
48views
Bandung, bandungpos.id — Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Eric M. Attauriq mengatakan, sebanyak 81 persen proyek strategis dan janji kepala daerah Kota Bandung selama tahun 2023 telah terealisasi.
Hal tersebut diunfkapkan Erik pafabRapat Monitoring dan Evaluasi Target Kinerja Perangkat Daerah Triwulan IV 2023 di Pendopo Kota Bandung, Selasa (30/1/2024).
“Dari 55 proyek strategis, 45 pekerjaan yang telah selesai dan ada juga yang masih dalam penyelesaian sampai saat ini. Salah satunya yang sedang diselesaikan itu pembangunan gedung UPT Puskesmas Cibuntu. Sekarang sudah mencapai 92 persen,” ungkap Eric.
Sedangkan pada janji kepada daerah, Eric mengatakan, terdapat dua janji yang masih belum tercapai 100 persen. Di antaranya pembangunan flyover atau underpass, dari target 5 unit, telah terealisasi 4 unit. Serta sambungan air bersih baru yang semula ditargetkan bisa mencapai 25.000 SR, kini telah terealisasi 21.244 SR.
Eric menambahkan, pada sektor laju inflasi, Kota Bandung berada di bawah angka inflasi Jabar dan nasional yakni 0,63 persen.
“Meski tahun 2022 kita sempat menjadi tertinggi yakni 7,45 persen. Namun, alhamdulilah tahun 2023 inflasi Kota Bandung bisa lebih terkendali,” ucapnya.
Pj Wali Kota Bandung, Bambang Tirtoyuliono menyampaikan, berkaitan dengan janji kepala daerah dan proyek strategis harus benar-benar dipertimbangkan pertanggungjawabannya.
“Argumentasinya harus clear. Pun dengan proyek strategis yang ditetapkan kepala daerah, ini harus benar-benar strategis. Proyek strategis harus memberikan dampak positif bagi Kota Bandung,” tutur Bambang.
Ia berharap rencana pada tahun 2024, dengan Daftar Pelaksanaan Anggaran (DPA) yang ada, proyek strategis bisa lebih terstruktur.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandung, Yayan A. Brilyana menyebutkan, seluruh target Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dan smart city telah mencapai target.
“SPBE dan smart city Kota Bandung berada di angka sangat baik. Kami juga telah melakukan penurunan kabel di Jalan Riau dan Dago. Sudah ada 13 ruas jalan yang punya jalur ducting di bawah,” jelas Yayan.
Sedangkan Kepala Dinas Koperasi dan UKM (DiskopUKM) Kota Bandung, Atet Dedi Handiman mengatakan, selama 2023 jumlah UMKM di Kota Bandung mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada tahun 2022 jumlah UMKM di Kota Bandung mencapai 9.149 pelaku. Pada tahun 2023 naik menjadi 9.686 pelaku.
“Asetnya naik dari tahun 2022 sebesar Rp490 miliar. Sedangkan tahun 2023 menjadi Rp579 miliar,” kata Atet.
Omzet UMKM pun naik dari Rp1,07 triliun di tahun 2022 menjadi Rp1,3 triliun di tahun 2023. Begitu pun dari hasil pendampingan, para PKL mengalami kenaikan omzet dari sebelumnya Rp58 miliar naik menjadi Rp60 m.*
add a comment





