
Bandung, BANDUNGPOS.ID – Sampai dengan Selasa (9/1/2024) baru satu calon yang mendaftar untuk menjadi orang nomor satu di tubuh Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Bandung.
“Sampai hari ini (Selasa, 9/1/2024) sudah kami terima persyaratan dari Pak Erik sebagai calon Ketua KORMI Kota Bandung periode 2024-2028. Persyaratan kami nilai sudah lengkap termasuk dukungan dari 25 Induk Organisasi Olahraga (INORGA) dari 37 anggota INORGA yang memiliki hak suara,” ujar Ketua Organizing Committe (OC) Musyawarah Kota (Muskot) KORMI, Akhmad Gartila di Sekretariat KORMI Jalan Lodaya Kota Bandung, Selasa (9/1/2024).
Muskot KORMI akan dilaksanakan Rabu (17/1/2024) di El Cavana Hotel Bandung. Akhmad Gartila mengatakan, menurut ketentuan pada Selasa tanggal 9 Januari 2024 masih terbuka untuk bakal calon lainnya mendaftarkan diri.
Pengambilan formulir dibuka mulai tanggal 3 sampai 7 Januari bisa offline datang ke sekretariat atau online. Setelah pengambilan formulir dengan batas akhir tanggal 7 Januari dilanjutkan dengan batas akhir pengembalian formulir yaitu tanggal 9 Januari. Besok harinya, Kamis 10 Januari dilakukan verifikasi.
“Pengembalian formulir tentu dengan beberapa persyaratan yang telah terpenuhi antara lain, pertama kesanggupan dari bakal calon ketua, kedua keterangan domisili di Kota Bandung, ketiga mendapat dukungan minimal dari 7 INORGA, keempat bakal calon selesai menempuh pendidikan strata 1 (S1) dan terakhir ada kesanggupan dari bakal calon untuk sama-sama memberikan dana talangan penyelenggaraan Muskot,” kata Akhmad Gartila.
Sampai saat ini – tutur Akmad Gartila, dana untuk penyelenggaraan Muskot belum cair. Lantaran itu para bakal calon harus berkomitmen untuk menanggung bersama dana penyelenggaraan Muskot.
Ditempat yang sama, bakal calon ketua KORMI Kota Bandung periode 2024-2028 Erik .M Zaki Anggara, SE, AIFO mengatakan, mewakili teman-teman yang mendukungnya, yakni 25 INORGA, telah merampungkan persyaratan awal yaitu telah mengembalikan formulir pendaftaran dengan persyaratan yang lengkap.
“Saya mohon doanya. Apapun kendalanya yang jelas hari ini, hari terakhir, saya telah mengembalikan formulir,” ujar Erik.
Adapun latar belakang yang menbuat dirinya maju untuk mencalonkan diri sebagai ketua KORMI adalah adanya penawaran dari ketua KORMI sebelumnya , Deni Wibawa Mukti. Butuh waktu satu tahun – tutur Erik, untuk mempertimbangkan penawaran Deni Wibawa Mukti.
“Setelah berpikir selama setahun akhirnya saya memberanikan diri untuk menjawab tantangan dari ketua sebelumnya untuk maju dengan visi dan misi yang akan saya buka di Muskot nanti,” ungkap Erik,
Erik mengatakan seandainya terpilih nanti tentu merupakan amanah yang berat ditambah sekarang ada Undang Undang SKN dimana KORMI juga masuk didalamnya.
“Yang jelas kami harus on the track dan bergandengan dengan para stake holder terutama pemerintah daerah karena KORMI tentunya tidak bisa berdiri sendiri, ini menyangkut massa yang banyak. Walaupun ada 37 INORGA yang memiliki hak suara, tapi secara keseluruhan sudah ada 54 INORGA. Bagi saya ini adalah massa yang banyak,” papar Erik. (den)





