
Oleh Kin Sanubary
Zoraya Perucha, aktris, model dan bintang film yang memiliki latar belakang atlet renang nasional menjadi penghias sampul majalah Variasi edisi April 1984, tepat 40 tahun silam.
Saat ditampilkan di sampul, Zoraya Perucha, masih berusia 27 tahun. Selain cantik, tutur katanya manis menggemaskan dan fotogenik. Rambutnya sering dibiarkan tergerai, terurai sepunggung.
Ucha, panggilan akrab dari Zoraya Perucha, kelahiran Kota Kembang tahun 1957 merupakan putri Brigjen Yushar Yahya. Prestasinya di gelanggang renang nasional dan internasional. Ucha dikirim ke Amerika Serikat untuk memompa kariernya di dunia renang. Di AS Ucha juga kuliah di University of Southern California di bidang administrasi dan bisnis hingga meraih gelar sarjana juga bergabung dengan grup teater Pacific Rennaisance, Hollywood selama 2 tahun.
Kelak, dia dikenal sebagai aktris film dengan sederet judul karya yang dibintanginya dan mendapat arahan sutradara kawakan, seperti Ami Prijono (Yang, 1983), Satmowi Atmowiloto (Saat Saat Kau Berbaring di Dadaku, 1984), Drs. Sjumanjaya (Opera Djakarta, 1985), Nya Abbas Acup (Semua Karena Ginah, 1985), Hasmanan, Wim Umboh (Secawan Anggur Kebimbangan, 1986), Chaerul Umam (Terang Bulan di Tengah Hari, 1988). Dia kemudian diperisteri oleh Drs Sjuman Djaja
Pada tahun yang sama sutradara Sjuman Djaja membuat film Chairil Anwar dengan pemeran WS Rendra sebagai tokoh utama. Si Burung Merak itu memerankan sosok Chairil Anwar, figur dan tokoh penyair Angkatan 45. Dramawan WS Rendra sangat terkenal di dunia sastra, teater dan kebudayaan Indonesia.
FARIZ RM
Dari dunia musik, Fariz Rustam Munaf setelah sukses menggebrak blantika musik Indonesia dengan albumnya “Sakura” namanya langsung melejit. Beberapa gebrakan album solo dan album yang digarap bersama beberapa grup band-nya terus melaju. Grup-nya Symphony~Transs dan WOW praktis menjadi bahan rebutan panitia show dan para produser rekaman.
Fariz RM memproduksi album solonya dengan label Peristiwa 81-84 yang diangkat dari berbagai peristiwa yang terjadi selama tahun 81 hingga tahun 84 merupakan gejolak jiwa mudanya. Lagu Jerit Jakarta dan Sebuah Illustrasi dijagokan menjadi lagu hits-nya di album ini.
WOW!
Grup band WOW! ini beranggotakan anak-anak muda yang intelek, alumni beberapa perguruan tinggi di Jakarta. Mereka muncul tanpa kehadiran Fariz RM, orang yang dianggap membentuk dan mempopulerkan WOW ! Grup band ini berformasikan : Iwan Madjid Keyboard-Vokal• Musya Joenoes Gitar-Vokal• Darwin Rachman Bass-Vokal• Ichal Indra Putra Drum-Vokal~ Album pertama WOW yaitu Produk Hijau masih bersama Fariz RM.
IWAN FALS
Penyanyi balada yang mulai mengorbit, Iwan Fals mengeluarkan album terbaru yang berjudul Barang Antik . Di album ini Iwan Fals banyak melantunkan lagu yang bersenandung cinta tetapi masih dalam irama country. Membicarakan soal cinta barangkali tak akan pernah akan habis-habisnya dan tetap menarik. Tak terhitung para penyanyi dan musisi menciptakan lagu bertemakan cinta.
Demikian pula dengan Iwan Fals dalam album ini menampilkan lagu “Kumenanti Seorang Kekasih” musik digarap oleh Willy Sumantri sebagai bentuk penyegaran yang selama ini Iwan Fals lebih dikenal dengan lagu-lagu kritik sosialnya. Dan Iwan Fals menunjukkan kebolehannya bisa juga sebagai penyanyi yang bervokal lembut berbeda dengan album-albumnya sebelumnya.
JAMAL MIRDAD
Penyanyi Jamal Mirdad mendapat penghargaan untuk album rekamannya. Jamal meraih 4 Golden Record untuk 4 album kasetnya yang meraih kesuksesan.~ Hati Selembut Salju~ Hati Lebur Jadi Abu~ Hati Kecil Penuh Janji~ Hati Seorang Kawan Baru. Selanjutnya Jamal Mirdad akan merekam lagu-lagu berirama dangdut yang musiknya digarap oleh Mas Kelik alias A Riyanto yang membesarkan Jamal Mirdad.
