DaerahKampusianaNasional

GPMB Dalam Dekapan

GPMB Dalam Dekapan

216views

Prof. Dr.Hanna,MPd

Oleh Prof. Dr. Hanna,.MPd

NAMANYA GPMB ( Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca). Ibarat soerang gadis yang diperebutkan dan dipuja  oleh semua perjaka di jagat raya ini. Entah apa yang membuatku tak terbendung hasratku untuk menjenguknya Ketika gadis itu memanggilku untuk bercengkrama dalam dunia literasi. Entah apa juga yang membuatku tak takut menghadapi segala resiko dalam mewujdukan undangan itu, entah itu menempu gunung, lewat lautan, lewat udara, jika sang gadisku memanggilku  tidak ada alasan untuk menolaknya. Untuk apa juga iya memanggilku, adakah iya rindu belaian cerita sang punjangga, adakah iya rindu atas coretan- coretan pena tanpa arti, apaka iya rindu atas goresan-goresan pena tanpa tinta, apakh iya rindu atas goresan-goresan puntung rokok yang tak berasap. Sejumlah pertanyaan mengundangku untuk berkoementar. Bagaikan sang gadis itu  bertemu dengan seorang pangeran yang sangat tampan, dari kejauhan dia tersenyum. Benar-benar menawan. Sekarang benakku penuh tanda tanya, bagaimana kalau pertanyaan-pertanyaanku tentang gadisku menjadi nyata? Pastinya aku akan merasa senang bahkan sangat bahagia jika pangeran dalam pertanyaanku beneran datang dan menampilkan wajah dan senyumnya.

Dalam perjalananku kalai ini melewati ganasnya ombak di Pulau Cempedek, menuju Pelabuhan Langara,  nama Pelabuhan itu, Wawonii Ibu Kota Konanwe Kepualun yang baru beberapa tahun dimekarkan sebuah pulau terpencil yang terkenal dengan adat dan budaya yang masih kental membuat orang ragu dan takut menginjkkan kakinya di kampung itu, saya justru berani dan tak  boleh terlena! Karena keingnantahuanku terhadap literasi di kampung yang dikenal dengan seribu keindahan ini akan menjadi kebanggan tersendiri jika gadiksu berdiri kokoh dan berakata pasti akan  memimpin edukasi di zaman milinial ini . Hari ini menjadi hari yang kesekian kali menginjakkan kakiku di Kampung ini, namun pertama kali masuk karena gadisku mengajakku kesana. Hmm … maksudnya aku, hari ini aku pertama kali mendatangi  kampung itu dengan misi ke GPMB- an yang saya rintis bertahun lamanya lewat komniasi seluler. Tidak banyak alasan, aku harus wujudkan, apakah hanya karena gulungan ombak, meembuatku takut, tidak, apakah karena tingginya gunung Waworete membuatku ragu, juga tidak, tapi  hamparan dan gulungan ombak, tingginya gunung menjadi penyemangat untukku dalam mewujudkan impian, Kataku GPMB Konkep harus menjadi pelopor peradaban bangsa demi mewujdukan cita-vcita bangsa yang berliterasi tinggi. Saya percaya atas kemurahan hati warga Konkep dan kearifan pemerintahya, Kita jadikan Konkep Kota Berlierasi Tinggi di Bumi Anoa . Maka dari itu, dengan sangat terpaksa aku meninggalkan tugas runtinku untiulk mewujudkan itu, di sana .Sekarang aku ingin membagikan kerinduanku akan mimpi itu menjadi kenyatan tanpa merasakan penyesalan.

Hari yang penting ini diawali dengan mimpi yang indah? Apakah ini suatu pertanda yang baik bahwa generasi Z yang berliteerasi akan menjadi kenyataan ? “Mengapa aku begitu senang dengan kejadian yang ada di dalam harapanku.”

Tak lama, setelah terombang ambing oleh ombak Wawonii aku sudah sampai tepat depan gerbang Pulau Wawnii dan aku terlena saat seorang menjemputku dan mengucapkan salam literasi seakan-akan salam itu menyihirku, aku mengerjap.  Dua tahun saat merencanakan hadirnya GPMB di daerah ini adalah waktu yang sangat lama. Tetapi bagi aku dua tahun itu merupakan waktu yang singkat. Benar-benar singkat. Karena saya yakin bahwa Semua kebahagiaan yang terekam seolah luntur karena kehadiran wadah ini untuk menjadikan generasi maju **( Penulis Guru Besar Universitas  Hale Uleo. Sulawesi Tenggara, Pengurus Pusat GPMB Perpusnas RI)

Leave a Response