WINDHOEK, BANDUNGPOS.ID – Dalam kunjungan kerjanya di Luanda, Angola, Dubes LBBP RI untuk Namibia merangkap Angola, YM Wisnu Edi Pratignyo, bertemu dengan Wakil Menteri Ekonomi dan Perencanaan, Milton Parmenio dos Santos Reis, Selasa (14/3). Pada kesempatan pertemuan tersebut, Dubes Wisnu sampaikan beberapa bentuk diplomasi ekonomi dan peluang kerja sama ekonomi potensial dilakukan oleh Indonesia-Angola.
“Indonesia telah selenggarakan Indonesia Africa Forum (IAF) pada 2018 dan Indonesia Africa Infrastructure Dialogue (IAID), World Conference on Creative Economy pada 2022. Selain itu, kerja sama pembangunan dengan negara-negara di Afrika juga dilakukan melalui Indonesia AID,” ujar Dubes Wisnu.
Wakil Menteri Ekonomi dan Perencanaan Angola mengapresiasi komitmen Indonesia untuk mengembangkan kerja sama dengan negara-negara Afrika, termasuk Angola. Lebih jauh dijelaskan tentang perkembangan ekonomi Angola termasuk diversifikasi ekonomi.
“Angola saat ini tengah melakukan diversifikasi ekonomi untuk mengurangi ketergantungan pada industri migas dan mengembangkan potensi industri lainnya. Salah satu upaya Pemerintah Angola adalah mengembangkan industri agribisnis,” ungkap Milton Reis kepada Dubes Wisnu.
Menurut Wakil Menteri Ekonomi dan Perencanaan, agribisnis terbuka untuk investasi Indonesia. Angola memiliki 58 juta hektar lahan potensial untuk pertanian namun baru menggunakan sekitar 10 persen dari luas lahan tersebut. Agribisnis akan dikembangkan dengan tujuan mencapai ketahanan pangan, kecukupan pasokan makanan. Salah satu sektor agribisnis yang sedang dikembangkan adalah produksi tanaman sereal, berupa padi atau jagung. Selain itu Angola juga memerlukan investor dan pengembangan di bidang pengolahan makanan dan peningkatan value chain di agribisnis.
Indonesia punya kapasitas yang mumpuni di bidang pertanian untuk mendukung kerja sama agribisnis. “Dalam hal kerja sama pertanian, Indonesia melalui kerja sama antaruniversitas telah kembangkan proyek padi di Namibia dan capacity building pertanian berupa pengembangan tissue culture laboratory untuk mendukung pengembangan benih tanaman pangan,” kata Dubes RI.
Untuk lebih mengenali dan promosi potensi kerja sama ekonomi, Pemerintah Angola akan mengadakan Forum Ekonomi pada 28 April 2023 dan pameran dagang FILDA pada 18 – 22 Juli 2023. KBRI akan manfaatkan ajang pameran dagang FILDA untuk promosi kesempatan bisnis dan promosi produk unggulan Indonesia.(KBRI Windoek/ask)





