Bandung Raya

Hajat Huluwotan, di Gambung, Camat Pasirjambu: Syukuri Sumber Air yang Melimpah

193views

Bandung, BANDUNGPOS.ID – Camat Pasirjambu, Kabupaten Bandung, H. Dudung, SE, M.M., menghadiri “Napak Tilas Hajat Huluwotan Tahun 2022” di kaki Gunung Geulis, Kampung Gambung, Desa Mekarsari, Kecamatan Pasir Jambu, Kabupaten Bandung, Sabtu (19/11).

Kegiatan tahunan tersebut merupakan tradisi syukuran akan berkah air dengan rangkaian acara berupa upacara ritual pembersihan mata air di kaki Gunung Geulis, yang dilanjutkan pentas seni masyarakat kampung yang digelar di Lapang Gambung.

Dudung menilai sumber air yang melimpah di Desa Mekarsari patut disyukuri, karena air yang mengalir tanpa henti itu bisa menghidupi desa-desa lainnya.

“Cara bersyukur ada macam-macam, memberikan kebahagiaan kepada masyarakat juga menjadi bentuk syukur,” ujarnya, di lokasi mata air Ciawitali Gambung.

Sementara Kepala Desa Mekarsari, Ferry Januar Pribadi, mengatakan, acara ini merupakan tradisi syukuran akan berkah air.

Dalam kegiatan itu berlangsung ritual pembersihan mata air Ciawitali di kaki Gunung Geulis, Desa Mekarsari, serta pentas seni masyarakat Kampung Gambung dengan menampilkan berbagai kesenian.

Acara tersebut, masih menurut Ferry, disambut dengan upacara adat. Dan penandatanganan bersama sebagai komitmen telah dilaksanakan hajat hulu wotan Sementara untuk hiburan malamnya digelar wayang golek.

“Upacara Huluwotan ini merupakan kegiatan ritual yang diselenggarakan setiap satu tahun sekali, tepatnya setiap bulan Silih Mulud atau bulan Rabiul Akhir dalam kalender Islam.

Dalam hal ini yang mengatur tanggal dan hari pelaksanaan upacara Huluwotan, telah ditentukan tanggalnya,” ujar dia.

Ferry juga menjelaskan, upacara ini merupakan satu bentuk nazar leluhur, yang saat itu masyarakat Kampung Gambung mengalami kesulitan air bersih.

“Kemudian, dengan dipimpin oleh sesepuh kampung, masyarakat bersepakat untuk membangun solokan atau saluran air yang panjangnya kurang lebih 2 kilometer mulai dari huluwotan atau mata air di kaki Gunung Geulis sampai ke permukiman warga,” tutur Ferry.

Di tempat terpisah, tokoh masyarakat Gambung, Engkos Kosasih (58) mengatakan tradisi hajat huluwotan ini merupakan peninggalan leluhur zaman dulu (orang tua dulu).

Di kaki Gunung Geulis ada mata air yang digunakan masyarakat dari beberapa RW di Desa Mekarsari, untuk kebutuhan sehari-hari, serta pengairan pesawahan dan kebun.

“Jadi Hajat Huluwotan itu kegiatan ritual rutin tiap tahun, dan itu sebagai wujud syukur nikmat masyarakat kepada Allah SWT yang telah memberi air yang melimpah,” ujar Engkos seraya berharap, dengan diadakannya acara ritual ini masyarakat tidak kekurangan air.(akn/bp)

Leave a Response