

Oleh Ny. Neti Supriati, SH,.M.Si
SEPERTINYA.. banyak yang menganggap bahagia hanyalah tentang mendapatkan sesuatu. Padahal, bahagia yang sejati juga bisa kita dapatkan dari meninggalkan sesuatu. Meninggalkan hal-hal yang dilarang-Nya, pasti akan bahagia dalam penjagaan-Nya.
Seringkali Allah menunda kita dari sesuatu yang indah.
Bukan karena kita tak berhak mendapatkannya, tapi karena Allah tahu itu tak cukup baik untuk kita.
Allah menundanya demi menghadirkan yang lebih indah, dan itu yang cocok buat kita. Kita dihalangi dari rasa suka pada bukan tempatnya, untuk dihadiahi rasa cinta sejati dalam keridhaan-Nya.
Tahu-tahu, tanpa kita menyangka, ternyata Allah berikan kejutan yang selama ini tak pernah kita bayangkan. Ini bukan cerita dongeng. Ini kisah nyata bagi mereka yang percaya.
Doa Setelah Sholat Fardhlu
Dari Mu’adz bin Jabal radhiyallahu anhu bahwasanya Rasulullah ﷺ pernah memegang tangannya seraya bersabda,
يَا مُعَاذُ وَاللَّهِ إِنِّي لَأُحِبُّكَ وَاللَّهِ إِنِّي لَأُحِبُّكَ فَقَالَ أُوصِيكَ يَا مُعَاذُ لَا تَدَعَنَّ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ تَقُولُ اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ
“Wahai Mu’adz, demi Allah, sesungguhnya aku mencintaimu.” Kemudian beliau melanjutkan sabdanya: “Aku wasiatkan kepadamu wahai Mu’adz, janganlah engkau tinggalkan setiap selesai salat untuk berdoa, “ALLAAHUMMA A’INNII ‘ALAA DZIKRIKA WA SYUKRIKA WA HUSNI ‘IBAADATIK (Ya Allah, bantulah aku untuk ingat dan bersyukur kepada-Mu, serta beribadah kepada-Mu dengan baik).” HR. Abu Daud no. 1301. ** Penulis Penggiat Literasi Pokja Literasi Kota Bandung





