Metro Bandung

Pemerintah Terkesan Tutup Mata, Ada Bangunan Gardu Listrik di Atas Trotoar

62views

Bandung, bandungpos.id — Pemerintah Kota Bandung Terkesan tutup mata atas pelanggaran pembangunan gardu listrik di lahan kosong eks TPS yg merupakan Sempadan jalan yg berfungsi sebagai trotoar di Jl. Dr Junjunan (Pasteur), Kel. Sukabungah Kec. Sukajadi Bandung.

Bagaimana tidak, bangunan yang berdiri di atas trotoar tersebut hingga saat ini masih berjalan dan sudah masuk pada pemasangan peralatan.

Namun hingga saat ini belum ada tindakan dari pemerintah dalam ual ini dinas terkait untuk menghentikan proyek tersebut.

Padahal sebelumnya sudah ada surat teguran baik dari aparat kewilayahan maupun dari dinas ciptabintar, agar pembangunan segera dihentikan sebelum mengantongi surat ijin.

Namun pantauan di lapangan, Senin (29/1/2024) kegiatan masih terus berjalan.

“Sampai saat ini kami belum menerima surat pemberitahuan terkait ijin sudah keluar atau belum,” ungkap Camat Sukajadi via tlp selulernya, Senin (29/1/2024).

Dikatakan Inci, yang berwenang memberhentikan proyek tersebut adalah dinas terkait.

“Kalau surat teguran sudah kami layangkan beberapakali, bahkan sudah kita laporkan ke Disciptabintar,”jelasnya.

Bahkan ungkap Inci, Disciptabintar pun sudah melayangkan surat permintaan ke pelaksana pembangunan agar menghentikan sementara kegiatan.

“Namun entah bagaimana cerita dan kelanjutannya, yang jelas pembangunan sampai saat ini masih berlangsung,” ujarnya.

Namun yang pasti, pelaksana pembangunan tidak mengindahkan surat teguran Pemerintah Kewilayahan maupun Pemerintah Kota Bandung.

Untuk diketahui, pembangunan gardu listrik tersebut merupaa pindahan dari gardu yang sebelumnya berada di lokasi rumah makan Ciganea. Diduga karena akan dilakukan pengembangan, sehingga gardu tersebut dipindahkan ke area depan. Namun sayangnya pembangunannya dilakuka di atas trotoar, ditambah adanya pemasangan tihang baru sehingga mengganggu aktifitas pejalan kaki dan berpotensi terjadinya kecelakaan, karena trotoar hanya tersisa sekitar setengahmeter.

“Kami masyarakat yang kerap menggunakan fasilitas trotoar jadi terganggu,”ungkap Tamail salahseorang warga.

 

Leave a Response