهُوَ جَالِسٌ فَإِذَا بَقِيَ مِنْ قِرَاءَتِهِ قَدْرُ مَا يَكُونُ ثَلَاثِينَ أَوْ أَرْبَعِينَ آيَةً قَامَ فَقَرَأَ وَهُوَ قَائِمٌ ثُمَّ رَكَعَ وَسَجَدَ ثُمَّ صَنَعَ فِي الرَّكْعَةِ الثَّانِيَةِ مِثْلَ ذَلِكَ

bahwa Nabi ﷺ pernah salat dengan duduk. Apabila bacaan beliau tersisa kira-kira tiga puluh atau empat puluh ayat, maka beliau berdiri dan membaca (surah) dengan berdiri lalu rukuk dan sujud. Beliau juga melakukan seperti itu pada rakaat kedua.”HR. Tirmidzi no. 341

Ummu Salamah radhiyallahu anha berkata,

مَا خَرَجَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ بَيْتِي قَطُّ إِلَّا رَفَعَ طَرْفَهُ إِلَى السَّمَاءِ فَقَالَ اللَّهُمَّ أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَضِلَّ أَوْ أُضَلَّ أَوْ أَزِلَّ أَوْ أُزَلَّ أَوْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَ أَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عَلَيَّ

“Nabi ﷺ tidak pernah keluar dari rumah kecuali beliau melihat ke langit seraya berdoa, “ALLAHUMMA A’UUDZU BIKA AN ADLILLA AU UDLALLA AU AZILLA AU UZALLA IA AZHLIMA AU UZHLAMA AU AJHALA AU UJHALA ‘ALAYYA (Ya Alla ya Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari ketersesatan atau disesatkan, tergelincir atau digelincirkan, menzalimi atau dizalimi dan membodohi atau dibodohi).”
HR. Abu Daud no. 4430

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu Rasulullah ﷺ bersabda,

حَقُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ سِتٌّ قِيلَ مَا هُنَّ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ إِذَا لَقِيتَهُ فَسَلِّمْ عَلَيْهِ وَإِذَا دَعَاكَ فَأَجِبْهُ وَإِذَا اسْتَنْصَحَكَ فَانْصَحْ لَهُ وَإِذَا عَطَسَ فَحَمِدَ اللَّهَ فَسَمِّتْهُ وَإِذَا مَرِضَ فَعُدْهُ وَإِذَا مَاتَ فَاتَّبِعْهُ

“Hak seorang muslim terhadap muslim yang lain ada enam perkara.” Lalu beliau ditanya: “Apa yang enam perkara itu wahai Rasulullah?” Jawab beliau: “Bila engkau bertemu dengannya, ucapkankanlah salam kepadanya. Bila ia mengundangmu, penuhilah undangannya. Bila ia meminta nasihat, berilah nasihat kepadanya. Bila ia bersin lalu membaca tahmid, doakanlah semoga ia mendapatkan rahmat. Bila ia sakit, kunjungilah dirinya. Dan bila ia meninggal dunia, iringilah jenazahnya ke pekuburan.”
HR. Muslim no. 4023

Dari Abdullah bin Abu Husain radhiyallahu anhu Rasulullah ﷺ bersabda,

إِنَّ مِنْ أَرْبَى الرِّبَا الِاسْتِطَالَةَ فِي عِرْضِ الْمُسْلِمِ بِغَيْرِ حَقٍّ

“Sesungguhnya seburuk-buruk riba adalah merusak kehormatan orang lain dengan cara yang tidak dibenarkan.”HR. Abu Daud no. 4233

Dari Abu Umamah radhiyallahu anhu Rasulullah ﷺ bersabda,

إِنَّ الْأَمِيرَ إِذَا ابْتَغَى الرِّيبَةَ فِي النَّاسِ أَفْسَدَهُمْ

“Sesungguhnya jika seorang penguasa telah berburuk sangka kepada manusia (rakyatnya), maka itu akan merusak mereka.”
HR. Abu Daud no. 4245