DAVID BOWIE
Dari panggung musik dunia, ditampilkan sosok David Jones yang kemudian terkenal dengan nama David Bowie kini dikenal sebagai perintis raja pentas musik rock.
Majalah musik terbitan Amerika serikat “Creem” menjulukinya sebagai “White Princess” alias Pangeran Putih. David Bowie dikenal sebagai perintis gaya pentas model banci yang kemudian banyak diikuti oleh hampir semua orang panggung. David Bowie kelahiran 8 Januari 1947 selalu tampil mempesona, menawan dan berkharisma.
Popularitas dan uang banyak didapatnya. Bowie pernah berambisi menjadi Perdana Menteri Inggris karena merasa dirinya tak tersaingi sebagai bintang pentas.
AL PACINO
Film terbaru Al Pacino Scarface sebuah film yang diilhami dari film Howard Hawks (1932) dengan kisah dan judul film yang sama Scarface ketika itu dimainkan oleh Paul Moni sebagai Tony Montana Si Raja Bandit yang bermimpi meraih kekuasaan, uang dan wanita.
Dalam film Scarface Al Pacino berperan sebagai Tony Montana alias Mat Codet. Film ini digarap oleh sutradara Brian de Palma sutradara besar asal Prancis. Al Pacino tampil makin meyakinkan keaktorannya seperti kehidupan nyata yang sebenarnya.
GURUH SOEKARNO PUTRA
Guruh Soekarno Putera “Superstar”. Bernama lengkap Mohammad Guruh Irianto Sukarno Putra, putra bungsu Presiden Sukarno dan Ibu Fatmawati kelahiran Jakarta, l3 Januari l953 merupakan seniman, musisi dan aktor. (Selanjutnya berkiprah di dunia politik mengikuti kakak-kakaknya, kini politikus PDIP). Guruh pernah bergabung dan mendirikan band Gipsy dan Gank Pegangsaan. Dan bermain di film Puspa Indah Taman Hati (l979) Gita Cinta Dari SMA (l979) dan Sembilan Wali (l985) sebagai Sunan Muria.
Di dunia panggung hiburan Guruh dikenal sebagai konseptor dan koreografer pertunjukkan pentas yang kolosal. Guruh kini menjadi raja showbiz ternama di Indonesia dengan bendera Swara Mahardhika.
PIALA OSCAR 1984
Piala Oscar ke 56 menjadi idaman para bintang film, piala yang dianggap paling bergengsi tingginya cuma 25 cm beratnya sekitar 3,5 kg berlapis perunggu dibawah piring emas.
~ Penerimaan Penghargaan Oscar ke 56 tahun 1984 yaitu :~ Film Tebaik : Term of Endearment ~ Aktor Terbaik: Robert Duval (Tender Mercies)~ Aktris Terbaik: Shirley Mc Laine (Term of endearment) ~ Sutradara Terbaik: James L Brooks (Term of Endearment) ~ Skenario Terbaik: Horton Foote (Tender Mercies) ~ Oscar Kehormatan: Hal Roach (Berjasa dalam film-film komedi)
Hal yang menarik dari Anugerah Oscar ke 56 tahun 1984 ini terdapat film The Year of Living Dangerously yang mengambil latar belakang Peristiwa G 30 S PKI yang terjadi di Indonesia.
Adapun rubrik rutin yang selalu hadir di Majalah Variasi yaitu : ~ Surat-surat Pembaca ~ Stop Pinggir ~ Bintang Anda ~ QSO rubrik khusus radio komunikasi. ~ Variasi Humor ~ Variasi Konsultasi ~ Stasiun Opini ~ Teka Teki Silang • Cerpen : ~ Dendam Orang Mati karya Motinggo Busye ~ Sang Gadis karya Effendy Hassan ~ Tinja & The Dragon karya Ris Prasetyo.
Semoga dengan membuka dan membaca kembali majalah lawas Variasi bisa mengingat kembali para pesohor dalam dan luar negeri era tahun 80-an.
Selamat mudik lebaran ke kampung halaman untuk semua sahabat pembaca setia Kolom Media Lawas,. Semoga senantiasa sehat diberikan kelancaran dan keselamatan,. Aamiin YRA. *
* Kin Sanubary, kolektor, pendiri dan pengelola Rumah Media Lawas, penerima Penghargaan PWI Jawa Barat 2023 kategori pelestari media massa nasional, bermukim di Tanjungwangi, Kabupaten Subang, Jawa Barat.




