Yuyum Yulianti SPd.MMPd.
Sigeulis … program disdik kota Bandung
Sigeulis … siswa dan guru menulis
….
Siapa yang tidak kenal dengan syair lagu di atas, lagu Sigeulis yang menjadi viral di Kota Bandung dan sekitarnya sebagai lagu literasi. Mari kita berkenalan lebih dekat dengan penulisnya.
Yuyum Yulianti lahir di Bandung di sebuah desa yang penuh kedamaian pada tanggal 13 November 1967 lahir dari keluarga petani. Ibunya bernama I. Hadijah. Ayahnya bernama Didi. Sejak kecil telah didik orang tua untuk mandiri, giat dan kerja keras. Pada tahun 1973 mulai menginjakkan kaki pergi sekolah di SDN-2 Batukarut, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung. Jarak yang cukup jauh kurang lebih 2 km ditempuh dengan berjalan kaki.
Setelah tamat sekolah dasar sempat mengalami kendala tidak melanjutkan sekolah karena tidak lulus dalam seleksi siswa baru di SMP Negeri, namun hal itu tidak membuat Yuyum kecil berputus asa, setelah lima hari sekolah dimulai ia mendaftarkan diri ke SMP swasta YUMIK di Banjaran. Dengan jarak 5 km yang ditempuhnya dengan berjalan kaki, sesekali naik delman tidak membuat ia malas justru itu semakin menambah giat ke sekolah.
Kecerdasannya dibuktikannya selama enam semester selalu menjadi juara ke 1 di kelasnya.Tahun 1983 melanjutkan sekolah ke SPG Negeri -1 Bandung di jalan Gatot Subroto, selama 1 semester masih di tahun yang sama pindah SPG Cibiru dan tamat tahun 1986. Yuyum selanjutnya melanjutkan studi D-2 di Universitas Pendidikan pada tahun 1994. S-1 ia rampungkan di Uninus lulus tahun 1997 dan S2 di masih di Uninus jurusan Manajemen Pendidikan lulus tahun 2007 dengan IPK yang luar biasa yaitu 3,68.
Sekolah Budaya Adiwiyata
Pada tahun 1988 ia diangkat sebagai guru di SDN Cibiru- 3 hingga tahun 2012 dan karena kecerdasan yang dimiliki ia mendapat promosi jabatan sebagai kepala sekolah di SDN Cipadung- 3 (SDN- 168 Cipadung) sampai tahun 2017. Di bawah kepemimpinannya, sekolah ini memperlihatkan banyak kemajuan dan berbagai inovasi. Salah satunya inovasi di bidang lingkungan hidup berhasil mendapat predikat Adiwyata Nasional dengan pengolahan pupuk cair melalui Bio The Gester. Langkah sang innovator sangat dikagumi ini terbukti dengan banyaknya tamu yang berkunjung baik dari dalam negeri bahkan dari manca negara seperti Perancis, Thailand, Malaysia, Vietnam dan Kamboja.
Pada April tahun 2017 dialih tugaskan ke SDN -169 Pelita. Di sekolah inilah babak baru mewarnai aktifitas kesehariannya selepas tugas pokok. Para guru yang periang dan hobi bernyanyi seakan menjadi pemicu untuk bisa berbuat seperti mereka.
Tahun 2018 satu hasrat untuk menulis lagu yang didukung teman-temannya dan berkenalan dengan seorang aranger lagu yang akhirnya jadi motivator terkuat untuk terus berkarya selain suami dan anak cucunya.
100 Judul Lagu
Setahun berlalu hingga kini lebi 100 judul lagu ia terciptakan, salah satunya lagu “Sigeulis” (Siswa dan Guru Menulis) sebagai lagu literasi Dinas Pendidikan Kota Bandung. Banyak lagu yang mengandung edukasi untuk anak-anak baik dalam bahasa Sunda ataupun bahasa Indonesia. Dalam bahasa Sunda misalnya: basa ciciren Bangsa, mapay batik, jalma mangfaat, urang nulis, dan ngabaso (ngabring ka sakola). Lagu basa Ciciren Bangsa pernah diperdengarkan di acara Festifal Literasi Jawa Barat. Lagu berbahasa Indonesia yang ia tulis diantaranya : ayo menggambar, belajar menanam, Membaca Budaya Kita, dan Sampah.**( rm/bp)





