Indonesia Darurat Literasi
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, di tahun 2022 GPMB berkolaborasi dengan Perpustakaan Nasional RI dan Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Pusat meluncurkan program strategis yaitu Gerakan Keluarga Baca Nasional. Peluncuran Gerakan Keluarga Baca Nasional (GKBN) dilaksanakan secara hybrid pada akhir November 2022 di Gedung Perpustakaan Nasional RI.
Saat ini total ada 164.610 perpustakaan, terdiri atas 113ribu perpus sekolah, 42 ribu perpustakaan umum, 6000 perpustakaan khusus, dan 2000 perpustakaan perguruan tinggi. Tapi Unesco memutuskan Indonesia Rendah budaya bacanya. Kini Indonesia Darurat Literasi.
Jakarta, BANDUNGPOS.ID : Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, di tahun 2022 GPMB berkolaborasi dengan Perpustakaan Nasional RI dan Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Pusat meluncurkan program strategis yaitu Gerakan Keluarga Baca Nasional.
Peluncuran Gerakan Keluarga Baca Nasional (GKBN) dilaksanakan secara hybrid pada akhir November 2022 di Gedung Perpustakaan Nasional RI.
“GPMB menawarkan program ini sebagai bentuk kolaborasi bersama Perpusnas dan PKK, dengan tujuan agar keluarga menjadi titik pusat menumbuhkan kegemaran membaca dan literasi sejak dini,” kata Ketua Umum PP GPMB Dr. Tjahjo Suprajogo, yang juga dosen Kebijakan Publik IPDN.
100 Ribu Perpustakaan
Sebagai keynote speaker sekaligus membuka acara adalah Kepala Perpustakaan Nasional RI Muhammad Syarif Bando. Dalam kesempatan itu Syarif menyampaikan tugas Perpusnas sesuai UU no.43 tahun 2007 yaitu membina seluruh jenis perpustakaan (perpustakaan sekolah, perpustakaan perguruan tinggi, perpustakaan khusus). Saat ini total ada 164.610 perpustakaan, terdiri dari 113 ribu perpus sekolah, 42 ribu perpustakaan umum, 6000 perpustakaan khusus, dan 2000 perpustakaan perguruan tinggi.
Lanjut Syarif, tantangan Perpusnas sekarang adalah meningkatkan literasi di tengah tantangan disrupsi teknologi digital. Oleh karenanya, literasi tidak hanya identik dengan minat baca lagi seperti definisi tahun 1940-an, tetapi sudah berkembang menjadi 5 tingkatan: baca tulis hitung dan pembentukan karakter, akses bahan bacaan terjangkau, memahami apa yang tersirat dari yang tersurat, inovasi dan kreativitas sebagai antisipasi terhadap perkembangan teknologi informasi, dan memiliki kemampuan produksi barang dan jasa sehingga mampu bersaing secara global.
Ketua Umum Tim Penggerak PKK Pusat dalam kesempatan ini diwakili oleh Ninuk Triyanti, Kabid Pendidikan & Peningkatan Ekonomi Keluarga TP PKK Pusat. Dalam paparannya, Ninuk menginformasikan payung hukum PKK yaitu Perpres 99 No. 2017 tentang Gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (Gerakan PKK).
Lebih lanjut Ninuk mengatakan bahwa budaya membaca, budaya berliterasi secara cerdas, harus dimulai dari keluarga. GKBN ini sangat terkait dengan tugas-tugas pokok PKK sehingga Tim Penggerak PKK mendukung penuh Gerakan ini.
Darurat Literasi
Kepala Biro Humas & Kerjasama GPMB Dani Akhyar menambahkan, acara peluncuran GKBN ini menjadi puncak rangkaian HUT GPMB ke-21, yaitu seminar nasional dengan tema “Indonesia Darurat Literasi, Benarkah? Persoalan dan Solusi, pada 15 November 2022 di Perpustakaan Nasional Salemba. Dilanjutkan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) GPMB pada tanggal 16 November 2022 yang diikuti oleh Pengurus Daerah GPMB di provinsi dan kabupaten/kota di seluruh Indonesia. ** (rm/bp)