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu Rasulullah ﷺ bersabda,

احْتَجَّتْ الْجَنَّةُ وَالنَّارُ فَقَالَتْ الْجَنَّةُ يَدْخُلُنِي الضُّعَفَاءُ وَالْمَسَاكِينُ وَقَالَتْ النَّارُ يَدْخُلُنِي الْجَبَّارُونَ وَالْمُتَكَبِّرُونَ فَقَالَ لِلنَّارِ أَنْتِ عَذَابِي أَنْتَقِمُ بِكِ مِمَّنْ شِئْتُ وَقَالَ لِلْجَنَّةِ أَنْتِ رَحْمَتِي أَرْحَمُ بِكِ مَنْ شِئْتُ

“Surga dan neraka berbantah-bantahan, surga berkata, Orang-orang lemah dan orang-orang miskin memasukiku. Neraka berkata, Orang-orang congkak dan sombng memasukiku. Lalu Allah berfirman kepada neraka: Kau adalah siksa-Ku, denganmu Aku menyiksa siapa pun yang Aku kehendaki. Allah berfirman kepada surga: Kau adalah rahmat-Ku, denganmu Aku merahmati siapa saja yang Aku kehendaki.” HR. Tirmidzi no. 2484

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu Rasulullah ﷺ bersabda,

إِنَّمَا سُمِّيَ الْخَضِرَ أَنَّهُ جَلَسَ عَلَى فَرْوَةٍ بَيْضَاءَ فَإِذَا هِيَ تَهْتَزُّ مِنْ خَلْفِهِ خَضْرَاءَ

“Asal usul dinamakan al-Khadlir, karena ia biasa duduk di atas pakaian terbuat dari bulu binatang yang berwarna putih. Dan apabila pakaian itu bergerak-gerak (bulunya melambai-lambai) akan tampak dari baliknya warna kehijauan (Khadlra’).” HR. Bukhari no. 3150

 

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu Rasulullah ﷺ bersabda,

أَسْرِعُوا بِالْجَنَازَةِ فَإِنْ يَكُنْ خَيْرًا تُقَدِّمُوهَا إِلَيْهِ وَإِنْ يَكُنْ شَرًّا تَضَعُوهُ عَنْ رِقَابِكُمْ وَفِي الْبَاب

“Percepatlah kalian dalam membawa jenazah. Jika jenazah itu baik maka kalian telah mendekatkan kebaikan. Jika jenazah itu jelek, maka kalian telah melepaskan dari pundak kalian.” HR. Tirmidzi no. 936

Dari Khaulah Al Anshariyyah radhiyallahu anhu Rasulullah ﷺ bersabda,

إِنَّ رِجَالًا يَتَخَوَّضُونَ فِي مَالِ اللَّهِ بِغَيْرِ حَقٍّ فَلَهُمْ النَّارُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Sesungguhnya ada orang-orang yang mendistribusikan harta Allah dengan jalan yang tidak benar, maka bagi mereka neraka pada hari kiamat”. HR. Bukhari no. 2886

Dari Aisyah radhiyallahu anha Rasulullah ﷺ bersabda,

مَنْ أَحَبَّ لِقَاءَ اللَّهِ أَحَبَّ اللَّهُ لِقَاءَهُ وَمَنْ كَرِهَ لِقَاءَ اللَّهِ كَرِهَ اللَّهُ لِقَاءَهُ وَالْمَوْتُ قَبْلَ لِقَاءِ اللَّهِ

“Barang siapa yang senang berjumpa dengan Allah, maka Allah pun akan senang berjumpa dengannya. Barang siapa yang membenci untuk berjumpa dengan Allah, tentu Allah juga akan benci untuk berjumpa dengannya. Sementara itu, kematian adalah titik awal perjumpaan dengan Allah.”  HR. Ahmad no. 24796

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu Rasulullah ﷺ bersabda,

اللَّهُمَّ فَأَيُّمَا عَبْدٍ مُؤْمِنٍ سَبَبْتُهُ فَاجْعَلْ ذَلِكَ لَهُ قُرْبَةً إِلَيْكَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Ya Allah, siapapun orang Mukmin yang pernah kucela, maka jadikanlah hal itu sebagai pahala untuknya di sisi-Mu kelak di hari Kiamat.”

