
Bandung, BANDUNGPOS.ID: Bertempat di ruang rapat Dinas Arsip dan Perpustkaan (Disarpus) Kota Bandung, GPMB (Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca) Kota Bandung menggelar pra musyawarah daerah (pra musda). Kegiatan yang diikuti seluruh pengurus GPMB pereode 2018-2022 itu juga dihadiri ketua IKAPI Kota Bandung, Ketua IPI Bandung Raya, perwakilan Pokja Literasi Pemkot Bandung, Ketua IGTKI Kecamatan Cibeunying Kidul, Direktur Leppma (Lembaga Penelitian dan Pengembangan Media anak), Gramedia, Penerbit Beetred, ketua asosiasi Museum Kota Bandung, Kadisarpus, Sekdisarpus, para Kabid semua bidang, dan Ketua DPD GPMB Provinsi Jawa Barat.
Kadisarpus Kota Bandung, H.Drs. Fajar Kurniawan,.Msi, dalam kesempatan itu mengarakan, GPMB Kota Bandung kedepan harus didaftarkan ke Litbangpol agar legaslitasnya diakui pemerintah, dan yang lebih penting memiliki AD/ART sendiri.
“ Organisasi GPMB juga harus dilegalkan melalui notaris. Kalau syah dan formal sebagai ormas kegiatan-kegiatan yang bermuara kepada mencerdaskan masyarakat bermanfaat, pasti diperhatikan pemerintah,” katanya,.
Sementara Sekdisarpus, Medi Mahendra, AP. S.Sos, dalam kesempatan yang sama lebih menekan GPMB mampu bersinergi, berkolaborasi dengan ormas literasi yang lain, jangan berkompetisi, tapi saling melengkapi. Event di Disarpusu ntuk meningkatkan budaya baca cukup banyak menurut pengakuan Medi, sehinga perlu didukung GPMB dan orgmas literat yang lain. Indek budaya baca di Kota Bandung sudah bagus, itu semua berkat para pejuang literasi yang dianataranya difasilitasi Disarpus, tambahnya.
Disapus memiliki calender event diantaranya Jambore Literasi, Festival Duta Baca, pemilihan duta baca, K-LIK Disapus, dan masih banyak event yang rutin digelar untuk masyarakat.
Sementara Ketua GPMB Kota Bandung, M Kh. Rachman Ridhatullah.S.Sos.Msi, dalam paparannya terungkap, GPMB Kota Bandung selama 4 tahun mencoba eksis dan masuk advokasi literasi disemua lapisan, mulai pra sekolah, anak-anak wajar dikdas 12 tahun, mahasiswa, dan masyarakat santri. Dalam ikut mencerdaskan masyarakat selain mendapat fasilitas Disapus, juga melibatkan sejumlah stakeholder, seperti perguruan tinggi di Bandung, penerbit buku, lembaga penyiaran TV dan radio, juga mendia cetak PR Group, Bandungpos, dan media massa lainya. Pra Musda GPMB juga mendapat dukungan penuh dari IKAPI, IPI atau Gramedia. Pra Musda GPMB menghasikan keputusan pembentukan team Formatur yang selajutnya menggelar pemilihan pengurus baru yang akan bekerja 2022-2026 mendatang.**(rm/bp)





