Kepala BPS Provinsi Jawa Barat Marsudijono, ” inflasi di Provinsi Jawa Barat Sebesar 3,09 presen”

METRO BANDUNG, BANDUNGPOS ID.
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat mencatat inflasi pada bulan Penuari 2024 naik menjadi 0,45 presen demgan inflasi tahunan sebesar 3,09 presen. Tekanan inflasi di Jawa Barat mendorong tingginya harga beras.
Kepala BPS Provinsi Jawa Barat Marsudijono mengatakan, inflasi di Provinsi Jawa Barat sebesar 3,09 presen. Inflasi tertingi terjadi di Kabupaten Subang sebesar 4,56 presen dengan HK 108.51. Dan terendah terjadi di Kota Bandung sebesar 1.95 presen dengan HK 105.40, Jum’at (1/3).
Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indek, yaitu: kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,35 presen.
Perkembangan harga berbagai komuditas pada Pebuari 2024 secara umum menunjukan adanya kenaikan. Berdasarkan hasil pemantauan BPS Provinsi Jawa Barat di10 Kabupaten / Kota, pada Pebuari 2024 terjadi inflasi sebesar 3.09 presen, atau terjadi kenaikan indek harga konsumsi 103.06 pada Pebuari 2023 menjadi 106.24 pada Pebuari 2024. Tingkat inflasi sebesar 0.45 presen, sedangkan tingkat inflasi sebesar 0.61 presen.
Inflasi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukan oleh naiknya indek kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,78 presen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,98 presen, kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,28 presen; kelompok kesehatan sebesar 2,66 presen; kelompok transformasi sebesar 0,77 presen; kelompok rekreasi, olah raga dan budaya sebesar 4,09 presen; kelompok pendidikan sebesar 1,39 presen; kelompok penyediaan makanan dan minuman / restoran sebesar 3,52 presen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainya sebesar 4,54 presen. Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu: kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,35 presen.
Komuditas yang dominan memberikan andil / sumbangan inflasi pada Pebuari 2024 antara lain: beras, sigaret kretek mesin, cabai merah, daging ayam ras, bawang putih, emas perhiasan, tomat, kontrak rumah, sigaret kretek tangan, sigaret putih mesin, nasi dengan lauk, air kemasan, jeruk, ayam goreng, rekreasi, gula pasir, pisang, bubut dan sewa rumah. Sedangkan komuditas yang memberikan andil / sumbangan deflasi antara lain: Bawang merah, bahan rumah tangga, minyak goreng, telepon seluler dan jengkol.
Sementara komuditas yang dominan memberikan andil / sumbangan inflasi pada Pebruari 2024, antara lain: beras daging ayam ras, cabai merah, minyak goreng, emas perhiasan, kentang dan nasi dengan lauk. Sedangkan komoditas yang memberikan andil / sumbangan deflasi antara lain: bawang merah, tomat dan cabe rawit.
Pada Pebuari 2024 kelompok pengeluaran yang memberikan andil / sumbamgan inflasi yaitu kelompok makan, minuman dan tembakau sebesar 2,04 presen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,04 presen; kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,05 presen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,03 presen; kelompok kesehatan sebesar 0,08 presen; kelompok transportasi sebesar 0,09 presen; kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebeaar 0,07 presen; kelompok pendidikan sebesar 0,08 presen; kelompok penyediaan makanan dan minuman / restoran sebesar 0,40 presen, dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainya sebesat 0,23 presen. Sementara kelompok pengeluaran yang memberikan andil / sumbangan deflasi yaitu kelompok infomasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesat 0,02 presen. (Id/BNN)





