| Mading Digital |
Adiwiyata SDN-33
Boyong Penghargaan Adiwiyata Tingkat Nasional

Sekolah adiwiyata adalah Sekolah yang peduli lingkungan yang sehat, bersih serta lingkungan yang indah. Dengan adanya program adiwiyata diharapkan seluruh masyarakat di sekitar sekolah agar dapat menyadari bahwa lingkungan yang hijau adalah lingkungan yang sehat bagi kesehatan tubuh kita.
Bandung, BANDUNGPOS.ID : Lalu bagaimana habit literasi diwiyata di SDN-33 ASMI Kota Bandung yang bertekad memboyong piala bergengsi adi wiyata tingkat nasional-2022? BANDUNGPOS.ID berhasil mengungkap gaya hidup berliterasi Adiwiyata para guru dan siswa. Wali Kelas IV-D, Ny. Arin Fitriani,SPd menyampaikan, seluruh siswa berliterasi adiwiyata yang pertama menjaga selalu kelasnya bersih. Aksi Adiwiyata di SDN 33 ASMI diakui semakin di depan, penghijauan tanaman hias di depan kelas terus diperbanyak.
Ny. Hesti Ariyani,.SPd, Wali Kelas IVB, mengatakan siswa selalu diberikan tugas mengenal dan mengenal lingkungannya terutama aspek Bandung Masagi, diantara setiap siswa diwajibkan disiplin bela negara, menjalankan ibadah dan perintah agama dengan baik, cinta lingkungan dengan melakukan aksi kang Pisman, gerakan pungut sampah, menanam, menyiram/memelihara, memanen, juga mengamati dan menganalisa materi yang ditugaskan oleh guru.
“ Literasi Adiwiyata itu dapat meningkatkan wawasan dan memotivasi minat life skill yang baik bagi setiap anak, buktinya sudah berhasil mengantar juara adiwiyata tingkat kota, tingkat provinsi dan sekarang mempersapkan diri penilaian adiwiyata tingkat nasional, “ katanya.
Sedangkan Kordinator Perpustakaan SDN-033 ASMI, Ny.Anggun Dwi Putri,.SPd mengungkapkan, guru selalu mengingatkan agar selalu menciptakan kelas yang nyaman, aman, dan segar. Diantaranya anak-anak disiplin melaksaakan piket kelas dan tidak membuang sampah sembarangan. “ Para siswa sudah sadar pentingnya menjaga K-3 di sekolah, karena mereka harus tetap mempertahankan predikat sekolah Asiwiyata tingkat Kota Bandung dan tingkat Provinsi Jawa Barat.
Bu guru.Rizka Nurul Hidayah,.SPd, Wali Kelas IV-D, SDN-33 ASMI Kota Bandung menegaskan, yang penting anak-anak memiliki habit menanam, memelihara lingkungan sekolah hijau, bersuh dan berbunga. Budaya merawat itu yang justru tidak mudah mempertahankannya, harus terus diingatkan, jangan sampa hilang budaya cinta lingkungan bagi setiap siswa dan guru. Kebiasaan budaya lingkungan di sekolah itu Insya Alloh baik, karena semua tanaman di yang ada di lingkungan sekolah sudah melalui proses seleksi bibit unggul. Literasi Adwiyata akan menjamin siswa berkualitas, kalau siswa mau menjadi duta lingkungan di setiap kelasnya, maka akan semakin banyak indahlah SDN-33 ASMI, ujar Bu Rizka.
Herlan,. SPd,.-Wali Kelas VI menambahkan, tentang pentingnya gerakan literasi Adiwiyata sekolah di SDN-33 Banung, diawali GPS (gerakan pungut sampah), menyiram tanaman di sekitar kelasnya, sedangkan budaya cinta lingkungan siswa SDN-33 ASMI sudah berjalan dan tetap terus disempurnakan, akan semakin sempurna jika guru tidak sekadar meneugaskan, tetapi juga memberi contoh. Bahwa kebiasaan cinta lingkungan Adiwiyata bisa mengakar dan selalu memberikan informasi keilmuan kepada para siswa dalam kegiatan di kelas. Dimaksudkan Pa , agar aksi literasi Adiwiyata siswa bisa menambah penegetahuan dan kemampuan. **|r mur/bp|





