Olahraga

H. Yoko, “Saya Jiwa Pembina, Pilih Pemain Harus Objektif,”

61views

Bandung, BANDUNGPOS.ID – Beberapa hal krusial jadi topik pembahasan pada gelaran Kongres Askot PSSI Kota Bandung tahun 2024 di Aula Asprov PSSI Jabar, Jalan Lodaya Kota Bandung, Minggu (31/3/2024).

Seperti misalnya jadwal kompetisi sepakbola yang akan dimulai pada KU 11 dan 12 yang menjadi program SEAP, sebuah program yang berafiliasi di Thailand guna mencari pesepakbola muda berbakat. Program ini akan digelar di Stadion Siliwangi Bandung pada Juli mendatang. Program ini mencakup nasional dan internasional.

“Di kelompok usia 17 saya akan menggelar Piala Walikota untuk menginventarisir pemain Porprov 2026. Setelah itu akan digelar kompetisi KU 9, 10, 13 dan 15. Selain itu akan digelar pula kompetisi sepakbola wanita KU 15 dan 17 yang ditrencanakan digelar pada Agustus tahun ini,” ujar Ketua Askot PSSI Kota Bandung, H. Yoko Anggasurya.

Disamping beberapa kompetisi yang akan digelar, Askot PSSI Kota Bandung pun akan mengadakan sertifikasi pelatih laison D. Dari 92 laison, baru terakomodir 60 orang. Dengan demikian akan dibuat satu gelombang lagi.

“Nanti saya akan periksa lagi apakah betul mereka itu pelatih yang sudah melatih di Kota Bandung. Saya khawatir setelah saya kasih subsidi, ternyata mereka melatih diluar kota Bandung. Untuk mengantisipasinya tentu harus di inventarisir lagi,” ungkap H. Yoko.

Soal perwasitanpun setiap 3 bulan sekali akan ada penyegaran. Berdasarkan pengalaman, wasit-wasit kota Bandung yang dikirimkan untuk penyegaran nasional banyak yang gagal dari segi pengetesan fisik. Hal ini disebabkan ketidakbiasaan dari sistem pengujiannya.

Akan halnya soal Asosiasi Pelatih Sepakbola Indonesia (APSI) akan bergerak setiap 2 bulan sekali. APSI bergerak untuk menyelaraskan dan menyeragamkan teknik agar mendidik di Sekolah Sepakbola Bandung (SSB) labih baik dan bagus.

“Menyangkut kegiatan hukum kaitannya dengan hari lahir Persib, gugatan sudah masuk ke pengadilan. Rencana gugatan ada tiga. Pertama soal hari lahir Persib, kedua perpindahan perserikatan kepada PT PBB, ketiga pembinaan usia dibawah 18 tahun. Saya yakin betul, persoalan ini bukan keinginan Pak Glen (Sugita), tapi oknum-oknum dibawahnya,” ungkap H. Yoko.

Gugatan-gutatan tersebut – tegas H.Yoko, harus dilakukan karena ini penting untuk anak-anak dan pelatih yang berkiprah di Askot PSSI Kota Bandung.

“Sekitar 2 atau 3 tahun lalu, saya ada tawaran untuk bekerjasama dengan klub-klub di Liga 1, tapi saya tolak. Bayangkan kalau saya menerima tawaran itu, pasti bakal banyak cercaan. Akan halnya menyangkut Persib,dibelakangnya ada nama Bandung. Jadi tolonglah akomodir anak-anak Bandung. Jangan ada oknum-oknum yang ingin memisahkan,” tutur H. Yoko.

H. Yoko mengatakan, Persib lahir di Gurame. Soal seleksi pemain pun pernah dilakukan dengan beberapa talent scouting seperti Denny Syamsudin, Adjat Sudrajat, Adeng Hudaya dll.

“Namun apa yang terjadi sungguh memprihatinkan, sebab uang lapang tidak diganti, talent scouting tidak dibayar, cai ku urang, wasit ku urang, semuanya ku urang. Namun bagi saya hal-hal seperti itu tidak masalah karena kepentingannya untuk anak-anak kita,” ujar H. Yoko.

Namun satu hal yang disesalkan H. Yoko adalah, ada 20 pemain yang diberikan kepada Persib. Menurut perkiraannya, ke-20 pemain plus Academy Persib mendapat seleksi lagi. Tapi ternyata tidak, sebab ternyata mereka semua dikeluarkan.

“Kalau tahu endingnya seperti ini tentu kita tidak mau mengadakan seleksi dan berkorban dari sisi materil. Serahkan saja seleksinya kepada mereka. Kalau saya kembali kepada perjanjian, usia dibawah 18 tahun harus dikelola sama PSSI Kota Bandung. Saya jiwa pembina. Kalau dari Academy ada yang bagus, silahkan. Kalau ada yang kalah bersaing dari Academy tentu akan saya coret,” tegas H. Yoko. (den)

Leave a Response