Metro Bandung

Masyarakat Kota Bandung Tolak Patung Soekarno

Masyarakat Kota Bandung Tolak Patung Soekarno

480views

Bandung, BANDUNGPOS.ID: Semua warga Kota  Bandung bertekat, semoga Kota Bandung tidak menjadi kota patung. Jika di buat di Pulau Bali (Denpasar) tentu tidak menjadi masalah karena di sana sejalan dengan kultur dan religi. Di Bandung harus ada sebab kuat untuk pembangunan patung sebagai monumen. Jika tidak jelas apalagi disinyalir sarat dengan kepentingan politik maka rakyat Bandung bahkan Jawa Barat akan menolaknya.

Hal itu diungkapkan M. Rizal Fadillah, salah seorang Pemerhati Politik dan Kebangsaan, Kota Bandung yang dikutip dari Suaraislam,id.

Rencana pembangunan patung Soekarno di area GOR Saparua menurut Rizal,  adalah  pembangunan yang harus ditolak, dengan alasan, pertama, ini bukan proyek Pemprov dan tidak berhubungan dengan kepentingan rakyat Jawa- Barat. Tidak ada agenda terencana berbasis APBD. Ini proyek politik Ridwan Kamil yang bersembunyi dibalik penghormatan pada tokoh sejarah.

Kedua, penggunaan lahan milik Pemrov Jawa Barat harus dengan persetujuan atau didahului pembahasan di DPRD. Harus jelas hubungan hukum antara Pemprov dengan Yayasan Putra Nasional Indonesia. Ground Breaking dengan menelikung DPRD jelas menyalahi. DPRD berhak untuk memanggil Ridwan Kamil.

Ketiga, patung Soekarno setinggi 20,3 M yang disebut sebagai tertinggi itu bukan menjadi kebanggaan tetapi keprihatinan. Dibangun oleh seniman Yogya bukan dari Bandung. Patung dalam aspek keagamaan harus beralasan kuat, tanpa itu akan dianggap sebagai kultus atau bahkan pengembangan keberhalaan (paganisme). Nabi Ibrahim dahulu berani menghancurkan berhala.


Kelima, program PDIP berupa patungisasi Soekarno seluruh Indonesia adalah program politik pragmatik. Memanipulasi heroisme dan historika untuk kampanye partai melalui “jualan” figur. Soekarno seperti yang dimuliakan tetapi sebenarnya direndahkan.

Keenam, di samping berjasa besar bagi bangsa, Soekarno juga tercatat memiliki banyak catatan hitam. Ada mandor Romusha, konsepsi Nasakom, Demokrasi Terpimpin, membubarkan Masyumi, memenjarakan Buya Hamka dan lainnya.

Pemenang Pemilu 2019 Kota Bandung adalah PKS sedangkan untuk Jawa Barat Partai Gerindra. Kehadiran Hasto Kristiyanto Sekjen PDIP pada saat groundbreaking menunjukkan kepentingan PDIP ada di sana. Ridwan Kamil memfasilitasi. Tanah Pemrov digunakan untuk Plaza Soekarno tersebut.


Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil kiranya tidak bermanuver politik dengan “menjual” tanah aset Pemprov Jawa Barat demi sejumput kekuasaan. Cabut kembali izin penggunaan tanah di GOR Saparua Bandung untuk pembangunan patung Soekarno oleh Yayasan Putra Nasional Indonesia. “Bandung tidak butuh patung, yang dibutuhkan adalah masyarakat yang selalu beruntung dan berbudaya agung, ” katanya. *(rm/BNN)

 

 

Leave a Response