
Oleh: dr. Sara Elise Wijono, Mres.
TAK sekadar kemampuan untuk mempertahankan ereksi, ejakulasi, dan bereproduksi, kesehatan Mr. P alias penis lebih dari itu. Kesehatan Mr. P bergantung pada banyak hal, seperti praktik kebersihan, gaya hidup, dan kondisi kesehatan yang mendasarinya. Secara garis besar, ciri-ciri Mr. P sehat adalah sebagai berikut:
- Ukuran Mr. P
Ukuran Mr. P tentu menjadi hal utama yang diingat, apabila membahas soal Mr. P yang sehat. Namun, ingatlah bahwa ukuran bukan satu-satunya. Sebab, ukuran alat kelamin pria yang normal pada beberapa etnis dapat berbeda-beda. Secara umum, panjang Mr. P yang normal adalah 7–10 cm dengan garis keliling 9–10 cm saat lemas atau flaccid. Sementara, panjang kelamin pria sehat dan normal saat ereksi adalah 12–16 cm dengan garis keliling 12 cm.
Mr. P dianggap kecil atau abnormal jika panjangnya kurang dari 7,6 cm saat mengalami ereksi (mikropenis). Kebanyakan pria tidak percaya diri karena memiliki Mr. P yang kecil. Padahal, dari beberapa studi disebutkan bahwa 85% wanita merasa puas dengan ukuran Mr. P pasangannya.
- Kenyamanan Saat Buang Air Kecil
Mr. P berfungsi untuk buang air kecil dan berejakulasi. Tanda Mr. P yang sehat adalah ketika Anda dapat buang air kecil dengan nyaman tanpa adanya rasa sakit atau tersendat. Apabila Anda merasakan adanya masalah saat ingin buang air kecil, seperti sulit untuk memulai buang air kecil atau aliran urine yang keluar terasa lemah, maka Anda perlu waspada. Bisa jadi itu adalah tanda-tanda dari benign prostatic hyperplasia (BPH) atau pembesaran prostat yang sering terjadi pada pria usia tua. Gejala lain dari BPH, yaitu:
- Urine yang menetes setelah selesai buang air kecil.
- Perasaan kandung kemih yang tidak sepenuhnya kosong.
- Sering buang air kecil.
- Kemungkinan adanya darah dalam urine karena mengejan saat berkemih.
Selain menunjukkan adanya gangguan pada prostat, nyeri saat buang air kecil dapat juga menjadi tanda adanya infeksi menular seksual (seperti chlamydia dan gonore), dan infeksi saluran kemih.
- Kelengkungan Mr. P
Ciri-ciri Mr. P sehat juga bisa terlihat dari kelengkungannya. Pada kebanyakan pria, saat ereksi, kelengkungan Mr. P cenderung mengarah ke kiri atau kanan. Ini normal dan tak perlu dikhawatirkan. Namun, lain halnya jika Mr. P melengkung lebih dari 15 derajat. Kondisi ini bisa menjadi tanda adanya penyakit Peyronie.
- Kemampuan dalam Mempertahankan Ereksi
Mr. P yang sehat ditunjukkan dari kemampuan untuk mendapatkan dan mempertahankan ereksi. Gangguan yang terjadi karena ketidakmampuan mendapatkan dan mempertahankan ereksi biasa disebut dengan disfungsi ereksi. Terdapat banyak faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya disfungsi ereksi, seperti:
- Tekanan darah tinggi.
- Ketergantungan alkohol.
- Kolesterol yang tinggi.
- Penggunaan tembakau
- Ada atau Tidaknya Benjolan dan Luka
Tampilan luar dari Mr. P dapat membantu mengidentifikasi masalah kesehatan pada Mr. P. Pasalnya, beberapa tanda infeksi menular seksual dapat terlihat pada Mr. P. Jika Anda mendapati adanya benjolan, kemerahan, bintik atau luka pada kulit Mr. P, segeralah berkonsultasi dengan dokter. Bisa jadi hal tersebut merupakan pertanda penyakit tertentu, misalnya infeksi kelamin. Beberapa tanda penyakit kelamin yang dapat dilihat dari tampilan luar Mr. P, yaitu:
- Herpes kelamin dapat diketahui dari lepuh (satu atau beberapa) yang berisi cairan. Biasanya sering ditemukan di batang Mr. P.
