
Oleh Renaldy Firmantua
Secara etimologis literasi berasal dari bahasa latin yakni literatus yang artinya orang belajar. Menurut Wikipedia, literasi adalah istilah umum yang merujuk kepada seperangkat kemampuan dan juga keterampilan individu dalam membaca, menulis, berbicara, menghitung, dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian tertentu yang tentunya diperlukan dalam kehidupan sehari-hari.
Sedangkan menurut UNESCO, literasi adalah seperangkat keterampilan yang nyata, khususnya keterampilan kognitif dalam membaca dan menulis yang terlepas dari konteks di mana dan dari siapa keterampilan tersebut diperoleh serta bagaimana cara memperolehnya.
Membaca memang merupakan aktivitas yang sangat bermanfaat. Namun sangat disayangkan, minat baca di Indonesia bisa dibilang sangat rendah mulai dari tua dan muda terutama dikalangan remaja. Banyak dari remaja di Indonesia yang belum sadar akan pentingnya membaca. Terlebih lagi di masa sekarang, ketika perkembangan teknologi sudah sangat pesat hingga muncul berbagai media sosial dan juga game online. Membuat para remaja lebih tertarik akan hal itu dibandingkan membaca. Bahkan tidak sedikit orang tua di zaman sekarang yang membebaskan anaknya untuk bermain gawai.
Terkait dengan pengaruh sosial media, seharusnya kaum remaja dapat lebih memanfaatkan kecanggihan teknologi dengan melakukan hal positif. Kini membaca buku tidaklah susah, tidak harus pergi ke perpustakaan atau toko untuk membeli ataupun membaca buku. Melalui gawai pun kini kita dapat membaca secara online atau mengunduh buku apa yang ingin kita baca.
Tapi tak sedikit juga para Mahasiswa yang sadar akan kurangnya literasi di Indonesia, para Mahasiswa tersebut membuat sebuah gerakan yang disebut “Taman Baca”. Dikutip dari bem-fbs.student.uny.ac.id/pojok-baca/, para mahasiswa dari BEM UNY mengadakan Pojok Baca di Pesantren dan ada juga di Surabya yaitu “Taman Baca” yang digelar di Taman Kunang-Kunang oleh UPN Veteran Jawa Timur.
Pojok Baca atau Taman Baca ada juga yang digelar di Dago Elos, oleh masyarakat setempat maupun pihak universitas.
Mereka rutin melakukan kegiatan “Taman Baca” atau “Pojok Baca” untuk seluruh kalangan dan tidak ada batasan umur, dan terlebih di tujukan pada anak anak yang nantinya akan menjadi penerus bangsa yang cemerlang.
Pojok Baca atau Taman Baca menyediakan berbagai macam buku, mulai dari komik, buku anak anak, ensiklopedia, antologi, ilmiah, dll.
Pojok Baca atau Taman Baca sangat dibutuhkan karena dari kegiatan tersebut banyak hal yang bisa di dapat, terlebih ilmu yang memang tidak diajarkan atau bahkan tidak didapat dari sekolah.
Mengembangkan Pojok Baca atau Taman Baca sangat amat penting agar nantinya generasi yang akan datang tidak buta akan sejarah ataupun ilmu ilmu. Maka dari itu sebuah gerakan yang di lakukan oleh para mahasiswa yang ada di Indonesia harus selalu diapresiasi dan d dukung. *
* Renaldy Firmantua, mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Pasundan (Unpas) Angkatan 2022, peminat masalah sosial dan kemahasiswaan, bermukim di Margahayu Raya Barat, Kota Bandung, Jawa Barat.



