SELAIN dari makanan, pria dapat meningkatkan kadar hormon testosteron dari mengonsumsi suplemen. Menurut dr. Reza Fahlevi, Sp. A., banyak sekali suplemen yang bisa meningkatkan hormon testosteron pria. “Suplemen yang berperan di antaranya seperti zinc dan vitamin D. Pada prinsipnya, semua makro dan mikronutrien itu harus seimbang untuk pembentukan testosteron yang baik,” jelas dr. Reza.
Berikut beberapa pilihan suplemen yang dapat meningkatkan hormon testosteron yang aman bagi kesehatan.
- Vitamin D

Sebuah studi yang dipublikasi oleh Journal of Steroid Biochemistry and Molecular Biology tahun 2020 mengamati hubungan antara kadar vitamin D dan testosteron. Pria dengan kekurangan vitamin D ditemukan memiliki kadar testosteron yang lebih rendah. Dengan demikian, penelitian tersebut menyiratkan bahwa meningkatkan kadar vitamin D juga dapat membantu naiknya kadar testosteron dalam tubuh.
- Fenugreek

Dilansir dari Healthline, senyawa saponin furostanolik di dalam tanaman fenugreek diyakini dapat meningkatkan produksi testosteron. Selain itu, beberapa penelitian menunjukkan konsumsi suplemen fenugreek dapat meningkatkan kadar testosterone dan gejala yang berkaitan dengan testosteron rendah seperti libido rendah.
Studi dari International Journal of Medical Science pernah mengamati khasiat fenugreek untuk testosteron. Studi ini melibatkan 49 pria dan dilakukan selama 8 minggu. Selain itu, hasil penelitian menemukan mengonsumsi suplemen 500 mg fenugreek setiap hari dapat sedikit meningkatkan kadar testosteron. Selain itu, suplemen herbal ini secara signifikan dapat meningkatkan kekuatan dan lemak tubuh.
- DHEA

DHEA atau dehydroepiandrosterone merupakan hormon steroid yang tersedia dalam bentuk suplemen yang terkadang digunakan untuk meningkatkan kadar testosteron. Hormon DHEA diproduksi oleh kelenjar adrenal secara alami. DHEA akan diubah oleh tubuh menjadi hormon testosteron dan hormon seks lainnya. Sejauh ini, hanya sedikit penelitian yang mengklaim suplemen DHEA dapat meningkatkan kadar testosteron.
Penelitian tahun 2013 menguji 8 pria paruh baya yang diberikan suplemen DHA pada malam hari sebelum menyelesaikan program olahraga intensitas tinggi. Hasilnya, suplemen DHEA tampaknya dapat meningkatkan kadar testosteron dan mencegah kadar tersebut menurun selama latihan.
- Zinc
Zinc merupakan mineral yang membantu sistem kekebalan tubuh berfungsi baik serta meningkatkan proses pembelahan sel. Kekurangan atau defisiensi zink sering dikaitkan dengan kadar testosteron rendah. Pasalnya mineral ini dapat memengaruhi sel-sel di testis yang memproduksi hormon testosteron.
Sebuah tinjauan tahun 2018 dalam jurnal The Aging Male menyimpulkan pria dengan kadar testosteron rendah dan infertilitas dapat mengonsumsi 220 mg zinc sulfat dua kali sehari selama 1-4 bulan. Hal ini utamanya jika pria memiliki kadar zinc rendah dalam darah. Itu dia beberapa pilihan suplemen yang dapat meningkatkan hormon testosteron. Kendati begitu, mengonsumsi suplemen bukan satu-satunya cara ampuh untuk meningkatkan kadar testosteron.
Anda dapat berkonsultasi dokter untuk melakukan pemeriksaan kesehatan, mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat, berhenti merokok, dan konsumsi makanan bergizi seimbang.*(Zahra Aminati/Sumber: KlikDokter.com/Foto-foto: Istimewa)





