
Oleh Farhan Hemly (Presudent Dilans Indoneisia)
SIAPA menyangka dari sekedar pengamatan yang dalam terhadap proyeksi konvergensi teknologi (T, technology), hiburan (E, entertainment) dan desain (D, design) telah melahirkan TED yang sudah bergulir selama 40 tahun. Itu terjadi di era-80an dimana berbagai mimpi soal percepatan interaksi dan globalisasi bertumbuh serta lahirnya teknologi internet yang menghubungkan berbagai jaringan komputer standar protokol komunikasi yang dikenal sebagai Transfer Control Protocol/Internetwork Protocol (TCP/IP).
Temuan ini merupakan pintu masuk terhadap berbagai interaksi yang dasyat yang tidak pernah terbayangkan hingga kini. TED pun telah berevolusi dan melembaga kedalam berbagai inisiatif yang masif diantaranya TED Global, TED Prize dan TED Talks. TED Talks merupakan video 20 menitan pertama yang dipancarkan online pada 27 Juni 2006 telah menjangkau 1 juta orang dan terus berevolusi hingga konon saat ini sudah menjangkau 100 juta penonton dari berbagai pelosok di dunia.
Tepat tanggal 5 Mei kemarin adalah pembuktiannya dimana semua inspirasi dan keberpihakan pada demokratisasi pengetahuan dan teknologi telah menjangkau bukan saja berbagai disiplin ilmu juga potensi penyebaran di berbagai wilayah di dunia.
TEDx Bandung diantara yang lahir dari keinginan ini untuk memberikan warna atas inspirasi dan aksi lokal.
Apresiasi atas kesempatan untuk memamerkan apa yang sudah dilakukan DILANS Indonesia dalam 3 tahun terakhir ini dalam mempromosikan #GEDSI (Gender Equality, Disability and Social Inclusion).
Ada harapan lain. Kota Bandung adalah sumber inspirasi dan jejak sejarah yang tidak bisa diabaikan dalam berbagai interaksi global, termasuk gagasan tentang Kemerdekan RI. Dasa Sila Bandung (1955), krisis iklim, dan dampaknya pada penyandang disabilitas dan lansia (DILANS) masih relevan untuk terus diperbincangkan diantara carut marut pertarungan kepentingan ekonomi politik saat ini.
Selamat atas capaiannya. Tidak mungkin mimpi ini terwujud tanpa dukungan para relawan yang punya “passion” dan semangat seperti para pendiri TED.





