Metro Bandung

DR.Atalia Praratya : Jabar Bantuan Hukum Ditunggu Masyarakat”

"Ini sangat ironis,malah ibu kandungnya sendiri ikutserta menggugurkan janin yang telah dikandung atas perbuatan ayah kandungnya sendiri dan si anak tidak berani melapor", jelas Debi.

211views

KOTA BANDUNG, Bandungpos.id– Yayasan sosial yang bergerak dibidang hukum akan segera melaunching. Dewan Pembina Jabar Bantuan Hukum (JBH),DR.Atalia Praratya,S.IP,M.Ikom,yang juga merupakan istri dari Gubernur Jabar,Ridwan Kamil, periode 2018-2023, mengatakan program kegiatan Jabar Bantuan Hukum (JBH) sangat di tunggu oleh masyarakat Jawa Barat.”

Program JBH harus segera di launching karena sangat ditunggu dan dibutuhkan oleh masyarakat”, katanya.
Atalia pun mengatakan,program JBH dinantikan masyarakat Jawa Barat,maka selayaknya program JBH ini harus secepatnya di launching,” harap Atalia seraya menambahkan,launching melalui sosial media serta website itu juga segera dibuat perlahan agar JBH ini dikenal oleh masyarakat banyak.

Disamping itu juga Atalia berharap,JBH bisa berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jawa Batat dan beberapa stekholder,lembaga dan dinas terkait.

Ini,kata Atalia sangat penting dan masyarakat akan senang merasa senang,merasa terbantu dan terlindungi oleh Jabar Bantuan Hukum.

Sementara itu,penggagas Jabar Bantuan Hukum (JBH),Debi Agusfriansa Rahayu,SH,MH,M.AP,C.NNLP,C.PS mengatakan,Bu Atalia Praratya sangat mengapresiasi kegiatan JBH ini sebagai gebrakan inovasi baru yang sangat berdampak bagi masyarakat luas khususnya masyarakat Jawa Barat.
“Jabar Bantuan Hukum ini merupakan yang pertama di Indonesia”, kata Debi.

Debi pun berharap, JBH yang bergerak di bidang hukum akan menjadi mitra Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat.
Sedangkan target sasaran adanya JBH, yaitu perlindungan kepada perempuan,anak, disabilitas,lansia dan masyarakat tidak mampu yang memerlukan perlindungan atau bantuan masalah hukum.
Digagasnya JBH ini kata Debi,muncul berawal dengan maraknya kasus hukum yang menimpa kaum disabilitas,anak,perempuan,lansia dan masyarakat tidak mampu.
Debi pun mencotohkan, seperti adanya kasus pelecehan seksual yang dialami kaum disabilitas baru baru ini di Cirebon.

Kasus lainnya pelecehan terhadap anak,dimana orangtua kandung sendiri yang melakukan pelecehan terhadap anaknya sendiri.
“Ini sangat ironis,malah ibu kandungnya sendiri ikutserta menggugurkan janin yang telah dikandung atas perbuatan ayah kandungnya sendiri dan si anak tidak berani melapor”, jelas Debi.
Dengan adanya kasus seperti itu, JBH siap hadir membantu masyarakat dalam pendampingan hukum.

“Selain itu juga,program kami dari JBH akan hadir turun langsung ke masyarakat memberikan penyuluhan hukum,pencegahan terjadinya permasalahan hukum melalui edukasi hukum agar masyarakat semakin paham atau melek hukum.Insya Allah ini menambah semangat kita agar Jawa Barat bebas permasalahan hukum,Jawa Barat tertib hukum,Jawa Barat paham hukum”, katanya.

Pada kesempatan itu,Debi menyampaikan harapan DR.Atalia Praratya selaku Dewan Pembina JBH,agar launching JBH ini bisa dilaksanakan di bulan Desember 2023.Dan setelah launching harus segera pula dibentuk beberapa Koordinator Wilayah ( Korwil) di 27 Kabupaten dan Kota di Jawa Barat,dalam upaya menambah semangat memajukan Jabar Bantuan Hukum. **( adem/BNN).

Leave a Response