DisabilitasMetro Bandung

Teknologi GEO-AI Untuk Pelengkapan Data DILANS

President Dilans Indonesia, Farhan Helmy bersama Team di Ruang Kerjanya

30views

KOTA BANDUNG, BANDUNGPOS- -Tersedianya data disabilitas dan lanjut usia (DILANS) yang akurat serta merepresentasikan semua jenis kedisabilitasanya masih menjadi tantangan saat ini. Upaya perbaikan dan pelengkap data yang ada saat ini harus terus dilakukan agar penyusunan kebijakan dan intervensi program untuk memberikan hak kepada warga rentan ini dapat dilakukan secara efektif.

Demikian diungkapkan, Predisent Dilans Indonesia, Farhan Helmy kepada awak media, di ruang kerja.

Melalui pendanaan FORD Foundation Indonesia kata Farhan, yakni melakukan penelitian pengembangan model data di tingkat Kecamatan. Sumur Bandung dipilih sebagai “proof ofconcept” untuk membumikan gagasan pengembangan kawasan inklusif berbasis komunitas.

Tiga kegiatan utama yang dilaksanakan antara lain, Pemetaan partisipatif sosial ekonomi dan pengawasan persepsi terhadap isu krisis iklim. Pemetaan infrastruktur dan verifikasi pada seluruh segmen pejalan kaki dan jalur jalan dimana konsentrasi warga DILANS berada, serta fasum dan fasos dan   Analisis kesenjangan data terhadap berbagai data disabilitas dari sumber data yang ada saat ini : SUSENAS/Supas (BPS), Kemiskinan ektrim/P3KE ( Kemenko PMK), Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS, Kemensos), Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek, Bappenas).

“Dalam memahami dinamika produksi, konsumsi dan reproduksi ruang serta barang dan jasa akan dilakukan inisiasi penelitian lebih lanjut dengan menggunakan teknologi geospasial serta data yang sangat teliti. Kecepatan, Skala dan dinamika interaksi warga dan pemangku kepentingan belum sepenuhnya menjawab kebutuhan data dan informasi,” ujarnya .

Lebih lanjut dipaparkan Farhan, pengembangan teknologi spasial berbasis kecerdasan buatan (Geo-AI), Urban Analytics serta penghitungan karbon di antara yang dielaborasi untuk dikembangkan di masa depan. University of Western Australia (UWA), Geodesi dan Geomatika ITB, Komunitas BBC-76, serta Lab Advanced Systems Computing, Design and Innovation (ASCODI). diantara yang berminat untuk pengembangan penelitian lebih lanjut dari penelitian yang sudah ada.

Secara bersamaan penelitian juga akan dilakukan untuk alat bantu yang terkoneksi dengan internet (IoT). Demikian catatan singkat pertemuan kemarin siang yang mencerahkan, tegas Fahan. ** (RM/BNN)

Leave a Response