Bandung, BANDUNG.ID ( 22/9/22): Kota Bandung memiliki sekolah ayah, sebuah proses pembelajaran yang menggadeng lebih dari 100 komunitas peduli sosial. Sekolah Ayah yang digagas ayah Irwanrinaldihakimi itu digerakkan oleh Puspaga Dinas DP3A ( Dinas Peranan Perempuan dan Perlindungan Anak) Pemkot Kota Bandung. Pusparaga dipimpin oleh Ketua Ny. Hj. Siti Muntamah,.S.AP yang juga anggota Komisi V DPRD Jawa Barat.
Demikian diungkapkan salah seorang trainer Sekolah Ayah Kota Bandung, Farhan Helly yang sehari-hari beraktifitas sebagai Presiden Dilans Indonesia, di Babakan Ciamis, Bandung.
“ Sekolah Ayah ada, sebagai ajang komunikasi cerdas mencerdaskan dari berbagai elemen masyarkat, esensinya mengembalikan peran ayah sebagai pemimpin keluarga. Karena semakin banyak ‘ayah’ berperan secara kompehenship, maka masyakat terutama keluarga akan semakin berkualitas, “ katanya.
Mengutip statment Ketua Pusparaga Kota Bandung, Hy. Hj. Siti Muntamah, bahwa Kota Bandung atau Jawa Barat menghadapi masalah yang harus di rampungkan, Ny. Siti Muntamah, menggambarkan statistik yang menarik dari persoalan persoalan anak dan keluarga saat ini, khususnya di Kota Bandung yang memiliki seluas 167,31 km² dan kini dihuni lebih dari 2.527.824 orang , dengan jumlah keluarga 817.665, dengan jumlah anak 715.098, muncul banyak persoalan yang tergambarkan dalam statistik itu.
Banyak persoalan ini yang kemudian mendorong dibentuknya Pusat Pendidikan Keluarga (Puspaga) yang menaruh perhatian dengan berbagai program yakni Sekolah Keluarga, Dialog Interaktif Ayah Nyentrik, Layanan Konseling dan Konsultasi, Penjangkauan, Cengkrama Puspaga, Ngobras Puspaga, Layanan Rujukan serta berbagai kerjasamama antar berbagai perangkat daerah, dan juga lembaga verikal diatasnya baik propinsi, maupun nasional yang terkait. (rm/bp)





