Keluarga

Bunda, Ini Cara Menghadapi Anak yang Suka Membantah

SEMAKIN bertambahnya usia anak, banyak perkembangan yang ia lalui termasuk dalam hal sosial dan emosional. Anak akan semakin mahir dalam mengutarakan keinginannya. Terkadang, keinginannya bersinggungan dengan harapan orangtua atau norma yang baik. Hal ini terkadang membuatnya terkesan sulit diatur. Bahkan pada beberapa kasus, anak menjadi sangat emosional dan melawan perkataan atau nasihat dari orangtua. 
85views

Oleh: Krisna Octavianus Dwiputra

SEMAKIN bertambahnya usia anak, banyak perkembangan yang ia lalui termasuk dalam hal sosial dan emosional. Anak akan semakin mahir dalam mengutarakan keinginannya. Terkadang, keinginannya bersinggungan dengan harapan orangtua atau norma yang baik. Hal ini terkadang membuatnya terkesan sulit diatur. Bahkan pada beberapa kasus, anak menjadi sangat emosional dan melawan perkataan atau nasihat dari orangtua.

Untuk menghadapi sikap anak yang demikian, jangan buru-buru terpancing emosi. Simak beberapa cara mengatasi anak yang suka membangkang berikut ini:

  1. Jangan Beri Label Pembangkang

Hal pertama yang bisa dilakukan adalah hindari memberi label pembangkang pada anak. Jangan hanya karena anak melawan orangtua sesekali, lalu dicap sebagai pembantah atau durhaka. Anggapan yang salah bisa melukai perasaan si anak. Bersikap tenanglah saat anak melawan bila dinasihati. Jangan sampai mengeluarkan kata-kata negatif untuk anak karena akan menyakitinya dan memperkeruh masalah. Ingat, ketika anak sedang marah dan membangkang, emosinya sedang dominan sehingga tidak dapat berpikir logis. Memberikan nasihat saat itupun menjadi percuma.

  1. Ajak Anak Bicara

Coba ajak anak bicara empat mata. Ingat, perilaku membangkang tersebut bisa saja terjadi karena mereka sedang cari perhatian dari orangtuanya. Ajak duduk dan ngobrol bersama saat perasaan anak sudah mulai tenang dan emosinya sudah tidak dominan. Buatlah suasananya senyaman mungkin dan tidak mengintimidasi. Dengan begini, anak mungkin akan bercerita tentang alasannya melakukan tindakan tersebut dan harapan-harapannya. Ceritakan juga bagaimana sudut pandang orangtua dan carilah jalan tengah.

  1. Sebisa Mungkin Tidak Terpancing Emosi dan Menghakimi Anak

Untuk mengatasi anak yang membangkang, cara ini perlu diperhatikan. Pasalnya, menghakimi anak dapat membuatnya semakin emosi, dan tidak jarang akan semakin membangkang. Lebih baik hadapi dengan kepala dingin, dan tanyakan tentang kemauan anak yang sebenarnya. Fokuskan pada anak. Jangan fokus hanya karena orangtua mau didengar. Bila telah dibicarakan dengan baik dan anak sudah mengerti bahwa sikap membangkang adalah salah, orangtua dapat menyepakati bersama anak mengenai hukumannya bila mereka mengulanginya kembali.

  1. Bicarakan Aturan dengan Anak

Libatkan anak dalam membuat peraturan keluarga. Orangtua bisa mendengar dari sisi mereka, maunya seperti apa. Berikan pula instruksi dengan jelas dan detail. Jangan sampai anak mencari celah dari instruksi yang orangtua lontarkan. Misalnya, bagaimana seharusnya berbicara dengan orang yang lebih tua atau yang lebih muda. Dengan begitu, budaya dalam bertutur kata dalam keluarga akan baik dan mengurangi risiko anak menjadi pembangkang.

  1. Coba Masuk ke Dunia Anak

Orangtua juga bisa mencoba masuk ke dunia anak. Karena dengan mengikuti pola pikir dan kebiasaannya, orang tua dapat lebih memahami kemauan anak. Selain itu, orangtua akan tahu bagaimana memberikan pengertian kepada anak dengan cara yang dapat ia terima. Tetap tegas terhadap norma yang baik dan mengajarkannya perlahan kepada anak.

  1. Berusaha Menjadi Teman untuk Anak

Cara lainnya untuk mengatasi anak yang suka membantah adalah dengan berusaha menjadi teman mereka. Umumnya, anak akan lebih banyak membangkang pada pola asuh otoriter. Karena anak tidak mendapat kesempatan mengemukakan pendapatnya. Untuk mencegah hal tersebut, menjadi teman yang baik untuk anak dapat membuatnya nyaman dengan orangtuanya. Anak akan mau bercerita dan percaya terhadap orang tuanya. Orangtua dapat memulai dengan selalu mendengarkan ceritanya, bermain bersama, diskusi dua arah, dan menghargai pendapatnya.

  1. Penuhi Hak-Hak Anak

Anak-anak memiliki hak untuk dipenuhi. Dengan memenuhi hak tersebut, maka anak akan merasa aman, tenang, dan percaya terhadap lingkungannya. Mulai dari hak dasar seperti tempat tinggal yang nyaman, makanan bernutrisi, bermain, hingga mendapat pendidikan yang layak akan membuat tumbuh kembangnya optimal. Bila haknya tidak terpenuhi dan ia melihat anak lain mendapatkannya, ini bisa menjadi salah satu pemicu dari perilaku membangkang. Penelitian mengatakan, dengan mendapat pendidikan yang baik anak akan memiliki perilaku yang baik pula.

  1. Berkomunikasi dengan Teman dan Orangtua Teman Anak

Cara ini juga bisa dicoba untuk mengatasi anak yang suka membangkang. Umumnya anak dengan usia seumuran memiliki pola perilaku yang sama. Tentunya dengan berkomunikasi dengan teman anak dan orangtuanya, maka sudut pandang baru bisa diperoleh, terutama mengenai pola pikir serta sikap anak. Sering mengajak anak berinteraksi dengan temannya, yang memiliki sikap baik dan positif dalam berperilaku terhadap orangtuanya juga dapat dicoba. Karena melalui contoh nyata, anak dapat meniru dan merefleksikan terhadap dirinya. Namun, hindari sikap membanding-bandingkan anak di depan orang lain ya.

  1. Masukkan Nilai-Nilai Agama kepada Anak

Agama apa pun memegang norma yang baik, yaitu berbakti dan berperilaku santun terhadap orangtua. Dengan menanamkan nilai agama kepada anak, akan membuatnya memahami apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan kepada orangtua. Ia juga akan mudah memahami, bahwa perbuatan membangkang itu salah beserta alasannya dari sisi agama.

  1. Terapkan Sistem Reward and Punishment

Berikan penghargaan atau pujian bila anak sudah memiliki sikap dengan baik. Misal, sikap membantah yang berkurang, berkata baik kepada orangtua, dan sebagainya. Sebaliknya, bila anak menunjukan perilaku membangkang dan sering mengulanginya, sepakati hukuman yang akan diberikan. Ini dapat menjadi aturan dalam keluarga dalam berperilaku. Tetap tegas dengan kesepakatan yang telah dibuat.

Demikian beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi anak yang suka membangkang. Tentu ini membutuhkan waktu, karena anak masih dalam proses belajar untuk mencapai kematangan emosi. Jika dalam praktiknya orangtua menemukan kendala, jangan sungkan untuk minta saran dan bantuan dari orang yang lebih ahli.**(Sumber: KlikDokter /Foto-foto: Istimewa/bnn/jit)

 

 

Leave a Response