Dari Aisyah radhiyallahu anha berkata

وَاللَّهِ مَا خُيِّرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَيْنَ أَمْرَيْنِ قَطُّ إِلَّا أَخَذَ أَيْسَرَهُمَا مَا لَمْ يَأْثَمْ فَإِذَا كَانَ الْإِثْمُ كَانَ أَبْعَدَهُمْ مِنْهُ وَاللَّهِ مَا انْتَقَمَ لِنَفْسِهِ فِي شَيْءٍ يُؤْتَى إِلَيْهِ قَطُّ حَتَّى تُنْتَهَكَ حُرُمَاتُ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ فَيَنْتَقِمَ لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ

“Demi Allah, tidaklah Rasulullah ﷺ diberi pilihan antara dua hal, melainkan beliau akan memilih hal yang paling mudah dari keduanya selama tidak berdosa. Apabila hal tersebut mengandung unsur dosa, tentu beliau adalah orang yang paling jauh darinya. Demi Allah, beliau tidak pernah sama sekali mendendam terhadap suatu hal untuk dirinya sendiri, kecuali bila larangan Allah ﷻ dilanggar, sehingga beliau membalas hanya karena-Nya ﷻ semata.”
HR. Ahmad no. 24686

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu berkata,

ّمَنْ أَنْفَقَ زَوْجَيْنِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ دَعَتْهُ خَزَنَةُ الْجَنَّةِ أَيْ فُلُ هَلُمَّ فَقَالَ أَبُو بَكْرٍ ذَاكَ الَّذِي لَا تَوَى عَلَيْهِ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَرْجُو أَنْ تَكُونَ مِنْهُمْ

Barang siapa yang menginfakkan sepasang sesuatu di jalan Allah, maka penjaga-penjaga surga akan memanggilnya, setiap penjaga pintu surge memanggil, “Kemarilah.” Abu Bakar berkata, “Wahai Rasulullah, itulah orang yang tidak akan rugi dan sengsara.” Maka Nabi ﷺ bersabda, “Aku berharap kamu termasuk diantara mereka”.
HR. Bukhari no. 2977

Dari Ibnu Umar radhiyallahu anhu Rasulullah ﷺ bersabda,

َّمَنْ سَرَّهُ أَنْ يَنْظُرَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ كَأَنَّهُ رَأْيُ عَيْنٍ فَلْيَقْرَأْ إِذَا الشَّمْسُ كُوِّرَتْ وَإِذَا السَّمَاءُ انْفَطَرَتْ وَإِذَا السَّمَاءُ انْشَقَّتْ

“Barang siapa yang ingin melihat hari kiamat seolah-olah seperti pandangan mata, hendaknya ia membaca ayat: Idzasysyamsu kuwwirat, Idzas Samaaunfatharat, dan idzas samaaunsyaqqats.
HR. Tirmidzi no. 3256

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu Rasulullah ﷺ bersabda,

لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُقَاتِلَ الْمُسْلِمُونَ الْيَهُودَ فَيَقْتُلَهُمْ الْمُسْلِمُونَ حَتَّى يَخْتَبِئَ الْيَهُودِيُّ وَرَاءَ الْحَجَرِ أَوْ الشَّجَرَةِ فَيَقُولُ الْحَجَرُ أَوْ الشَّجَرُ يَا مُسْلِمُ يَا عَبْدَ اللَّهِ هَذَا يَهُودِيٌّ خَلْفِي فَتَعَالَ فَاقْتُلْهُ إِلَّا الْغَرْقَدَ فَإِنَّهُ مِنْ شَجَرِ الْيَهُودِ

“Hari Kiamat tidak akan tiba hingga terjadi peristiwa kaum Muslimin memerangi orang-orang Yahudi. Kala itu kaum Muslimin akan membunuh mereka sampai-sampai ada seorang Yahudi yang bersembunyi di balik batu atau pohon, lalu batu atau pohon tersebut berkata, ‘Hai Muslim! Hai hamba Allah! Ini ada seorang Yahudi tengah bersembunyi di belakangku. Kemari dan bunuhlah!’ Dikecualikan pohon Gharqad yang merupakan pohon milik Yahudi.” HR. Ahmad no. 9029** (Penulis ANS Disarpus Kota Bandung dan aktif  Penggiat Literasi)

Leave a Response