Olahraga

Berbekal Prestasi Mumpuni, Yadi Sofyan Siap Jadi Ketua NPCI Kota Bandung

94views

 

Bandung, BANDUNGPOS. ID – Jalannya pemilihan ketua Umum NPCI Kota Bandung niscaya bakal diwarnai nuansa dinamika, menyusul pencalonan Yadi Sofyan. Diatas kertas Yadi bakal head to head dengan incumbent yang juga mencalonkan diri, Adik Fachroji.

Yadi yang saat ini menjabat Sekretaris Umum National Paralympic Committe Indonesia (NPCI) Kota Bandung adalah pecatur disabilitas netra kelas dunia. Mulai level Peparnas, ASEAN Paragames hingga Asian Paragames dijajal Yadi dengan raihan prestasi fenomenal.

Pahit getir dunia catur sempat dialami Yadi. Bagaimana misalnya dia gagal berangkat ke Peparnas di Palembang tahun 2004 gara-gara gagal lolos seleksi. Namun asa Yadi tak terputus sampai disitu. Kegagalan dijadikan cambuk untuk terus belajar guna merengkuh hasil terbaik.

Perjuangan dan doa terus dilakukan Yadi. Hasilnya berbuah manis sebab di gelaran Peparnas berikutnya, di Kaltim tahun 2008, Yadi lolos seleksi.  Sekarang harus diakui, Yadi Sofyan adalah atlet disabilitas netra yang telah mengharumkan nama Kota Bandung baik di level regional, nasional maupun internasional.

Di awali di Peparnas Kaltim yang berkalungkan medali perunggu, prestasi Yadi terus menanjak dalam event-event berikutnya, seperti tampil di ASEAN Paragames di Myanmar yang menghasilkan medali perunggu dimana saat itu Yadi masih dikatagori low vision.

Kemudian di ASEAN Paragames di Solo tahun 2023 Yadi mendapat 2 emas. Lantas di ASEAN Paragames Kamboja mendapat 3 emas dan 1 perak. Terakhir di Asian Paragames di Ghuan Zou, China Yadi memperoleh 1 emas dan 1 perunggu.

Lewat catur pula, Yadi telah sowan ke Istana Presiden sebanyak 3 kali, sekaligus bertemu dengan 2 presiden masing-masing Soesilo Bambang Yudhoyono dan Joko Widodo, satu hal yang sangat mustahil dilakukan tanpa bekal prestasi yang mumpuni.

Ketika disinggung ihwal Musyawarah Olahraga Kota (Musorkot) NPCI Kota Bandung yang bakal dilaksanakan Kamis (18/1/2024). Yadi mengatakan, Musorkot adalah moment yang sangat demokratis untuk menampung semua aspirasi dari seoluruh anggota NPCI.

“Oleh karena itu saya berkomitmen sebagai Sekum, yaitu akan saya ajak semua rekan, semua stake holder untuk menyelenggarakan Musorkot  sejujur-jujurnya dan seadil-adilnya dengan berpedoman pada AD/ART NPCI,” ujar Yadi, Selasa (16/1/2024) d Bandung.

Saat ini – ujar Yadi, sebagian atlet NPCI Kota Bandung sangat menginginkan adanya perubahan. Oleh karena itu Yadi berharap Musorkot bisa berlangsung sejujur-jujurnya dan hak atlet  tidak boleh dihalangi oleh apapun, apalagi adanya intimidasi,

“Aspirasi atlet harus sesuai dengan hati nurani. Soal perubahan, intinya NPCI itu harus dipimpin oleh yang pro disabilitas, sebab NPCI itu adalah rumah disabilitas,” ungkap Yadi.

Menurutnya, apapun kebijakan itu sebisa mungkin dipegang disabilitas. Dan ketua umum sebagai nakhoda tentunya harus arif bijaksana, mampu menampung semua aspirasi baik dari pengurus maupun dari atlet.

Terkait pencalonan dirinya sebagai ketua NPCI Kota Bandung, Yadi mengatakan semua ada mekanismenya. Misalnya penunjukan balon itu ada di Musorkot.

“Seandainya saya dipercaya oleh sebagian atlet untuk maju dalam konstelasi Ketua NPCI Kota Bandung, saya tidak boleh bilang tidak karena saya atlet disabilitas. Intinya, kalau saya dikasih amanah tentu akan saya jalankan sebaik-baiknya. Aspirasi atlet tidak boleh dibungkam. Kalau atlet menunjuk siapapun dalam Musorkot, termasuk saya misalnya, saya harus siap ,” tegas Yadi.

Seumpama di garis finish Musorkot memunculkan Yadi sebagai ketua baru, satu hal yang akan segera dilakukannya adalah soal kepengurusan.

“Saya akan mengutamakan disabilitas, disamping tentunya ada juga pengurus non-disabilitas. Mereka akan saya tempatkan sesuai dengan keahliannya,” ujar Yadi.

Mereka – yang disabilitas dan non disabilitas, akan mendapat perlakuan yang sama secara proprosional dan profesional. Cuma – ungkap Yadi, pengurus disabilitas akan mayoritas dibanding non disabilitas. Tidak seperti saat ini dimana non-disabilitas lebih mayoritas duduk di kepengurusan. (den)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Response