- Kutil kelamin (yang disebabkan oleh human papillomavirus) ditandai oleh benjolan kecil yang menonjol. Penampilannya seperti kembang kol dan dapat muncul sendiri atau berkelompok.
- Fase primer sifilis ditandai dengan luka merah yang tidak nyeri. Luka ini biasanya disebut dengan chancre
- Warna Mr. P
Ternyata, ciri-ciri Mr. P yang sehat dapat dilihat dari warnanya. Umumnya, warna kelamin yang sehat serupa dengan warna kulit tubuh. Meski demikian, hal itu tidak bisa menjadi patokan. Sebab bisa saja seseorang memiliki warna Mr. P yang satu hingga dua tingkat lebih gelap, kemerahan, atau cokelat dari warna kulit. Selain itu, kanker Mr. P dapat diketahui dengan melihat Mr. P Anda. Adanya perubahan warna kulit, penebalan kulit, atau timbulnya luka dapat menjadi tanda-tanda kanker langka ini.
- Cairan yang Keluar dari Mr. P
Ketika ejakulasi, seorang pria biasanya mengeluarkan cairan berwarna putih susu atau agak kekuningan dengan jumlah kurang dari satu sendok teh. Sementara itu, tekstur maupun konsistensi dari air mani ini dapat berubah. Hal ini biasanya dipengaruhi oleh pola makan sebelum terjadinya ejakulasi. Cairan abnormal yang keluar dari Mr. P atau warna urine yang abnormal dapat menunjukkan gangguan kesehatan.
Berikut beberapa tanda yang sebaiknya kamu waspadai:
- Chlamydia ditunjukkan dengan nanah yang cenderung berair dan berwarna putih. Pada hampir 50% pria yang terinfeksi tidak memiliki gejala yang mencolok.
- Pada gonore, nanah cenderung lebih kental dan bisa berwarna kehijauan atau kekuningan.
- Urine berdarah dapat menjadi tanda penyakit ginjal atau kandung kemih, termasuk kanker. Ini juga bisa menjadi tanda penyakit prostat, infeksi saluran kemih, infeksi menular seksual, atau berbagai penyebab lainnya.
- Warna urine yang keruh dapat menjadi tanda infeksi saluran kemih.
- Urine yang pekat bisa menjadi tanda dehidrasi.
Terkait dengan warna urine, beberapa makanan dapat memengaruhi warna urine, seperti:
- Bit bisa memberikan semburat kemerahan.
- Asparagus dapat membuat menjadi hijau.
- Asupan vitamin B12 yang tinggi dapat menyebabkan warna urine menjadi kuning berpendar.
- Pengobatan-pengobatan tertentu juga dapat memengaruhi warna urine.
- Aroma
Mr. P sehat umumnya memang memiliki aroma tertentu. Hal ini berkaitan dengan keringat dan minyak yang diproduksi pada kelamin Anda. Namun, perubahan aroma Mr. P atau bau kurang sedap bisa disebabkan berbagai macam faktor, seperti:
- Penumpukan smegma pada kulup Mr. P yang tidak disunat.
- Infeksi saluran kemih (dapat menimbulkan bau amis).
- Infeksi jamur (bau lembap/apek).
- Peradangan kepala Mr. P atau balanitis.
- Gonore
- Chlamydia, dll.
Untuk menjaga kesehatan Mr. P, jangan lupa lakukan perawatan secara rutin, khususnya higienitas. Bersihkanlah Mr. P Anda setiap kali mandi. Sabuni seluruh area kepala dan batang Mr. P, juga seputar selangkangan dengan sabun lembut. Bagi yang tidak disunat, tarik kulup Mr. P dan bersihkan area yang tertutup kulup. Keringkan area tersebut dengan ditepuk-tepuk, kemudian kembalikan kulup ke posisi semula.
Ciri-ciri Mr. P sehat dapat dilihat dari berbagai sisi, bukan hanya soal ukuran. Apabila Anda merasa ada sesuatu yang tidak seperti biasanya, segera periksakanlah diri Anda ke dokter. Semoga informasi di atas bermanfaat untuk Anda ya kaum pria.**(Sumber: KlikDokter/bp/jit)





