Kolom Mahasiswa

Penyakit Mengintai Saat Pancaroba

83views

Oleh Ajeng Nur Azizah

Masa pancaroba merupakan masa peralihan antara musim hujan dan kemarau dan biasanya terjadi pada awal tahun. Pada periode ini, cuaca bisa berubah drastis, mulai dari hujan lebat hingga terik matahari. Berakhirnya musim hujan membawa suasana yang menyegarkan, namun juga dapat berdampak buruk bagi kesehatan manusia. Banyak orang jatuh sakit selama masa transisi ini. Salah satu penyakit yang umum terjadi pada masa pancaroba adalah flu atau pilek.

Perubahan suhu yang cepat antara pagi dan sore hari membuat tubuh manusia lebih rentan terhadap infeksi virus. Ketika daya tahan tubuh melemah, virus dan bakteri dapat dengan mudah menyerang tubuh. Gejala pilek seperti hidung tersumbat, bersin, dan sakit tenggorokan sering terjadi pada masa transisi.
Alergi juga sering terjadi pada masa pancaroba. Perubahan suhu dan kelembaban dapat mempengaruhi kualitas udara di sekitar kita.

Debu dan polusi udara dapat menyebabkan reaksi alergi pada orang yang sensitif. Gejala alergi, seperti pilek, mata gatal, dan batuk, seringkali mempengaruhi kehidupan sehari-hari penderitanya. Infeksi saluran pernapasan juga kerap meningkat pada masa transisi. Fluktuasi suhu menyebabkan virus dan bakteri berkembang biak dengan cepat. Infeksi saluran pernapasan seperti bronkitis, sinusitis, dan pneumonia lebih cenderung menyerang tubuh manusia.

Gejala seperti batuk, sesak napas, dan demam seringkali merupakan tanda infeksi saluran pernapasan akut. Peralihan juga dapat meningkatkan risiko terkena penyakit kulit. Perubahan suhu dan kelembapan dapat membuat kulit kering dan sensitif. Orang dengan masalah kulit seperti dermatitis sering kali mengalami gejala yang kambuh atau memburuk selama masa pancaroba.

Selain itu, sinar UV matahari yang lebih kuat dapat lebih mudah membakar kulit dan menyebabkan masalah kesehatan yang lebih serius, seperti kanker kulit. Masalah pernapasan juga menjadi lebih umum selama masa pancaroba. Udara lembab akibat hujan dan udara kering akibat kenaikan suhu dapat mempengaruhi kualitas udara yang kita hirup. Meningkatnya polusi udara dapat menyebabkan penyakit pernafasan seperti asma dan alergi pernafasan. Orang dengan riwayat masalah pernapasan lebih mungkin mengalami gejala parah selama masa pancaroba.

Stres sering kali meningkat selama masa pancaroba. Perubahan cuaca yang tidak terduga dapat mempengaruhi mood seseorang. Cuaca panas dan lembab, hujan terus-menerus, atau perubahan suhu yang tiba-tiba dapat membuat seseorang merasa mual dan mudah tersinggung. Stres yang berlebihan dapat memicu masalah kesehatan lain seperti insomnia, gangguan pencernaan, dan peningkatan tekanan darah.

Selain itu, pancaroba juga dapat meningkatkan risiko tertular penyakit menular. Peningkatan interaksi antara orang-orang di dalam ruangan saat cuaca buruk dapat menyebabkan infeksi virus dan bakteri. Pada masa pancaroba, penyakit seperti demam berdarah, influenza, dan infeksi saluran pernafasan dapat menyerang banyak orang.

Penting bagi kita untuk menjaga kesehatan. Upaya yang dilakukan antara lain menjaga kebersihan diri dan lingkungan, memperbanyak asupan makanan bergizi, rutin berolahraga, dan menghindari kontak dengan orang sakit. Penggunaan masker juga dianjurkan untuk melindungi paru-paru Anda dari polusi udara dan infeksi virus. Ingatlah untuk menjaga pola hidup seimbang dan jadwal tidur agar tubuh tetap kuat dan terhindar dari penyakit di masa pancaroba.*

* Ajeng Nur Azizah, peminat sosial lingkungan dan kesehatan, mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Pasundan  (Unpas), Kota Bandung, Jawa Barat.

Leave a Response